Rabu 08 April 2020, 14:05 WIB

Ini Progres Pembangunan Kilang Pertamina di Tengah Wabah Covid-19

Raja Suhud | Ekonomi
Ini Progres Pembangunan Kilang Pertamina di Tengah Wabah Covid-19

Antara/Yulius Satria Wijaya
Kilang minyak unit pengolahan (Refinery Unit) V, Balikpapan.

 


PT Pertamina (Persero) melakukan percepatan dalam menuntaskan pembangunan kilang nasional agar sesuai target yang ditetapkan.

Proyek yang dikenal dengan megaproyek RDMP dan GRR ini terus dikebut untuk mengejar ketahanan dan kemandirian energi nasional yang ditandai dengan stop impor BBM pada 2026.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman di Jakarta, Rabu (8/4)  menyatakan, megaproyek RDMP dan GRR menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dengan tahapan pembangunan masing-masing.

Kilang Balikpapan hingga triwulan 1-2020 progressnya mencapai 15,02%, hingga akhir tahun ini ditargetkan mencapai 40%. Sementara
untuk Kilang Balongan dan Cilacap masing-masing ditargetkan mencapai 10% tahun ini, dan akan terus dikebut sesuai target tahapan
pembangunananya.

"Dalam rangka percepatan, Pertamina paralel telah melakukan sejumlah pekerjaan seperti pembangunan dermaga (jetty), site development, pembangunan workshop dan warehouse, pembangunan kantor gedung laboratorium dan HSSE serta sarana pendukung lainnya," ungkap Fajriyah seperti dilansir dari Antara.

Pertamina juga telah menyelesaikan pengadaan peralatan utama yang membutuhkan waktu lama untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target. Saat ini peralatan utama tersebut sedang dalam proses pembuatan atau manufacturing.

Selain itu, negosiasi dengan mitra bisnis dan investor juga terus berjalan dengan baik. Sejumlah MoU dan kesepakatan bisnis telah
ditandatangani antara Pertamina dengan berbagai pihak, seperti ADNOC, Mubadala, Rosneft, K-Sure dan lain sebagainya. Termasuk negosiasi dengan Saudi Aramco juga masih terus berlanjut yang ditargetkan bisa selesai pada akhir April 2020.

Proyek RDMP Balongan, terbagi menjadi 3 Fase. Pembangunan RDMP Balongan Fase 1, saat ini masih pada tahap Dual FEED Competition (DFC) dengan dua konsorsium yakni Konsorsium RRE (PT Rekayasa Industri, PT Rekayasa Engineering dan PT Enviromate Technology International) dan konsorsium JSW di antaranya JGC Indonesia, PT Synergy Engineering, dan PT Wijaya Karya. Proses ini ditargetkan selesai pada Mei 2020.

Untuk Fase 2, saat ini sedang dilakukan studi kelayakan serta memulai Revamp Studi Unit ARDHM. Sementara untuk RDMP Balongan Fase 3 (New Refinery and Petchem Complex Jabar), studi kelayakan akan dilakukan bersama partner dan sedang dalam penetapan lokasi serta pengadaan lahan. 

Progres RDMP Balongan Fase 3, saat ini sedang proses pengadaan lahan serta partnership dimana Pertamina dan ADNOC telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk pengembangan Kompleks Kilang Terintegrasi Petrokimia di Balongan, Jawa Barat.

RDMP Plaju saat ini telah memasuki pengadaan Licensor BED, dan memulai Pekerjaan BED. Sementara RDMP Dumai dalam tahap dilakukan tender revisit Bankable Feasibility Study (BFS).

Sementara itu, GRR Tuban sudah selesai dengan proses pengadaan lahan dan sedang dalam proses pembayaran. Pertamina dan Rosneft bahkan telah menandatangani kontrak desain Kilang Tuban dengan kontraktor terpilih pada 28 Oktober 2019. 

Saat ini telah dimulai pelaksanaan Basic Engineering Design (BED) dan Front End Engineering Design (FEED). Progres Land Clearing
telah mencapai 90,08% serta progress restorasi mencapai 46,40%. Adapun progress General Engineering Design (GED) telah mencapai 6,22%.

"Dengan dukungan semua pihak, pembangunan kilang diharapkan berjalan lancar dan selesai sesuai waktu yang ditargetkan, sehingga kita
bisa berdaulat secara energi," kata Fajriyah. (Ant/E-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

BPS: 51,36 Juta Orang Berpartisipasi dalam Sensus Daring

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 02 Juni 2020, 14:40 WIB
Sebanyak 51,36 juta orang atau 19,05% dari total 270 juta masyarakat Indonesia telah berpartisipasi dalam sensus penduduk...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Ekspor Non Migas Meningkat Meningkat di Tengah Pendemik Covid-19

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 02 Juni 2020, 14:17 WIB
Tujuan ekspor non migas Indonesia periode Januari-April 2020 sendiri tiga negara yakni Tiongkok sebanyak 16 persen, Amerika Serikat 11.9...
Ist/Kementan

Badan Pusat Statistik : Ekspor Pertanian Tumbuh 12,66%

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Juni 2020, 14:08 WIB
Tercatat, ekspor pertanian April 2020 sebesar US$ 0,28 miliar atau tumbuh 12,66% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya