Kamis 09 April 2020, 15:34 WIB

Puncak Panen Mundur, Bulog Targetkan Penyerapan Beras

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Puncak Panen Mundur, Bulog Targetkan Penyerapan Beras

Antara/Asep Fathulrahman
Pekerja memikul beras di Gudang Bulog Sub Drive Serang, Banten.

 

DIREKTUR Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Budi Waseso, mengungkapkan musim panen pada tahun ini diperkirakan mundur satu bulan, yakni menjadi April.

"Hal tersebut berdasarkan data BPS bahwa puncak panen tahun ini berada pada April atau mundur satu bulan, jika dibandingkan musim panen 2019 dan 2018 yang terjadi pada Maret," tutur Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI melalui telekonferensi, Kamis (9/4).

Sepanjang April, lanjut dia, Perum Bulog menargetkan penyerapan gabah atau beras dalam negeri sebanyak 222 ribu ton. Selanjutnya, 207 ribu ton beras akan diserap pada Mei mendatang..

Baca juga: Bulog Jamin Stok Bahan Pokok di Bulan Puasa Aman

"Lalu Juni sekitar 148 ribu ton. Dengan demikian, jumlah target waktu pengadaan selama tiga bulan mencapai kurang lebih 61% dari total target 2020," ungkap Budi.

Di samping menjaga stok beras, penyerapan beras juga mengacu pada harga pembelian pemerintah (hpp) untuk menjaga harga di tingkat petani. Mengingat, jumlah pasokan meningkat di masa panen.

Saat ini, Perum Bulog merencanakan pengadaan penyerapan cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 950 ribu ton pada tahun ini. Strategi pengadaan CBP untuk mencapai target pengadaan dilakukan dalam bentuk gabah kering giling (GKG). Tujuannya, meminimalkan risiko kerusakan, dapat disimpan dalam jangka waktu lebih lama, serta menjaga beras dengan kualitas premium.

Baca juga: Buwas: Bulog Tetap Salurkan Beras untuk Rastra

"Selanjutnya, izin penggilingan akan diterbitkan secara simultan bagi kantor wilayah yang memiliki stok jumlah CBP rendah. Sehingga dapat dilaksanakan secara langsung," jelasnya.

Ketiga, kerja sama on farm instansi maupun dalam skema on farm dan mandiri, agar dapat menambah pasokan gabah dengan harga kompetitif. "Keempat, optimalisasi pengolahan dengan cara meningkatkan sinergi satuan kerja dan Bulog untuk pengolahan gabah. Kerja sama dengan penggilingan swasta, serta pendayagunaan infrastruktur PMN seperti modern rice dan rice to rice," papar Budi.

Kelima, melakukan pemetaan calon supplier yang akan memasok gabah atau beras ke Perum Bulog. Hal itu berdasarkan kapasitas produksi, luasan pembinaan petani, varietas gabah, prediksi harga dan kriteria signifikan lainnya.(OL-11)

 

 

Baca Juga

MI/Supardji Rasban

Cegah Penduduk Miskin Bertambah, Ekonomi Harus Berputar Kembali

👤M Ilham Ramadhan 🕔Kamis 04 Juni 2020, 08:05 WIB
Satu-satunya jalan terbaik yang dapat dilakukan hanyalah kembali menggerakkan aktivitas manusia agar perekonomian...
Antara/Aprilio Akbar

BI Beri Bunga 1,5% untuk Penempatan GWM Perbankan

👤Antara 🕔Kamis 04 Juni 2020, 07:00 WIB
Pemberian bunga jasa kepada bank itu sebagai bentuk berbagi beban atau sharing the pain kepada pelaku ekonomi lainnya di tengah situasi...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Kepercayaan Investor makin Kukuh

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 04 Juni 2020, 06:20 WIB
Rupiah bergerak menguat mendekati level 14.000 per US$ dan indeks harga saham gabungan (IHSG) menuju level psikologis...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya