Minggu 05 April 2020, 14:40 WIB

Imbas Covid-19 Ribuan Karyawan Hotel di Lombok Barat Dirumahkan

Yusuf Riaman | Nusantara
Imbas Covid-19 Ribuan Karyawan Hotel di Lombok Barat Dirumahkan

Antara
Pegawai hotel tengah melayani wisatawam di salah satu hotel.

 

SEDIKITNYA 1.316 karyawan hotel di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) terpaksa dirumahkan akibat merebaknya Covid-19.

"Berdasarkan data dalam himpun cepat kemarin, ada 17 hotel yang mengirimkan data, mereka terpaksa merumahkan para karyawannya karena sepinya okupansi akibat virus Corona," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, Saepul Ahkam saat melakukan pengecekan kondisi terkini di Kawasan Senggigi Lombok Barat, Sabtu (4/4).

Ahkam bahkan menyebutkan setidaknya ada 7 hotel yang mengambil kebijakan menutup usahanya untuk sementara waktu. Untuk para karyawan, Ahkam memastikan kebijakan merumahkan terpaksa diambil oleh manajemen hotel agar mereka bisa bertahan di masa yang sulit ini.

"Tidak hanya hotel, tapi termasuk usaha hiburan, restoran, dan jasa usaha wisata lainnya, bisa jadi juga mengambil kebijakan yang sama," ujar Ahkam.

Ahkam menyebutkan pihaknya akan terus berusaha menghimpun data tersebut sebagai basis data bagi pemerintah untuk mengkaji penanganan dampak sosial ekonomi dari wabah virus Corona itu.

"Kita akan komunikasikan ke Pemerintah Pusat melalui Provinsi agar para pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa mendapat stimulus program yang mampu membantu mereka dari kesulitan bekerja," katanya.

Pasca maklumat dari Pemerintah, kawasan Senggigi yang menjadi primadona wisata di Lombok Barat seperti mati setelah keluarnya edaran untuk mengantisipasi wabah virus Corona.

"Semua usaha hiburan tidak ada yang buka, restoran pun banyak yang tutup, hanya beberapa restoran kecil dan pedagang kaki lima yang masih buka tapi tidak melayani makan di tempat," kata Ahkam yang juga sedang menjabat sebagai pelaksana tugas Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Lombok Barat.

Ditanya soal stimulus kemudahan atas kewajiban pajak dan retribusi bagi usaha pariwisata, dia belum bisa memastikan apakah akan ada stimulus keringangan bagi mereka yang menjadi wajib pajak dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

"Pariwisata ini salah satu penyumbang PAD bagi Lombok Barat. Keputusan Pemerintah Pusat, hanya KEK Mandalika yang mendapat kemudahan soal pajak, Senggigi tidak," tegas Ahkam.

Namun seperti halnya saat bencana gempa dahulu, Ahkam menduga bisa jadi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akan memberikan kemudahan bagi wajib pajak pelaku pariwisata.

"Saya tidak tahu pasti, tapi yang paling mungkin itu keringanan soal waktu, denda, atau bahkan pengurangan pada item pajak retribusi tertentu," kata Ahkam. (OL-13).

Baca Juga: Dilema Para ‘Phim’ dan Ancaman Terinfeksi Virus Korona di Bangkok

Baca Juga: Pemprov DKI Data Pekerja Seni Terdampak Covid-19

Baca Juga

Ist

Kabupaten Pidie Lakukan Langkah Antisipasi Perubahan Iklim

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Juni 2020, 12:58 WIB
Pembangunan akses jalan di hutan dan pegunungan di Pidie untuk memudahkan dalam upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan saat musim...
MI/Rendy Ferdiansyah

New Normal, Setiap Hari ASN Babel Harus Berjemur

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Selasa 02 Juni 2020, 12:15 WIB
"Apel pagi sudah tidak ada lagi, diganti dengan berjemur, tetapi ASN harus tetap...
ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Pemkab Pulang Pisau Dukung Pembangunan Kawasan Food Estate

👤Surya Sriyanti 🕔Selasa 02 Juni 2020, 11:56 WIB
Pemerintah pusat mempersiapkan Kabupaten Pulang Pisau menjadi kawasan food estate di Kalimantan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya