Selasa 07 April 2020, 08:12 WIB

Satu Lagi Pasien PDP di Manggarai Barat Meninggal

John Lewar | Nusantara
Satu Lagi Pasien PDP di Manggarai Barat Meninggal

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Ilustrasi pasien covid-19

 

BERTAMBAH  satu lagi pasien dalam pengawasan (PDP) di kabupaten Manggarai Barat NTT meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam, Senin (6/4) pukul 02.00 Wita. Sebelumnya seorang PDP berinisial SS asal Kecamatan Kuwut Barat juga meninggal dunia di ruangan isolasi RSUD Komodo pada 28 Maret lalu. Pasien berinsial INW, 83 merupakan PDP asal Dompu Tente, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat yang meninggal di RS Siloam, tinggal di Serenaru, Kelurahan Wae Kelambuk, Manggarai Barat.

Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula membenarkan hal itu saat dihubungi Media Indonesi Selasa (7/4).

"Meninggal tadi malam atau dini hari di RS Siloam. Berdasarkan pemeriksaan RS Siloam ODP itu sudah PDP," terang Dula dalam pesannya melalui WhatsApp.

Dula menjelaskan proses penguburan PDP tersebut dilakukan sesuai protap atau SOP PDP.

"Sudah dilakukan penguburan secara protap atau SOP PDP. Perlakuan kepada jenazah juga ikut SOP dan protap Covid-19," ucap Dula yang sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Mabar.

"Semua dilakukan atas petunjuk negara dan agar tidak terjangkit kepada orang lain. Bahkan rumah tempat alm tinggal harus diisolasi di bawah pengawasan khusus," lanjut Dula.

Bupati Dula juga belum bisa memastikan apakah pasien PDP itu masuk dalam daftar tertular virus korona atau tidak karena Manggarai Barat belum memiliki alat khusus pemeriksaan sampel darah bagi pasien korona. Jenazah PDP dimakamkan pukul 17.00 Wita kemarin di tanah milik Pemda yang berlokasi di Manjarite.

Amor Johanes pemerhati sosial meminta pemprov dan pemkab untuk memiliki alat yang bisa mendeteksi darah pasien tersebut positif korona atau tidak. Sehingga status penyakit pasien itu jelas. 

baca juga: Antisipasi Banjir, Pintu Air Bendungan Bili-bili Dibuka

"Untuk tes sampel darah saja masih harus dikirim ke daerah lain. Ini yang aneh sehingga membuat masyarakat semakin takut. Terlebih setiap pemakaman orang meskipun bukan berpenyakit korona, harus diperlakukan seperti protap Covid-19. Yang harus diperhatikan adalah hak status sosial pasien dan keluarga," tegasnya. (OL-3)
 

Baca Juga

Antara

Lima Hari Terakhir, Bantul Nihil Kasus Baru Korona

👤Ant 🕔Selasa 26 Mei 2020, 02:25 WIB
total kasus positif di Bantul berjumlah 56 orang, tidak ada perubahan data dibandingkan kasus positif yang tercatat pada 21, 22, 23, 24 Mei...
MI/Hijrah Ibrahim

Walikota Tidore Dirujuk ke RS Rujukan Covid-19 di Ternate

👤Hijarh Ibrahim Jakaria 🕔Senin 25 Mei 2020, 22:33 WIB
Dari pantauan Media Indonesia di Pelabuhan Resident Ternate, Walikota Tidore dirujuk menggnakan speed boat dengan dikawal sejumlah Tenaga...
Antara

Polisi Tak Bermasker Murka Saat Ditegur Petugas

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Mei 2020, 20:50 WIB
Anggota Satlantas Polrestabes Bandung sudah diperiksa dan akan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya