Rabu 08 April 2020, 10:45 WIB

Dampak Covid-19, Permintaan Industri Otomotif Nasional Anjlok

Hilda Julaika | Ekonomi
Dampak Covid-19, Permintaan Industri Otomotif Nasional Anjlok

MI/RAMDANI
Suasana Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show ke 27 di ICE, BSD, Tangerang, Kamis (18/7/2019).

 

DIREKTUR Industri Industri Maritim, Alat Transportasi dan Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika, mengatakan industri otomotif nasional ikut terdampak pandemic Covid-19. Adapun, dampaknya berupa penurunan permintaan kendaraan bermotor di Indonesia. Ia memaparkan data, jumlah penjualan kendaraan roda empat atau lebih pada bulan Januari 2020 sebesar 80,4 ribu unit atau turun sebesar 1,1% dari periode sebelumnya. Kemudian, bulan Februari 2020 penjualan sebesar 79,5 ribu unit atau turun sebesar 3,1% dari periode sebelumnya.

“Dampak wabah Covid-19 sangat dirasakan oleh industri otomotif nasional. Hal ini dapat dilihat dari penurunan permintaan kendaraan bermotor di Indonesia,” ungkap Putu melalui keterangan resminya pada Media Indonesia, Rabu (8/4).

Baca juga: Agar Tak Redup, Industri Otomotif Diusulkan Dapat Insentif

Selain itu, Putu beranggapan masalah lain yang dihadapi oleh industri otomotif nasional terkait dengan menipisnya pasokan bahan baku dan komponen. Terutama dari negara-negara yang menerapkan kebijakan lockdown. Hal ini membuat industri manufaktur kendaraan bermotor dipaksa mencari alternatif sumber bahan baku dan komponen untuk mempertahankan produksi.

“Terganggunya industri otomotif juga memberikan dampak terhadap perekonomian nasional. Industri otomotif memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB khususnya terhadap PDB nonmigas sebesar 3,98% pada tahun 2019,” tutur Putu.

Menyikapi beberapa Agen Pemegang Merek (APM) yang melakukan penghentian sementara produksinya, Putu menjelaskan, langkah tersebut diambil untuk melindungi kesehatan karyawan dan seluruh elemen perusahaan sebagai bentuk respons kondisi terkini penyebaran wabah Covid-19.

Oleh karena itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah menyampaikan koreksi target penjualan di tahun 2020, yang diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 50% akibat menurunnya permintaan dari dalam negeri dan luar negeri.

Namun, Putu memastikan Kemenperin juga telah berkirim surat kepada Menteri Dalam Negeri dan Gubernur/Bupati/Wali Kota di seluruh Indonesia dalam rangka permintaan dukungan untuk membantu pelaksanaan kegiatan industri dalam masa tanggap darurat di wilayah masing-masing.

Baca juga: Ketidakpastian Tinggi, IHSG Kembali Masuk Teritorial Negatif

Kemenperin meminta agar pemerintah daerah tidak membatasi aktivitas kegiatan industri. Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita juga meminta kepada dinas yang membidangi industri dan asosiasi untuk melakukan pembinaan kepada perusahaan industri agar senantiasa menjalankan protokol pencegahan Covid-19 di lingkungan kerja.

Lebih lanjut, pada tanggal 7 April 2020, Menteri Perindustrian telah mengeluarkan Surat Edaran Menperin No 4 tahun 2020 mengenai pelaksanaan operasional pabrik dalam masa kedaruratan kesehatan masyarakat Corona Virus Desease 2019. Dalam edaran tersebut, perusahaan industri diberikan izin untuk tetap menjalankan kegiatan usahanya dengan wajib memenuhi ketentuan protokol pencegahan Covid-19 yang harus dijalankan oleh perusahaan industri maupun bagi pekerjanya. (OL-6)

Baca Juga

 ANTARA/Aprillio Akbar

Restrukturisasi Erick Thohir Sejalan dengan Reformasi BUMN

👤Widhoroso 🕔Jumat 03 Juli 2020, 02:46 WIB
Keberadaan roadmap BUMN adalah hal yang wajib, baik bagi Kementerian BUMN maupun masing-masing klaster/holdingisasi BUMN. Namun, jelasnya,...
ANTARA/Septianda Perdana

Pemerintah akan Terus Lakukan Revitalisasi Pasar Tradisional

👤Agus Utantoro 🕔Jumat 03 Juli 2020, 01:45 WIB
Pada era kenormalan baru ini pasar tradisional juga harus menyesuaikan diri. Salah satunya, katanya, pengunjung pasar maupun pedagang harus...
ANTARA/M Risyal Hidayat

Tanjung Priok Siap Jadi Pelabuhan Hub Internasional

👤Widhoroso 🕔Jumat 03 Juli 2020, 01:10 WIB
Pemberlakuan Traffic Separation Scheme (Bagan Pemisah Alur Laut) mulai 1 Juli 2020 diyakini akan meningkatkan lalu lintas kapal di Selat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya