Rabu 08 April 2020, 14:05 WIB

Jeritan Pengemudi Ojek Daring di Tengah Pandemi

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Jeritan Pengemudi Ojek Daring di Tengah Pandemi

Antara/Puspa Perwitasari
Dengan mengenakan masker, pengemudi ojek daring menunggu orderan di trotoar kawasan Tanah Kusir, Jakarta.

 

JALANAN lengang Ibu kota menjadi pemandangan yang bisa dinikmati warga yang masih beraktivitas di luar rumah. Tidak terkecuali pengemudi ojek daring.

Sepinya pesanan penumpang menjadi pil pahit yang harus ditelan Igun Wicaksono. Pria berusia 43 tahun yang tinggal di Depok, biasanya mengojek di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sebelum pandemi virus korona (covid-19) meluas, Igun mengaku bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp 200-Rp 300 ribu lebih per hari.

Baca juga: Terapkan PSBB, Wilayah Jabodetabek Dapat Bantuan Pangan

"Sekarang untuk mencapai Rp 50 ribu saja susah. Rata-rata uang yang dibawa pulang ke rumah Rp 10 ribu, sudah enggak mencukupi kebutuhan pokok," kata Igun kepada Media Indonesia, Rabu (8/4).

Dalam tiga pekan terakhir, Igun dan pengemudi ojek daring lainnya merasakan dampak buruk akibat pandemi covid-19. Tidak hanya itu, nasib pekerja informal ini akan lebih merana ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta mulai diberlakukan pada Jum’at (10/4) mendatang.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, operasional ojek daring hanya boleh mengangkut barang dan tidak untuk penumpang.

Baca juga: Ojek Daring Dilarang Bawa Penumpang Selama PSBB

"Kami harus mengandalkan siapa lagi selain ke pemerintah. Kami mau demo juga enggak mungkin. Tapi kami butuh makan, nafkah. Dilema itu sangat menyulitkan kami," ucap Igun lirih.

Igun yang juga menjabat Ketua Presidium Gabungan Roda Dua (Garda) berharap pada bantuan pemerintah, agar mendapat kompensasi penghasilan. Setidaknya berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp 100 ribu.

Dia pun tak habis pikir dengan perusahaan aplikator ojek daring yang masih saja memotong pendapatan pengemudi sekitar 20%. "Mereka enggak peduli dengan situasi kami seperti ini. Boro-boro ada insentif. Kami minta potongan penghasilan maksimal 10%, atau kalau perlu tanpa ada potongan pendapatan," pungkasnya.(OL-11)

Baca Juga

MI/PIUS ERLANGGA

Tiga Matra TNI Diterjunkan Kawal Fase New Normal

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 13:45 WIB
TNI tidak akan menggunakan cara-cara kekerasan. TNI bakal mengedepankan upaya persuasif dan edukatif dalam kegiatan...
ANTARA/Muhammad Adimaja

Warga tidak Perlu Lampirkan Hasil Tes PCR untuk Urus SIKM

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 12:28 WIB
Dalam surat pernyataan sehat tersebut, warga harus mengisi data diri dan menjawab delapan pertanyaan seputar covid-19. Surat pernyataan itu...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Pengguna Transportasi Umum Saat New Normal Harus Diperhatikan

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 11:00 WIB
Masyarakat harus lebih berhati-hati terutama saat menggunakan transportasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya