Kamis 09 April 2020, 06:35 WIB

PSBB di Riau Terhambat Arus TKI dari Malaysia

RK/DW/AT/LD/PO/SL/WJ/N-1 | Nusantara
PSBB di Riau Terhambat Arus TKI dari Malaysia

ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Gubernur Riau Syamsuar (kedua kiri)

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau kesulitan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) karena tingginya arus kepulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) melalui Riau. Oleh karena itu, pemprov berharap proses kepulangan TKI dapat dipercepat dengan menyediakan kapal lebih banyak.

“Kita belum melangkah ke sana (melaksanakan PSBB). Kita akan lihat perkembangannya, karena masih ada PR (pekerjaan rumah). Selagi TKI dari Malaysia masuk terus melalui Riau, sulit bagi kita melakukan PSBB,” kata Gubernur Riau Syamsuar seusai serah terima bantuan 8.500 alat pelindung diri (APD) dan 4.800 rapid test dari pemerintah pusat di Pekanbaru, Selasa (7/4).

Pemprov Sumatra Selatan (Sumsel) juga belum menerapkan PSBB karena hal itu dinilai bakal memiliki dampak besar. Sumsel kemungkinan
akan menerapkan PSBB jika pandemi virus korona meningkat tinggi.

“Kita harus memikirkan dampak besar dari kebijakan tersebut secara ekonomi dan sosial. Sumsel merupakan daerah perlintasan, sehingga kami tidak bisa seenaknya menyetop kendaraan. Jadi kami akan pertimbangkan dulu,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru, kemarin.

Demikian halnya dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), belum akan mengajukan PSBB. Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyebutkan, ada beberapa ketentuan PSBB yang belum terpenuhi dalam kondisi sekarang. Antara lain, tingkat penyebaran dan transmisi lokal.

Pemkab Banyumas bakal mengikuti instruksi Pemprov Jawa Tengah dalam melakukan kebijakan PSBB. Menurut Bupati Banyumas Achmad Husein, PSBB tidak bisa menjadi kebijakan kabupaten sendiri. “Kami berada di bawah komando Gubernur dan akan dilihat dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan belum memenuhi persyaratan untuk mengajukan PSBB. Menurut juru bicara
Pemprov NTT untuk penanganan covid-19, Marius Ardu Jelamu, salah satunya, kondisi pandemi virus korona di NTT tidak menyebabkan kematian dalam jumlah banyak dan eskalatif. (RK/DW/AT/LD/PO/SL/WJ/N-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aji Styawa

Cuaca Buruk,Tanaman Padi di 7 Desa Terancam Gagal Panen

👤Alexander P Taum 🕔Rabu 27 Mei 2020, 10:43 WIB
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Nagekeo, NTT menyebabkan tanaman padi siap panen di tujuh desa...
MI/Kristiadi

Ratusan Kendaraan Masuk Jalur Gentong Dipaksa Putar Balik

👤Kristiadi 🕔Rabu 27 Mei 2020, 10:07 WIB
Tercatat ada 139 kendaraan roda empat dan roda dua yang diputarbalikkan di Jalur Gantong karena tidak memiliki surat izin masuk ke Jakarta...
itd.unair.ac.id

Tenaga Lab Terpapar Covid-19, LPT Unair Batasi Penerimaan Sampel

👤Henri Siagian 🕔Rabu 27 Mei 2020, 10:07 WIB
Suko mengatakan, penataan internal layanan tes dengan pembatasan penerimaan sampel atau spesimen hanya berlaku...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya