Kamis 09 April 2020, 13:51 WIB

Heboh Pasien Covid-19 Dipulangkan, RS: Saturasi Oksigen Normal

Solmi | Nusantara
Heboh Pasien Covid-19 Dipulangkan, RS: Saturasi Oksigen Normal

MI/SOLMI
Ketua IDI Jambi Deri Mulyadi (kiri) bersama Dirut RSUD Raden Mattaher Jambi Fery Kusnadi (kanan), Rabu petang (8/4).

 

KENDATI sempat dinilai sebagai tindakan idiot oleh sebagian warga di Jambi, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Fey Kusnadi menyatakan PDP Positif Korona 01 Jambi yang sempat keluar dari rumah sakit, secara klinis sudah membaik. 

Ia menyebut saturasi oksigennya (persentase haemoglobin yang berikatan dengan oksigen di pembuluh arteri) didiagnosa sudah normal, di atas 95%.

"Klinis baik, rontgen baik, dan saturasi oksigen lebih dari 95%," kata Fery saat memberikan keterangan resmi kepada wartawan terkait isu menghebohkan dipulangkannya PDP Positif 01 Jambi asal Kabupaten Tebo, dari RSUD Raden Mattaher di Kantor Gubernur Jambi, Rabu (8/4) petang.

Di luar pro-kontra, dia menjelaskan, ada dua kriteria terkait pemulangan pasien terinfeksi virus korona dari ruang isolasi rumah sakit. Pertama kriteria yang disyaratkan Kemenkes, yakni pihak rumah sakit harus mengrimkan swab (lendir di saluran pernafasan), ke laboratorium Litbankes Jakarta. Bila hasilnya negatif si pasien dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang.

Sementara kriteria kedua, berdasarkan kesepakatan dokter paru seluruh Indonesia, pasien dinyatakan membaik, jika uji klinis sudah bagus, dan tidak ada lagi batuk, atau demam. Pasien PDP Positif 01 Jambi, kata dia, memenuhi kriteria kedua. 

Sementara untuk kriteria pertama yang bersangkutan dari dua kali uji swab masih positif, dan saat ini masih menunggu hasil uji swab ketiga.

Baca juga: Waduh, RS di Jambi Izinkan Pasien Positif Korona Pulang

Feri menilai kriteria kedua menjadi salah satu pertimbangan dari dokter penanggung jawab klinis memperkenankan PDP Posiif 01 pulang pada Selasa siang lalu. Hal itu sudah sesuai dengan petunjuk yang berlaku.

"Di rumah sakit ada dokter penanggung jawab klinis. Dia penentu kewenangan memulangkan atau menerima pasien. Saat dipulangkan kemarin, kondisi pasien sudah bagus," katanya.

Sementara itu Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Jambi, Deri Mulyadi menambahkan, dokter paru sudah memiliki pertimbangan medis untuk menyatakan pasien sembuh atau tidak. Namun, tentu perlu adanya koordinasi antarlini dalam protapnya.

"Ketika kita bicara pandemi, kita bicara tim. Inilah yang akan kita perbaiki lagi ke depannya. Kita harus koordinasi dengan pihak terkait," ujarnya. Pihak yang dimaksud adalah Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Samsiran Halim menjelaskan, dia sempat kecewa dengan putusan RSUD Raden Mattaher.

Namun karena segera dikembalikan, dia menilai persoalan dianggap kelar. Menurutnya, sesuai protap kesehatan, setelah dua kali uji swab dinyatakan negatif, baru boleh dipulangkan.

Pascakepulangan PDP Positif 01 tersebut merebak, pihaknya langsung melakukan tracing contact dan medisfeksi lingkungan sekitar

keberadaan sang pasien selama diluar rumah sakit. (A-2)

Baca Juga

MI/Haryanto

Ganjar Ingatkan Daerah Jangan Tergesa-gesa New Normal

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 04 Juni 2020, 09:57 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mengingatkan daerah agar tidak tergesa-gesa menerapkan kenormalan baru karena masih banyak...
DOK BNPB

Delapan Kali Terjadi Gempa di Aceh

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 04 Juni 2020, 09:41 WIB
Mengkutip pernyataan Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, hasil monitoring BMKG hingga pukul 6.40 WIB sudah tercatat...
MI/Martinus Solo

TPP ASN Kabupaten Sorong Akan Dipotong Untuk Cegah Covid-19

👤Martinus Solo 🕔Kamis 04 Juni 2020, 09:05 WIB
Tunjangan penambah penghasilan (TPP) ASN Kabupate Sorong akan dipotong untik membantu warga terdampak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya