Kamis 09 April 2020, 14:14 WIB

Balas Kritikan Trump, WHO Serukan Persatuan Global

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Balas Kritikan Trump, WHO Serukan Persatuan Global

AFP/Fabrice Coffrini
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, saat memberikan keterangan pers.

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan persatuan global dalam memerangi pandemi virus korona (covid-19). Sekaligus menepis kritik Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait penanganan pandemi oleh agensi.

Ketika WHO bersiap menandai 100 hari sejak pertama kali wabah muncul di Tiongkok, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, membalas tuduhan bahwa lembaga PBB itu terlalu dekat dengan Beijing.

Tedros malah mendesak AS untuk bergabung dengan Tiongkok dalam memerangi virus mematikan, ketimbang saling menyalahkan. Dia pun mengeluarkan pembelaan keras terhadap manajemen pandemi WHO.

Baca juga: Kematian Melebihi 14.600, AS Tertinggi Setelah Italia

"AS dan Tiongkok harus bersatu dan memerangi musuh yang berbahaya," ujar Tedros dalam konferensi pers virtual dari Jenewa, Swiss.

"Fokus dari semua pihak adalah menyelamatkan rakyat mereka. Tolong jangan mempolitisasi covid-19. Jika Anda ingin memiliki lebih banyak kantong mayat, silahkan melakukannya. Jika Anda tidak ingin banyak kantong mayat, jangan lakukan politisasi,” pungkasnya.

Tedros juga menolak tudingan Trump bahwa WHO sangat Tiongkok sentris. Dia menegaskan WHO dekat dengan setiap negara, tanpa memandang warna. Mengutip angka kasus kematian dan jumlah infeksi, Tedros menyatakan permohonan.

Baca juga: Trump Ancam Tahan Pendanaan untuk WHO

"Demi Tuhan, apakah ini tidak cukup?" serunya.

Badan kesehatan PBB menghadapi kritik di masa lalu. Mulai dari bereaksi berlebihan hingga bergerak terlalu lambat dalam memerangi epidemi. Namun, jarang menghadapi pengawasan banyak selama pandemi covid-19.

Sebelumnya, Trump mengancam akan memotong suntikan dana AS untuk WHO. Trump menuduh lembaga PBB itu bias ke Tiongkok selama pandemi. Kontribusi AS untuk WHO pada 2019 melebihi US$ 400 juta, atau hampir dua kali lipat dari donor negara terbesar kedua. Situs WHO menunjukkan AS sebagai pendonor utama menyumbang hampir 15% dari kebutuhan anggaran.(CNA/France24/OL-11)

Baca Juga

AFP/NICOLAS ASFOURI)

AS dan Negara Sekutu Kecam UU Keamanan Hong Kong

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 29 Mei 2020, 10:40 WIB
Langkah Tiongkok untuk memberlakukan undang-undang baru selama pandemi global, kata negara-negara itu, berisiko merusak kepercayaan pada...
AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS

AS Sepakati Penjualan 84 Rudal Patriot ke Kuwait

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 29 Mei 2020, 10:15 WIB
Kontrak penjualan itu mencakup misil dan perlengkapannya, pelatihan dan bantan teknis, serta perbaikan persenjataan...
AFP/GABRIEL BOUYS

Spanyol akan Buka Sektor Pariwisata Secara Bertahap

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 29 Mei 2020, 09:45 WIB
Biasanya, Spanyol menyambut lebih dari 80 juta pengunjung setiap tahun. Itu membuat Spanyol menjadi salah satu negara yang paling banyak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya