Kamis 09 April 2020, 19:48 WIB

Go-jek Masih Bahas Operasional dengan Pemerintah

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Go-jek Masih Bahas Operasional dengan Pemerintah

MI/ADAM DWI
Warga dan pengemudi ojek daring antre membeli bahan makanan di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Pasar Minggu, di Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

 

DKI Jakarta mulai besok (10/4) secara resmi akan melangsungkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Atas hal tersebut, Go-jek sebagai penyedia layanan transportasi daring (online) menyatakan siap untuk mematuhi peraturan pemerintah.

Chief of Corporate Affairs Go-jek, Nila Marita, mengatakan bahwa pada prinsipnya pihaknya selalu berupaya untuk mematuhi regulasi-regulasi yang dikeluarkan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak wabah virus korona (covid-19).

"Saat ini kami sedang mengkaji dan berdiskusi lebih lanjut bersama dengan pemerintah terkait implementasi peraturan PSBB ini," ungkapnya kepada Media Indonesia, Kamis (9/4).

Lebih lanjut, Nila juga menambahkan bahwa hingga saat ini Go-jek telah melakukan berbagai upaya untuk membantu mitra-mitra Go-jek untuk tetap dapat beroperasi dan menjalankan tugas mereka dengan aman di tengah pandemi covid-19.

Menurut Nila, Go-jek juga secara aktif mengimbau mitra driver untuk selalu mengutamakan kesehatan mereka dan menjalankan prosedur pencegahan secara menyeluruh.

"Karena mitra-mitra ini, terutama para mitra driver merupakan andalan kita bersama di tengah masyarakat dihimbau untuk di rumah saja guna menekan penyebaran covid-19," lanju Nila.

Adapun upaya Go-jek dalam memastikan keamanan dan kesehatan ekosistem Go-jek dengan melakukan berbagai hal.

Pertama, Go-jek telah mengimpor 5 juta masker dan juga menyediakan cairan pembersih (hand sanitizer), vitamin, dan penyemprotan kendaraan dengan cairan desinfektan di berbagai kota besar di Indonesia.

"Kedua kami juga menyediakan Kartu Penanda Suhu Tubuh. Ini merupakan pedoman dari Go-jek yang dijalankan berbagai mitra merchant GoFood untuk memastikan keamanan dan makanan yang dikirimkan.," pungkas Nila.

Dia menambahkan kartu ini berisi informasi mengenai suhu tubuh dari pihak yang menangani makanan yang dipesan, yaitu karyawan mitra merchant yang memasak, karyawan yang menyiapkan makanan, serta mitra driver yang mengantar makanan.

Dengan prosedur ini, menurut Nila, mitra driver dari Go-jek dapat mengetahui suhu tubuhnya dari waktu ke waktu tanpa harus melakukan pengecekan sendiri.

Terakhir, Go-jek juga dipastikan telah mengimplementasikan sistem contactless delivery atau layanan tanpa kontak fisik langsung pada layanan GoFood dan GoSend, demi meminimalisir kontak langsung antara mitra driver dan pelanggan, dengan menyediakan opsi teks pesan cepat pada fitur Chat, serta menghimbau mitra merchant untuk dapat memprioritaskan metode pembayaran digital/ nontunai.

"Hal ini kami lakukan agar semua pihak, termasuk mitra driver kami, dapat terminimalisir dari kemungkinan penularan," tutup Nila. (E-3)

Baca Juga

Bank Dunia/Tim Riset MI-NRC

Peningkatan Status Perkuat Kepercayaan

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 03 Juli 2020, 03:50 WIB
Kenaikan status juga merupakan tahapan strategis dan landasan kukuh menuju target Indonesia Maju di...
Dok. Uniqlo

Uniqlo Luncurkan Panduan Gaya Hijab

👤MI 🕔Jumat 03 Juli 2020, 03:45 WIB
PERUSAHAAN fesyen asal Jepang, Uniqlo Indonesia, untuk pertama kalinya akan meluncurkan panduan gaya pakaian modest bagi para...
ANTARA

Siasati Diet Plastik Saat Berbelanja

👤Gana Buana 🕔Jumat 03 Juli 2020, 03:15 WIB
KEBIJAKAN pelarangan kantong plastik pada sejumlah toko, baik retail, supermarket, maupun pasar rakyat, mulai diberlakukan di sejumlah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya