Selasa 07 April 2020, 17:27 WIB

Pemudik Tradisi Syakban di Madura Dipantau Ketat

Mohammad Ghazi | Nusantara
Pemudik Tradisi Syakban di Madura Dipantau Ketat

MI/Mohammad Ghazi
Petugas menyemprotkan hand sanitizer di Terminal Ronggosukowati Pamekasan, Jawa Timur.

 

SATGAS Covid-19 Kabupaten Sampang dan Pamekasan, Jawa Timur, memperketat jalur mudik menjelang perayaan tradisi syakbanan.

Di Madura, tradisi tersebut, biasa dirayakan setiap malam tanggal 15 bulan syakban dalam kalender hijriah atau Rabu (8/4) dalam kalender masehi.

Di Kabupaten Sampang, Satgas Covid-19 setempat membuka posko baru di wilayah utara, tepatnya di Kecamatan Ketapang untuk mengantisipasi masuknya pemudik dari daerah zona merah melalui jalur utara.

Jalur tersebut biasa digunakan pemudik asal Kecamatan Sokobanah, Ketapang, Banyuates, Tamber serta beberapa kevamatan lain di wilayah utara Kabupaten Pamekasan dan Sumenep.

Setiap kendaraan umum maupun pribadi diarahkan masuk ke Posko Satgas untuk diperiksa dan penyemprotan disinfektan.

Ketua Klaster Bidang Kesehatan Satgas Covid-19 Sampang, Asrul Sani, mengatakan ratusan pemudik yang akan merayakan tradisi syakbanan telah menjalani pemeriksaan kondisi tubuh. Sebagian dari mereka berstatus orang dalam risiko (ODR) karena datang dari wilayah zona merah di Jawa Timur dan luar Jatim, termasuk Jakarta.

"Mereka akan berada dalam pemantauan tim medis dari Puskesmas terdekat hingga beberapa hari kedepan sesuai prosedur penanganan Covid, meskipun belum ditemukan yang terindikasi terpapar," katanya, Selasa (7/4).

Sementara di Kabupatren Pamekasan, Satgas Covid setempat memperketat pengawasan terhadap para pemudik. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, Mohammad Ajib Abdullah, seluruh kendaraan pribadi yang datang dari arah Surabaya diarahkan masuk terminal kargo di Jalan Raya Panglegur untuk diperiksa.

Baca juga: Penutupan Jalur Pendakian Gunung Ciremai Diperpanjang

Sementara untuk angkutan umum diarahkan ke Posko Covid di Terminal Ronggosukowati.

"Untuk penumpang yang turun di Pamekasan, kami periksa suhu badan dan penyemprotan disinfektan ke barang bawaan mereka," katanya.

Baca juga: Riau Terima Bantuan 8.500 APD dan 4.800 Rapid Test dari Pusat

Ia menjelaskan terjadi peningkatan arus mudik menjelang perayaan malam Nishfu Syakban yang jatuh pada Rabu (8/4). Sebagian besar pemudik datang dari Kabupaten Malang dan Surabaya.

"Untuk warga Madura yang di Jakarta dan daerah lain yang jauh, biasanya mudik menjelang bulan puasa atau menjelang lebaran," kata Ajib. (X-15)

 


 

 

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Terdampak Covid-19, Pekerja di Objek Wisata Klaten Dapat Bantuan

👤Djoko Sardjono 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 12:15 WIB
Para pekerja di lingkungan objek wisata yang terkena dampak pandemi Covid-19, seperti tukang parkir, pedagang, satpam, dan...
 MI/John Lewar

Seorang Pria Ditemukan Membusuk di Kamar Kos

👤John Lewar 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 11:30 WIB
Pria yang diketahui bernama Deni Sulistio ini merupakan warga asal Desa Hegarsari, Rt/Rw 002/003, Kecamatan Pataruman, Provinsi Jawa...
MI/Martinus Solo

Penumpang KM Fajar Mulia Dikarantina di Raja Ampat

👤Martinus Solo 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 10:15 WIB
Mereka yang melakukan perjalanan ke luar daerah harus memiliki dokumen atau surat lengkap. Ia berharap agar masyarakat tetap menaati...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya