Selasa 07 April 2020, 08:10 WIB

KBRI Washington DC Pantau Kesehatan WNI Lansia

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
KBRI Washington DC Pantau Kesehatan WNI Lansia

AFP/JIM WATSON
Warga menjaga jarak saat akan berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan di Washington, Amerika Serikat.

 

SEBAGAI langkah antisipasi dan deteksi dini dampak pandemi covid-19 terhadap warga negara Indonesia (WNI) di Amerika Serikat (AS), khususnya para lansia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington, DC tengah menyiapkan kegiatan pemantauan kesehatan daring (online) berkala bagi kelompok lansia (usia di atas 60 tahun) yang dinilai lebih rentan terhadap dampak negatif covid-19.

Melansir keterangan tertulis KBRI, Minggu (5/4), kegiatan yang dibantu simpul-simpul komunitas, mahasiswa dan diaspora Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan tersebut akan memantau para lansia yang sebelumnya telah mendaftarkan diri melalui surel maupun nomor hotline KBRI Washington, DC melalui pendataan suhu tubuh secara berkala yang dilaksanakan sebanyak dua kali dalam sehari, yaitu pukul 9.00 dan 19.00.

“Data-data yang masuk baik lewat formulir daring, email, pesan singkat, dan WhatsApp tersebut akan kami buat database sebarannya, dijaga kerahasiaannya, dan dipantau langsung oleh para dokter dan tenaga medis diaspora Indonesia yang tergabung dalam Program Pos Kesehatan KBRI Washington, DC” jelas Theodorus S Nugroho, Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler yang juga bertindak sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan covid-19 KBRI Washington, DC.

Baca juga: Lupakan Rivalitas, Trump dan Biden Bahas Covid-19

Menyadari kelangkaan alat ukur suhu tubuh yang juga menjadi salah satu barang yang paling dicari di AS saat ini, KBRI Washington, DC akan membantu dan mengkoordinasikan penyediaan alat tersebut.

“Bagi para lansia yang belum mempunyai thermometer, untuk tahap pertama ini, KBRI akan membantu penyediaan sekitar 50 buah karena keterbatasan ketersediaan barang saat ini,” sambung Theodorus.

Selain sebagai langkah deteksi dini dan upaya-upaya antisipasi perlindungan, kegiatan ini dimaksudkan juga untuk mempererat komunikasi dan koordinasi komunitas WNI dan diaspora Indonesia.

“Kegiatan ini memiliki semangat dan cakupan yang cukup komprehensif. Selain sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam situasi yang tidak mudah ini, langkah kolektif ini juga adalah bentuk upaya untuk terus meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kekompakan, serta solidaritas dan kepedulian, karena inilah saatnya kita saling bahu membahu, bersatu padu, bergotong royong, dan saling tolong-menolong,” jelas Iwan Freddy Hari Susanto, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Washington, DC.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pos Kesehatan KBRI Washington, DC ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat Indonesia di Washington, DC dan sekitarnya.

Salah satunya adalah Uyung Asikin, WNI sekaligus tokoh atau sesepuh masyarakat Indonesia yang berdomisili di Silver Spring, Maryland.

“Sangat bermanfaat sekali. Apalagi dengan diberlakukannya perintah untuk tetap tinggal di rumah oleh pemerintah setempat dan keterbatasan akses sebagian masyarakat terhadap dukungan medis. Ini merupakan solusi praktis sekaligus dukungan moral serta psikologis yang sangat besar. Kami merasa tenang karena yakin bahwa kami tidak sendirian,” jelasnya ketika dihubungi pejabat KBRI lewat telepon.

Warga lainnya, Tetty, yang bertempat tinggal di Virginia, ikut senang dengan adanya perhatian khusus dari KBRI untuk masyarakat Indonesia lanjut usia di tengah wabah virus korona.

“Bagus sekali program ini. Saya kebetulan punya kenalan salah satu WNI perempuan yang berusia lanjut, 70 tahun, masih sehat dan masih bekerja, dan langsung saya bantu daftarkan begitu mendengar adanya program ini,” kata Tetty dengan penuh semangat.

Sejak diberlakukannya status darurat nasional pada 13 Maret 2020 oleh Presiden Donald J Trump, sebagian besar negara bagian di AS termasuk ibu kota Washington DC telah menerapkan perintah eksekutif “Stay At Home” sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi covid-19.

Perintah itu mengharuskan semua warga untuk tinggal di rumah kecuali untuk keperluan yang sangat penting dan terbatas. Salah satu dampaknya, ruang gerak para lansia pun menjadi semakin terbatas, karena terdapat kekhawatiran mengenai kemungkinan tertular dan terkena dampak kesehatan akut covid-19.

Dalam konteks yang lebih luas, guna memastikan penanganan yang terpadu dan komprehensif terkait dampak pandemi virus korona terutama bagi para WNI di AS, KBRI Washington DC juga terus berkoordinasi dengan seluruh Perwakilan RI se-AS, yang terdiri dari 5 Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Chicago, Houston, Los Angeles, New York, dan San Fransisco, serta Perutusan Tetap RI (PTRI) untuk PBB di New York.

Untuk itu, telah disediakan nomor-nomor layanan darurat/hotline yang dapat dihubungi setiap saat bila Warga Negara Indonesia memerlukan bantuan, khususnya dalam situasi darurat/mendesak. (OL-1)

Baca Juga

AFP

AS akan Larang Semua Maskapai Penerbangan Tiongkok

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 04 Juni 2020, 08:31 WIB
Penangguhan penerbangan oleh maskapai Tiongkok ini dilakukan  setelah Beijing tidak mengizinkan maskapai Amerika untuk melanjutkan...
AFP/Christopher Black

WHO Lanjutkan Uji Coba Hidroksiklorokuin untuk Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 04 Juni 2020, 07:30 WIB
Lebih dari 3.500 pasien telah direkrut di 35 negara untuk mengambil bagian dalam uji coba...
AFP/GETTY IMAGES/MARIO TAMA

Warga Houston Kenang George Floyd

👤AFP/Nur/X-11 🕔Kamis 04 Juni 2020, 05:26 WIB
Tidak ada WNI yang terdampak demonstrasi yang terjadi di AS terkait dengan kematian George...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya