Rabu 08 April 2020, 10:52 WIB

Cegah Penyebaran Hoaks Covid-19, WhatsApp Batasi Fitur Forward

Antara | Teknologi
Cegah Penyebaran Hoaks Covid-19, WhatsApp Batasi Fitur Forward

AFP/ Lionel BONAVENTURE
Logo Whatsapp

WHATSAPP akan membatasi fitur meneruskan pesan atau forward demi mencegah penyebaran hoaks saat pandemi virus korona.

"Sebagai layanan perpesanan pribadi, selama bertahun-tahun, kami telah melakukan beberapa upaya untuk membantu menjaga percakapan yang bersifat pribadi bagi pengguna," kata WhatsApp dalam keterangan pers, Rabu (8/4).

WhatsApp akan membatasi fitur meneruskan pesan. Pengguna hanya bisa meneruskan pesan tersebut ke satu obrolan (chat) dalam satu waktu.

Hasil percobaan pada Rabu (8/4) pagi ini, pesan di WhatsApp masih bisa diteruskan ke beberapa obrolan dalam satu kali mengirim.

Baca juga: Taiwan Minta Warganya tidak Gunakan Zoom

Pesan yang diteruskan, atau di-forward, ditandai dengan ikon tanda panah ganda, double arrows. Fitur ini diperkenalkan pada tahun lalu untuk menandai pesan tersebut bukan berasal dari si pengirim.

Menurut WhatsApp, pembatasan meneruskan pesan bisa mengurangi tingkat viral hingga 25%.

"Kami percaya sangat penting menghambat penyebaran pesan-pesan ini agar WhatsApp tetap menjadi tempat yang tepat untuk menjalin percakapan
personal," kata WhatsApp.

WhatsApp tidak berpendapat pesan yang viral selalu berarti buruk. Namun, mereka menilai terlalu banyak pesan yang viral berpotensi mengandung misinformasi.

WhatsApp, sejak Maret lalu, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk meluncurkan chatbot covid19.go.id untuk mengurangi informasi tidak benar seputar virus corona di Indonesia.

Layanan chatbot ini memberikan informasi dari sumber resmi terkait covid-19 serta tips untuk melindungi diri dari virus korona.

WhatsApp juga membuat layanan serupa untuk WHO agar pengguna mereka di seluruh dunia bisa mendapatkan informasi mengenai covid-19 dari sumber resmi.

Selain Indonesia, platform milik Facebook Inc itu juga bekerja sama dengan lebih dari 20 kementerian kesehatan di seluruh dunia. (OL-1)

Baca Juga

AFP

Aplikasi Zoom Perketat Keamanan Bagi Pelanggan Berbayar

👤Antara 🕔Senin 01 Juni 2020, 18:52 WIB
Mreka berencana akan mengubah keamanan telekomunikasi lewat Zoom. Namun tidak dijelaskan apa yang akan mengalami...
Google

Mudahkan Pelanggan G Suite, Pembaruan Google Voice Dirilis

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 23:44 WIB
Google merilis pembaruan Google Voice yang mengintegrasikan layanan panggilan suara tersebut, guna memudahkan pelanggan G...
AFP/ALEXANDER NEMENOV

Fitur Reaksi Terhadap Pesan Dikembangkan Telegram

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 23:15 WIB
Reaksi pesan ini memungkinkan pengguna untuk dengan cepat mengungkapkan suasana hati hanya dengan menekan lama pada pesan yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya