Kamis 09 April 2020, 12:54 WIB

Ingin Ojol Tetap Angkut Penumpang, Anies Dinilai Tabrak Aturan

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Ingin Ojol Tetap Angkut Penumpang, Anies Dinilai Tabrak Aturan

MI/Susanto
Pengendara ojek daring membawa penumpang saat melintas di kawasan Rasuna Said, Jakarta.

 

KEPUTUSAN Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meminta pemerintah pusat mengizinkan ojek daring (ojol) mengangkut penumpang selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak sejalan dengan peraturan Menteri Kesehatan RI.

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 dalam Pasal 15 Permenkes menyatakan ojek daring hanya boleh beroperasi mengangkut barang, bukan orang.

Sekretaris Fraksi NasDem DPRD DKI Abdul Azis Muslim mengatakan, jika ojek daring dibolehkan membawa penumpang, sama saja menabrak aturan yang sudah ada.

Baca juga: Ada PSBB, NasDem: Prioritaskan Bansos Untuk Warga Terdampak

“Sebelumnya, gubernur ingin sekali menerapkan kebijakan PSBB di DKI, setelah diizinkan pusat malah membuat aturan lain. Ini kan menabrak aturan yang sudah ada,” kecam Azis, saat dihubungi melalui sambungan telpon, Kamis (9/4).

Azis mengatakan, para pengemudi ojek daring sebaiknya hanya diperbolehkan mengangkut makanan dan barang saja.

Menurutnya, saat ini, aktivitas perkantoran ditutup dan semua kegiatan sosial dibatasi, sehingga aktivitas di ibu kota sepi.

“Kami setuju ojol hanya untuk mengangkut barang dan makanan saja,” jelasnya.

Pemerintah, lanjut Azis, memiliki anggaran untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak covid-19 selama penerapan PSBB. Artinya, Pemerintah juga sudah memperhatikan hal-hal tersebut, termasuk untuk para ojol.

“Kalau nanti ojol tetap dibolehkan membawa penumpang, sama saja PSBB maupun larangan-larangan yang dilakukan pemerintah dilanggar juga,” katanya.

Ketua DPD NasDem Jakarta Barat ini juga khawatir, jika Ojol diperbolehkan membawa penumpang, masyarakat jadi ikut-ikutan, karena ada perbedaan.

Untuk itu, dia berharap Pemprov DKI menjalankan aturan yang sudah ada untuk kebaikan bersama dalam pencegahan covid-19.

“Kita saja yang pribadi membonceng istri atau keluarga tidak boleh, gimana mau ngangkut penumpang. Jadi kita ikuti saja peraturan yang sudah dibuat pemerintah jangan sampai nabrak-nabrak lagi,” pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

MI/Vicky Gustiawan

Ragunan Batasi Pengunjung 5.000 Orang per Hari Saat Normal Baru

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:10 WIB
Mekanisme untuk mengatur batasan jumlah pengunjung ke Ragunan dilakukan dengan mewajibkan pengunjung mendaftar secara...
MI/ Barry F

Masa Tanggap Darurat Depok Diperpanjang hingga 30 Juni

👤Kisar Rajagukguk 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:06 WIB
Sementara itu, Idris menyampaikan hingga saat ini terjadi penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 4 kasus menjadi 551...
Antara/Adfitya Pradana Putra

Total Denda Pelanggaran PSBB DKI Jakarta Hampir Rp600 Juta

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 29 Mei 2020, 22:38 WIB
" Jumlah Total Denda capai Rp599.850.000, hampir 600 juta. Paling banyak tempat usaha ya," kata...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya