Selasa 07 April 2020, 10:11 WIB

Sembuh Dari Covid-19 Kajari Bantul Pesan Setop Stres dan Medsos

Ardi Teristi Hardi | Nusantara
Sembuh Dari Covid-19 Kajari Bantul Pesan Setop Stres dan Medsos

DOK Jogja Istimewa TV
Kepala Kejaksaan Negeri Bantul, Zuhandi

 

KEPALA Kejaksaan Negeri Bantul, Zuhandi mengungkapkan kiatnya bisa sembuh dari serangan virus korona. Ia sempat dirawat selama 20 hari di RSUD Panembahan Senopati Bantul karena positif Covid-19. Berita sakitnya memang menggegerkan publik di Kabupaten Bantul. Namun ia optimistis bisa melaluinya disamping bantuan pengobatan dari tim medis.

"Selain upaya pengobatan yang diberikan oleh tim medis, saya tetap optimistis bisa melaluinya. Sikap optimisme pasien jga penting. Dan tim medis juga menyarankan untuk mengurangi menggunakan medsos agar tidak stres. Itu juga penting menjaga psikis diri jangan sampai stres. Pengalaman saya psikis yang tertekan, stres memengaruhi imun tubuh," ungkap Zuhandi, Senin (6/4).

Ia juga mengapresiasi kerja tim medis dalam penanganan Covid-19.

"Dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada, mereka tetap memberi pelayanan kepada para pasien," tambahnya.

Hingga saat ini obat Covid-19 memang belum ditemukan. Namun, dengan kegigihan tim medis untuk merawat dan mengobati pasien serta sikap optimisme pasien, pasien Covid-19 bisa sembuh. Di DIY sendiri sudah ada 6 pasien yang dinyatakan sembuh. Usia mereka beragam dari yang masih empat bulan hingga usia 60 tahun.

Ditemui di Komplek Kepatihan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaning Astutie menceritakan upaya dari tim medis untuk mengobati pasien Covid-19. Ia menjelaskan, Covid-19 akan berinteraksi di dalam tubuh sehingga kesehatan seseorang akan menurun. Oleh sebab itu, untuk melawan virus tersebut, tim medis berusaha meningkatkan imunitas tubuh si pasien dengan mengobati penyakit-penyakit yang muncul.

"Yang tim medis lakukan adalah menjaga dan mengintervensi antibodi pasien lebih baik lagi," jelas dia, Senin (6/4).

Cara mengintervensi antibodi, misalnya jika mengalami demam, tim medis akan mengobati demamnya. Jika mengalami sesak nafas, pasien tersebut diberi oksigen.

Di DIY, selain pasien yang sembuh ada pula pasien yang meninggal dunia. Data yang tercatat hingga Senin (6/4), ada 37 pasien yang dinyatakan positif, 6 pasien sembuh, dan 5 pasien meninggal dunia. Kematian para pasien disebabkan  memiliki penyakit penyerta (comorbid) yang sudah parah.

baca juga: Dua Pengusaha Serahkan Satu Ha Lahan Untuk Makam Khusus Covid-19

Ia mencontohkan, ada pasien positif Covid 19 yang ternyata juga menderita Tb paru dengan HIV positif. Ia kemudian mengalami sesak nafas hingga gagal nafas dan meninggal dunia. Meninggalnya disebabkan oleh gagal nafas karena pasien memiliki penyakit bronkitis dan positif HIV.

"Penyebab meninggal pasien positif Covid-19 belum tentu karena Covid-19," terang dia. (OL-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Kurang Modal Tangani Karhutla

👤RF/DW/PO/PT/N-2 🕔Jumat 03 Juli 2020, 05:40 WIB
Bangka Belitung masih menjadi salah satu daerah dengan tingkat kebakaran hutan dan lahan tergolong tinggi. Tahun lalu, misalnya, kejadian...
MI/RAMDANI

Bank Mandiri Rangkul Alumni UII

👤RO/N-2 🕔Jumat 03 Juli 2020, 05:30 WIB
Demi mendorong peningkatan transaksi elektronik, bank terbesar di Tanah Air itu me­rangkul Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia...
ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Bertumpu pada Rumah Sakit Lapangan

👤Faishol Taselan 🕔Jumat 03 Juli 2020, 05:20 WIB
Jumlah pasien covid-19 di Jawa Timur masih akan naik. Tekanan terberat dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya