Rabu 08 April 2020, 02:15 WIB

Ini Aktivitas yang Harus Dihindari Selama PSBB di DKI

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Ini Aktivitas yang Harus Dihindari Selama PSBB di DKI

MI/Ramdani
.

 

ADA sejumlah aktivitas yang dibatasi dan dilarang selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta.

Dasar hukumnya ialah Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam rangka Penanganan Covid-19.

Dalam konferensi pers pada Selasa (7/4), Gubernur Anies Baswedan menjabarkan kegiatan atau aktifitas yang tidak diperbolehkan selama PSBB. Berikut keteranganya ;

1. Kegiatan sekolah masih diliburkan

Selama tiga pekan, DKI Jakarta sudah melaksanakan pembatasan ini. Kegiatan belajar mengajar di sekolah masih ditiadakan selama PSBB.

2. Pembatasan jam operasional transportasi umum

Jam operasional transportasi umum sekaligus jumlah penumpang bakal dibatasi. Mulai beroperasi sejak 06.00 pagi sampai jam 18.00 sore. Ini berlaku untuk semua kendaraan umum yang beroperasi di Jakarta, seperti Transjakarta, MRT Jakarta dan LRT Jakarta.

3. Penghentian kegiatan peribadatan

Penghentian kegiatan peribadatan di rumah-rumah ibadat juga bakal dilarang selama PSBB di DKI Jakarta.

4. Fasilitas umum masih ditutup

Semua fasilutas umum masih ditutup, baik itu fasilitas umum hiburan milik pemerintah maupun milik masyarakat. Seperti taman, balai pertemuan , ruang RPTRA , gedung olahraga, museum, Monas, Ancol, semuanya ditutup selama PSBB.

5. Tidak boleh ada resepsi pernikahan dan perayaan khitanan

Terkait kegiatan sosial budaya juga bakal dibatasi. Pernikahan tidak di larang, tetapi di lakukan di kantor urusan agama (KUA). Resepsi ditiadakan. Pun dengan kegiatan kegiatan perayaan lain seperti perayaan khitanan.

6. Work from home masih Berlaku, kecuali 8 sektor ini:

a. sektor kesehatan;

b. sektor pangan, makanan dan minuman;

c. Sektor energi , sepeti air , listrik gas , pompa bensin, itu semua berfungsi seperti biasa.

d. Sektor komunikasi, baik jasa komunikasi sampai media komunikasi itu bisa berjalan.

e. Sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal itu semuanya berjalan seperti biasa.

f. Kegiatan logistik distribusi barang itu berjalan seperti biasa jadi ini dikecualikan.

g. Kebutuhan keseharian, retail, seperti warung, toko kelontong yang memberikan kebutuhan warga itu dikecualikan,

h. Sektor industri strategis yang ada di kawasan ibu kota.

7. Tidak Boleh Ada Kerumunan Lebih dari 5 Orang

8. Kegiatan organisasi sosial yang terkait dengan penanganan wabah covid-19 bisa terus berkegiatan seperti biasa. Misalnya lembaga lembaga pengelola zakat, lembaga pengelola bantuan sosial, atau NGO di bidang kesehatan.

Akan ada tindakan penertiban bagi warga yang masih berkerumunan lebih dari lima orang. Penindakan ini akan melibatkan kepolisian dan kegiatan patroli bakal ditingkatkan selama PSBB. (OL-8).

 

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Inilah Tiga Tahapan Operasional KRL Menuju New Normal

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Selasa 02 Juni 2020, 16:25 WIB
Di tahap pertama ini akan ada dengan jam operasi mulai pukul 04.00 hingga 18.00 WIB. Jumlah penumpang pun dibatasai menjadi 80 orang per...
Antara/Nova Wahyudi

Ada PSBL, RW Akan Diawasi Ketat Selama 14 Hari

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 02 Juni 2020, 16:21 WIB
Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) menyasar RW yang berstatus zona merah. Nantinya, warga di wilayah tersebut akan...
MI/Susanto

Rehab Dwi Sasono Tunggu Keputusan BNN

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 02 Juni 2020, 15:55 WIB
Aktor Dwi Sasono, 40, mengajukan rehabilitasi setelah polisi menangkapnya karena kasus penyalahgunaan narkoba. Namun, polisi masih menunggu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya