Rabu 08 April 2020, 08:44 WIB

CGV Perpanjang Penutupan Sementara Bioskop

Fetry Wuryasti | Weekend
CGV Perpanjang Penutupan Sementara Bioskop

ilustrasi
Cinema

PT Graha Layar Prima Tbk (Perseroan) sebagai pengelola bioskop CGV di Indonesia memperpaniang masa penutupan sementara bioskop di seluruh Indonesia hingga waktu yang belum ditentukan. Jaringan bioskop ini sebelumnya telah dihentikan sementara sejak 23 Maret lalu.

Keputusan ini diambil guna mencegah penyebaran virus korona atau covid-19 dan juga mematuhi instruksi pemerintah pusat yang ditindaklanjuti dengan beragam Surat Edaran Kepala Daerah di daerah masing-masing. CGV akan terus memonitor den mengikuti perkembangan terkini terkait dengan covid-19.

“Total seluruhnya ada 68 bioskop, 397 layar yang tersebar di 33 kota dan 15 provinsi di Indonesia yang kami tutup sementara. Perseroan berkomitmen untuk selalu menyediakan lingkungan bioskop yang aman, nyaman dan sehat untuk para staf dan juga pengunjung. Keselamatan dan kesehatan mereka adalah prioritas," kata Direktur CGV, Dian Sunardi Munaf, melalui rilis yang diterima, Selasa (7/4).

Sejumlah langkah pencegahan masih terus dilakukan seperti penyemprotan disinfektan auditorium dan ruangan Iain, meningkatkan standar kebersihan bioskop, dan menyusun strategi untuk menstabilkan bisnis setelah berhentinya kegiatan operasional.

Pihaknya masih melihat perkembangan situasi sebelum memutuskan waktu untuk membuka bioskop kembali.  Sampai saat ini, kata manajemen, tidak ada satupun konfirmasi adanya kasus Covid-19 di CGV.

"Kami menutup sememara bioskop sebagai Iangkah pencegahan," kata Dian.

Selama masa penutupan ini staff CGV dalam posisi off duty, dengan hak-hak pekerjanya dipenuhi. Dimasa perpanjangan penutupan sementara ini perusahaan menganjurkan kepada mereka untuk mengambil cuti.

"Di bioskop salalu ada 1 cinema manager, 1 staff programming, dan 1 staff nuilding maintenance setiap hari. Untuk karyawan di Kantor Pusat CGV, mereka bekerja dengan sistem work from home," kata Dian.

Sampai surat ini diterbitkan (7 April 2020), mereka menekankan tidak ada PHK karyawan akibat penutupan sementara.

Perusahaan juga belum selesai menghitung kerugian sampai hari ini. Yang pasti selama masa penutupan ini tidak ada pendapatan, dari penjualan tiket, pembelian makanan & minuman, merchandise, pemasangan iklan, promosi produk, dan lainnya.

"Saat ini kami fokus menyusun strategi menstabilkan bisnis kembali. Salah satunya dimulai dengan menurunkan sebisa mungkin beban biaya usaha. Terdiri dari beban biaya karyawan, beban pajak dengan segala variasinya, beban biaya pemeliharaan. dan lainnya," kata Dian.

Perusahaan berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan masalah covid-19 di Indonesia dengan cepat dan menyeluruh agar perkenomonian Indonesia bisa kembali bergairah.

Sebagai pengusaha bioskop mereka berharap agar pemerintah membantu beban pengusaha melalui berbagai kebijakan fiskal yang diarahkan untuk menekan beban perusahaan, seperti membebaskan biaya ataupun menangguhkan berbagai beban biaya seperti pajak bioskop dan lainnya, memasukkan industri bioskop ke dalam Klasifikasi Lapangan Usaha yang mendapatkan fasilitas pembebasan Pph 21 yang ditanggung Pemerintah .

"Kami juga mengharapkan dalam situasi seperti ini untuk dapat diberikan insentif finansial semisal pengurangan pajak tontonan film di beberapa daerah menjadi maksimum 10% (sepuluh persen) untuk menciptakan keselarasan antar daerah. Mengingat sejatinya film diputar di seluruh wilayah Indonesia pada dasarnya sama, dan tidak perlu dibedakan pengenaan pajaknya seperti yang selama ini sudah berjalan untuk pajak restoran dan hotel yang juga menjadi pendapatan daerah," jelas Dian. (M-4)

Baca Juga

AFP/JOHANNES EISELE (STF)

Arloji Cerdas dikembangkan untuk Deteksi Corona

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 29 Mei 2020, 19:35 WIB
Fitbit, bersama dengan Apple, juga berkolaborasi dengan Stanford Healthcare Innovation Lab dalam COVID-19 Wearables...
Unsplash/ William Iven

Tabungan Bertambah Saat WFH? Anda Tetap Disarankan Berhemat

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 29 Mei 2020, 16:55 WIB
Meski banyak orang yang turun pendapatan karena pandemi, banyak pula yang tabungannya justru bertambah karena beruntung masih bergaji penuh...
A Jamieson

Ada Penampakan Spesies Gurita Langka di Palung Sunda

👤Bagus Pradana 🕔Jumat 29 Mei 2020, 13:10 WIB
Mereka menjuluki spesies gurita laut dalam yang mereka temui ini dengan sebutan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya