Jumat 10 April 2020, 16:08 WIB

Roket Tiongkok Meledak, Satelit Milik Indonesia Gagal ke Orbit

Antara | Internasional
Roket Tiongkok Meledak, Satelit Milik Indonesia Gagal ke Orbit

AFP
Ilustrasi

 

SATELIT Nusantara Dua dari PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) tidak bisa mencapai orbit di angkasa, setelah diluncurkan dari Tiongkok pada Kamis (9/4) pukul 19.46 waktu setempat.

"Satelit Nusantara Dua kemarin meluncur dari Tiongkok, stage ketiga, yang memiliki dua roket, salah satunya tidak menyala," kata Direktur Umum PSN, Adi Rahman Adiwoso, dalam jumpa pers bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, lewat siaran langsung, Jumat (10/4).

Satelit Nusantara Dua diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center (XLSC) di Xichang, Tiongkok. Proses peluncuran, stage, berjalan dengan lancar, namun sayangnya kendala terjadi saat masuk ke stage ketiga.

Dari dua roket yang ada di pesawat ulang-alik, salah satunya tidak menyala sehingga pesawat tidak memiliki cukup kecepatan untuk mencapai orbit di slot orbit 113 derajat Bujur Timur.

Pesawat itu kemudian jatuh ke laut dan tidak bisa diselamatkan sehingga satelit hilang. PSN memastikan satelit tersebut sudah diasuransikan penuh.

Satelit Nusantara Dua direncanakan akan menggantikan satelit Palapa D, yang terletak di orbit yang sama, yang akan habis masa berlaku pada Juli tahun ini. Satelit Palapa D selama ini digunakan oleh perusahaan dan lembaga penyiaran maupun komunikasi.

PSN bersama mitranyayakniIndosat Ooredoo dan Kominfo mulai membahas strategi lainnya agar layanan penyiaran tetap tersedia, tidak disebutkan kapan satelit pengganti bisa tersedia.

CBO Indosat Ooredoo Bayu Hanantesena menyatakan sedang menyiapkan rencana pengganti agar layanan yang diberikan satelit tetap berjalan.

"Kami melakukan rencana keberlanjutan bisnis, mencari satelit pengganti," kata Bayu.

Indosat Ooredoo memastikan satelit Palapa D masih beroperasi penuh dan tidak terdampak gagal orbit Nusantara Dua.

"Kami memastikan layanan yang diberikan ke pelanggan penyiaran maupun komunikasi bisa terlayani dengan baik dan tidak terganggu," kata Bayu.(OL-4)

Baca Juga

AFP

WHO: Peninjauan Hidroksiklorokuin Rampung Pertengahan Juni

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 27 Mei 2020, 09:09 WIB
"Keputusan akhir tentang bahaya, manfaat atau kurangnya manfaat hidroksiklorokuin akan dibuat setelah bukti itu ditinjau oleh Dewan...
AFP/Odd Andersen

Jerman Perpanjang Jaga Jarak Sosial Hingga Akhir Juni

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 27 Mei 2020, 08:37 WIB
Aktivitas berkumpul maksimal 10 orang di tempat umum diizinkan namun sebisa mungkin warga tetap melakukan kontak dengan sedikit orang...
AFP/ ASHRAF SHAZLY

PBB Bahas Bantuan Keuangan Untuk Negara Miskin Terdampak Covid-19

👤Antara 🕔Rabu 27 Mei 2020, 05:44 WIB
Mohammed mengatakan bahwa tawaran oleh G20 dan kreditor Klub Paris untuk menunda pembayaran utang bilateral resmi untuk negara-negara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya