Minggu 05 April 2020, 12:40 WIB

Giliran Pejabat dan DPRD Cianjur Ikut Rapid Test Covid-19

Benny Bastiandy | Nusantara
Giliran Pejabat dan DPRD Cianjur Ikut Rapid Test Covid-19

Ant/Novrian Arbi
Petugas kesehatan memeriksa sampel darah saat Rapid Test COVID-19 di Taman Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (4/4)

 

PARA pejabat dan wakil rakyat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diagendakan masuk daftar yang akan dites cepat (rapid test) virus korona. Skrining bagi mereka akan dilakukan setelah semua yang menjadi prioritas telah melaksanakannya karena keterbatasan alatnya.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan alat rapid test merupakan bantuan dari Pemprov Jabar. Pekan ini bantuan rapid test yang diterima sebanyak 2 ribu buah.

"Bantuan 2 ribu rapid test ini merupakan tahap ketiga. Prioritasnya ODP (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam pengawasan). Kemudian semua tenaga kesehatan. Baru setelah itu para pejabat yang diprioritaskan eselon II, kemudian anggota DPRD," kata Yusman, Minggu (5/4).

Sebelumnya pada tahap pertama dan kedua, kata Yusman, jumlah bantuan alat rapid test yang diterima kurang 190 buah. Rinciannya, tahap pertama sebanyak 40 buah dan tahap kedua sebanyak 150 buah.

"Sudah beberapa tahap kita mendapat bantuan rapid test. Yang pertama 40. Itu untuk yang mengisi aplikasi Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat). Kemudian kita tes juga teman-teman dari Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Hasilnya semua negatif. Kemudian tahap kedua, itu kita mendapatkan lagi sekitar 150 alat rapid test. Itu juga sudah dipakai dan didistribusikan. Terutama yang diprioritaskan ODP dan PDP dulu," beber Yusman yang juga menjabat Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur.

Yusman menuturkan, rapid test merupakan alat skrining awal yang mengecek imunitas tubuh. Secara umum bisa dikatakan, rapid test hanya mengecek imun tubuh saat sedang melawan virus yang ada di dalam tubuh.

"Menurut data, akurasi (rapid test) itu 90%. Rapid test itu yang dinilai bukan badan kuman atau RNA (ribonucleic acid), tapi imunitas tubuh kita. Jadi ketika ada virus masuk ke dalam tubuh, itu otomatis immun muncul melawan. Nah, yang kita tangkap yang muncul itu," jelasnya.

Sehingga, lanjut Yusman, bisa dikatakan hasil rapid test hanya sebagai skrining awal. Untuk memastikan seseorang positif atau negatif Covid-19, perlu dibuktikan dengan pemeriksaan swab. "Kalau hasil swab positif, berarti 100%," imbuhnya.

Selain rapid test, perlengkapan yang dirasakan cukup minim keberadaannya yakni alat pelindung diri (APD), satu di antaranya hazmat atau pakaian dekontaminasi maupun masker dan lainnya. Yusman mengaku sudah mengusulkan jauh-jauh hari kebutuhan tersebut.

"Saat ini Cianjur masuk daftar tunggu. Ini karena memang semua rumah sakit membutuhkannya. Tapi mungkin persediaan di distributor juga terbatas. Mudah-mudahan 1-2 pekan ke depan bisa terpenuhi kebutuhan APD ini," harapnya. (OL-13)

Baca Juga: Pulang Dari Lemdikpol Sukabum 18 Polisi Dikarantina di SPN Kupang

Baca Juga: Madonna Sumbang US$1 Juta untuk Penelitian Vaksin Covid-19

 

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Warga di Satu Gang Kota Denpasar Diisolasi Total

👤Arnoldus Dhae 🕔Rabu 27 Mei 2020, 11:03 WIB
Ada warga positif, satu gang diisolasi mulai 25 Mei 2020 hingga 14 hari ke depan yakni sampai 8 Juni 2020. Artinya selama dua minggu...
ANTARA FOTO/Aji Styawa

Cuaca Buruk,Tanaman Padi di 7 Desa Terancam Gagal Panen

👤Alexander P Taum 🕔Rabu 27 Mei 2020, 10:43 WIB
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Nagekeo, NTT menyebabkan tanaman padi siap panen di tujuh desa...
MI/Kristiadi

Ratusan Kendaraan Masuk Jalur Gentong Dipaksa Putar Balik

👤Kristiadi 🕔Rabu 27 Mei 2020, 10:07 WIB
Tercatat ada 139 kendaraan roda empat dan roda dua yang diputarbalikkan di Jalur Gantong karena tidak memiliki surat izin masuk ke Jakarta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya