Kamis 09 April 2020, 21:23 WIB

Mulai Besok, KRL Hanya Beroperasi Jam 6 Pagi Hingga Jam 6 Sore

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Mulai Besok, KRL Hanya Beroperasi Jam 6 Pagi Hingga Jam 6 Sore

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Penumpang berada di dalam KRL di stasiun Manggarai, Jakarta

 

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan menyesuaikan jam operasional Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line mulai 10 April 2020 seiring pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dimulai di wilayah DKI Jakarta.

Sejak 10 April 2020, KRL akan beroperasi mulai pukul 06:00 hingga pukul 18:00 WIB. Selain penyesuaian jam operasional, jumlah pengguna juga akan dibatasi lebih ketat.

“Penyesuaian jam operasional ini kami lakukan mengingat pada masa PSBB kegiatan masyarakat akan semakin dibatasi agar upaya-upaya menghambat penularan virus COVID-19 dapat berjalan maksimal,” ungkap Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti.

Dengan jam operasional tersebut, PT KCI akan menjalankan 683 perjalanan KRL setiap harinya. Penyesuaian ini juga sejalan dengan berbagai moda transportasi publik lainnya di Jakarta yang beroperasi dalam rentang waktu 06:00-18:00 WIB.

Baca juga: Organda DKI Minta Pembebasan Pajak Kendaraan Umum Selama Covid-19

Selain penyesuaian jam operasional, memasuki PSBB ini KCI juga memperketat pembatasan jumlah pengguna pada tiap kereta atau gerbong. Jumlah pengguna yang dapat berada di dalam satu kereta pada satu waktu adalah maksimum 60 orang.

Pembatasan ini sesuai dengan aturan dalam PSBB dimana untuk transportasi publik angkutan orang, jumlah penumpangnya harus dibatasi agar terjaga jarak antara satu pengguna dengan yang lainnya (physical distancing).

Batasan jumlah pengguna ini akan dimulai sejak pengguna masuk area stasiun. Pengguna akan diarahkan petugas untuk antre saat membeli atau melakukan isi ulang tiket, pengukuran suhu tubuh, masuk gate, hingga menunggu kereta di peron. Saat kondisi di dalam kereta berpotensi padat, petugas akan mengatur jumlah pengguna yang dapat naik ke dalam kereta.

PT KCI juga terus melengkapi marka atau penanda di dalam kereta yang mengatur posisi pengguna yang duduk dan berdiri agar tidak melewati batas 60 orang. Satu tempat duduk panjang dapat diisi oleh maksimum empat orang pengguna, sementara tempat duduk priortas maksimum diisi oleh dua orang.

Jumlah pengguna KRL pada masa tanggap darurat Covid-19 telah turun hingga 80% dibandingkan waktu normal. Dari sebelumnya kami melayani 900.000 hingga 1,1 jutga pengguna per hari, kini kami hanya melayani sekitar 200.000 pengguna setiap harinya. (OL-4)

Baca Juga

Ilustrasi

DKI Belum Putuskan Buka Tempat Ibadah

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 02 Juni 2020, 15:05 WIB
Pemprov DKI Jakarta sampai hari ini belum memutuskan untuk membuka tempat ibadah, karena masih menunggu keputusan evaluasi pembatasan...
MI/PIUS ERLANGGA

​​​​​​​DKI Harus Intensifkan Protokol Kesehatan saat New Normal

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 02 Juni 2020, 14:39 WIB
Pentingnya sosialisasi itu untuk membudayakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di tengah masyarakat saat new...
MI/Pius Erlangga

328 Pekerja Migran Positif Covid-19 Dirawat di Wisma Atlet

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 02 Juni 2020, 14:35 WIB
Sebanyak 783 pekerja migran Indonesia terpapar covid-19. Mereka diinapkan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya