Selasa 07 April 2020, 07:35 WIB

Panen Jagung Tahun Ini Diperkirakan Melimpah

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Panen Jagung Tahun Ini Diperkirakan Melimpah

ANTARA
Buruh tani memanen jagung di Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/3/2020).

 

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mendukung upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan ketersediaan jagung beberapa tahun ke depan. Menurut Winarno, ketersediaan jagung akan meningkat tajam seiring masa panen raya yang terus berlangsung.

"Saya sangat yakin bahwa persediaan jagung selama beberapa tahun ke depan tidak akan kekurangan. Apalagi Kementan sudah sangat baik menyediakan data kebutuhan jagung mulai dari benih, perlengkapan alat panen dan data hasil panen," ungkap Winarno dilansir dari keterangan resmi, Senin (6/4).

Lebih lanjut, Winarno mengatakan saat ini Kementan sudah memegang sistem satu data untuk sektor pertanian. Sistem ini yang menjadi rujukan utama untuk mengetahui total luas lahan di seluruh Indonesia.

Sebagai catatan, harga jagung di pasaran kini berada di angka normal, yakni sekitar Rp4 ribu hingga Rp 4.500 per kilogram pipil kering panen. Lebih dari itu, pemerintah bahkan bisa melakukan ekspor karena persediaan jagung dalam negeri sudah terpenuhi.

"Di tengah kondisi pandemi virus covid-19 ini stok jagung kita dipastikan aman dan terkendali, bahkan bisa ekspor," pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) Sholahuddin. Ia menilai upaya Kementan untuk meningkatkan produksi jagung sudah sangat maksimal. Hal itu dilihat dari catatan hasil panen di beberapa wilayah.

"Di beberapa wilayah sudah mulai panen jagung sejak pertengahan bulan lalu dan sampai bulan ini masih terus panen. Ini menjadi bukti bahwa kinerja Kementan dalam meningkatkan produksi patut diacungi jempol," ujar Sholahuddin.

Akan tetapi, Sholahuddin mengatakan ada sedikit gangguan oleh serangan tikus dan ulat grayak di tanaman jagung pada umur 20-30 HST. Selain itu, curah hujan tinggi beberapa waktu lalu juga dapat mempengaruhi hasil panen.

Adapun, untuk rata-rata produktivitas jagung secara nasional sekitar 6 ton per hektare. Produktivitas jagung paling tinggi mencapai di atas 8 ton per hektare khusus di wilayah sentra-sentra utama produksi jagung.

Sholahuddin berharap pemerintah dapat memberikan bantuan tambahan benih dan Alsintan di beberapa wilayah agar dapat memacu produktivitas panen mereka hingga berlipat-lipat.

"Bantuan tersebut akan sangat membantu para petani dalam meningkatkan hasil panennya dan juga bisa semakin memberikan kontribusi mereka terhadap ketersediaan pangan," tutupnya. (E-3)

Baca Juga

Antara/Aprilio Akbar

BI Beri Bunga 1,5% untuk Penempatan GWM Perbankan

👤Antara 🕔Kamis 04 Juni 2020, 07:00 WIB
Pemberian bunga jasa kepada bank itu sebagai bentuk berbagi beban atau sharing the pain kepada pelaku ekonomi lainnya di tengah situasi...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Kepercayaan Investor makin Kukuh

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 04 Juni 2020, 06:20 WIB
Rupiah bergerak menguat mendekati level 14.000 per US$ dan indeks harga saham gabungan (IHSG) menuju level psikologis...
MI/Susanto

Penerbangan Jakarta-Jayapura Kembali Dibuka Mulai 10 Juni

👤Antara 🕔Kamis 04 Juni 2020, 06:11 WIB
Pelayanan transportasi udara di Jakarta-Jayapura pulang pergi hanya diberlakukan untuk penerbangan langsung (direct). Ada lima maskapai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya