Selasa 07 April 2020, 12:38 WIB

Jaga Daya Beli, Presiden Minta Program Padat Karya Diperbanyak

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Jaga Daya Beli, Presiden Minta Program Padat Karya Diperbanyak

Antara/Adeng Bustomi
Peternak binaan program padat karya tunai memanen ikan lele budidaya di Dusun Cikatomas, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

 

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan seluruh menteri dan kepala lembaga pemerintahan untuk memperbanyak program padat karya tunai di wilayah desa.

Setidaknya, setiap kementerian atau lembaga (K/L) harus bisa meningkatkan jumlah program tersebut hingga lima kali lipat.

"Kalau biasanya membuat 10 program, sekarang harus membuat 50 program. Paling tidak 5 kali lipat. Kalau hanya normal-normal saja tidak akan ada tendangannya," tegas Jokowi, sapaan akrabnya, saat meminpin rapat terbatas, Selasa (7/5).

Baca juga: Presiden Minta Penanganan Covid-19 Dipercepat

Upaya peningkatan program padat karya secara signifikan perlu dilakukan, agar kegiatan perekonomian di level bawah tetap berjalan. Sehingga, daya beli masyarakat tetap terjaga. "Ini ada keadaan tidak normal dan posisi yang sulit. Oleh sebab itu, memperbanyak program-program padat karya tunai adalah menjadi kewajiban semua kementerian/lembaga," tutur Kepala Negara.

Beberapa kementerian yang dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan program padat karya ialah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), serta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Tidak hanya K/L, Jokowi juga meminta pemerintah daerah menggunakan dana desa untuk kegiatan yang melibatkan masyarakat. "Pada masa seperti ini, dana desa bisa digunakan untuk dua hal. Pertama, bantuan sosial bagi warga terdampak covid-19. Kedua, program padat karya tunai. Ini yang harus dipercepat," pungkas Jokowi.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Stimulus Untuk Sektor Kelautan dan Perikanan

Berdasarkan laporan yang diterima sepanjang Januari-Maret 2020, total dana desa yang tersalurkan baru sebesar Rp 9,3 triliun, atau 13% dari target penyaluran tahun ini, yakni Rp 72 triliun.

"Ini masih kecil sekali. Saya minta dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi segera membuat pedoman, memberikan panduan agar program padat karya tunai bisa masif dan tepat sasaran. Harus diberikan prioritas kepada keluarga miskin, pengangguran, setengah pengangguran. Kalau bisa, upah kerja itu diberikan setiap hari. Tetapi kalau tidak bisa ya seminggu sekali," jelasnya.

Namun, dia menegaskan dalam pelaksanaan program padat karya tunai, semua pihak harus menjalankan protokol kesehatan yang ketat, menjaga jarak dan memakai masker. "Sehingga, pelaksanaan program padat karya tunai tidak menganggu upaya memutus rantai penyebaran covid-19," tutup Jokowi.(OL-11)

 

 

Baca Juga

MI/Ramdani

Kemenhub: Pengendalian Transportasi Hari Pertama Lebaran Kondusif

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 24 Mei 2020, 19:07 WIB
Pengawasan menyasar semua arus keluar dan masuk wilayah Jabodetabek, termasuk jalur darat, laut dan...
Antara/Muhammad Iqbal

70% Pesawat Grounded, Garuda Lakukan Prolong Inspection

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 24 Mei 2020, 14:32 WIB
Prolong inspection bertujuan menjaga kelayakan pesawat, karena rute berkurang akibat pandemi...
MI/PIUS ERLANGGA

Sri Mulyani: Tidak Ada Kesehatan, Tidak Ada Ekonomi

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 24 Mei 2020, 13:00 WIB
"Itu sebabnya, pada saat terjadi pandemi, langkah pertama pemerintah adalah mengunci terlebih dahulu dana Rp75 triliun khusus untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya