Rabu 08 April 2020, 02:20 WIB

Anies Jangan lagi One Man Show

Anies Jangan lagi One Man Show

ANTARA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan diharapkan tidak lagi sibuk bekerja sendiri setelah terpilihnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Justin Adrian berharap kerja eksekutif bisa lebih produktif. Justin menilai Anies selama ini kurang mampu bekerja sendirian menangani masalah Ibu Kota.

“Harapan kami, Pak Anies jangan one man show lagi. Berdayakan wakil gubernur demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat secara cepat dan efisien,” kata Justin, di Jakarta, kemarin.

Gaya kepemimpinan one man show bisa diartikan di mana segala sesuatu dikerjakan, diputuskan, dan bergantung pada satu pihak. Ia menuturkan, sejak menjabat sebagai gubernur, Anies sudah menggelontorkan Rp250 triliun APBD yang di bawah pelaksanaannya. Namun, Justin mengklaim hasil yang terlihat minim.

Justin mencontohkan, fasilitas pengelolaan banjir yang tidak ada kemajuan yang dapat diperhitungkan. Lalu, sulit saya mencari sungai yang tambah lebar sejak Anies menjabat. 

Infrastruktur di era Anies juga dikritik PSI, seperti berjalan di tempat. “Kami pernah membahas ini dalam diskusi dengan Bang Riza. Semestinya dengan background pendidikan Bang Riza dapat berkontribusi untuk pelaksanaan infrastruktur di Jakart a,” terang Justin.


Selamatkan Jakarta

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco menuturkan terpilihnya Riza harus bisa membantu Anies dalam menangani covid-19.

“Pimpinan pusat menyampaikan Riza supaya segera dilantik, bahu-membahu bersama gubernur selamatkan Jakarta. Pak Anies kan enggak bisa sendirian. Selamatkan Jakarta dalam wabah covid-19,” ujar Dasco.

Menurut Dasco, peran sentral Riza ialah membantu menjembatani Anies dalam hal komunikasi ke pemerintah pusat. Jakarta diketahui menjadi episentrum penularan covid-19. Diperlukan wakil untuk mem-back-up di lapangan. Wagub juga bisa mewakili komunikasi ke pusat, misalnya saat Anies melakukan kegiatan lain. Wakil Gubernur yang bisa turun ke masyarakat, memantau, dan menenangkan masyarakat,” jelas Dasco.

Riza juga diminta bisa memikirkan relokasi anggaran dan bagaimana anggaran itu sampai ketika Jakarta diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu berharap dengan kehadiran Riza di jajaran eksekutif DKI juga bisa menangani masalah setelah pandemi covid-19 berakhir.

Di tempat terpisah, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar menyampaikan pihak Istana Negara masih mempertimbangkan teknis pelantikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Pasalnya, imbauan soal physical distancing harus dipatuhi untuk mencegah
penularan covid-19.

“Soal (pelantikan) itu bukan wilayah kewenangan kami. Itu protokol Istana untuk mempertimbangkan hal-hal teknis pelantikan di tengah covid-19,” kata Bahtiar. (Ins/Put/Ssr/J-1)
 

Baca Juga

Ilustrasi

DKI Belum Putuskan Buka Tempat Ibadah

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 02 Juni 2020, 15:05 WIB
Pemprov DKI Jakarta sampai hari ini belum memutuskan untuk membuka tempat ibadah, karena masih menunggu keputusan evaluasi pembatasan...
MI/PIUS ERLANGGA

​​​​​​​DKI Harus Intensifkan Protokol Kesehatan saat New Normal

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 02 Juni 2020, 14:39 WIB
Pentingnya sosialisasi itu untuk membudayakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di tengah masyarakat saat new...
MI/Pius Erlangga

328 Pekerja Migran Positif Covid-19 Dirawat di Wisma Atlet

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 02 Juni 2020, 14:35 WIB
Sebanyak 783 pekerja migran Indonesia terpapar covid-19. Mereka diinapkan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya