Minggu 05 April 2020, 11:20 WIB

Lockdown di Seluruh Dunia Bisa berlangsung Berminggu-minggu Lagi

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Lockdown di Seluruh Dunia Bisa berlangsung Berminggu-minggu Lagi

AFP/Josep LAGO
Seorang pekerja mengantarkan piza kepada petugas medis di sebuah rumah sakit di Barcelona, Spanyol.

 

SPANYOL, Jerman, dan Inggris menjadi negara-negara yang mengatakan tindakan penguncian wilayah atau lockdown kemungkinan masih akan berjalan saat kematian akibat virus korona baru (Covid-10) di Italia mencapai 15 ribu jiwa.

Para pejabat dari Jerman hingga Spanyol mengatakan mereka memperkirakan kondisi lockdown yang ketat akan berlangsung selama berminggu-minggu lebih lama.

Komentar itu datang ketika Italia melihat korban meninggal akibat pandemi melebihi 15 ribu jiwa dan jumlah infeksi di Amerika Serikat (AS) mendekati 300 ribu orang.

Baca juga: Tingkat Infeksi Covid-19 di Spanyol Hampir Melewati Puncak

Virus itu telah menewaskan 15.362 orang di Italia, kata para pejabat, Sabtu (4/4), sementara jumlah total kasus yang dikonfirmasi di negara itu naik menjadi 124.632 kasus.

Namun, jumlah pasien dalam perawatan intensif telah turun untuk pertama kalinya sejak pelacakan wabah dimulai, kata badan perlindungan sipil Italia.

Pada Sabtu (4/4), tercatat 3.994 orang dalam perawatan intensif, turun dari jumlah sebelumnya 4.068 orang.

Sementara lockdown saat ini berlanjut hingga pertengahan April, langkah-langkah itu dapat diperpanjang hingga 1 Mei, kata komisioner darurat Italia, Angelo Borrelli, Jumat (3/4).

Dalam beberapa hari terakhir, banyak fokus krisis Covid-19 telah bergeser ke AS, tempat lebih dari 290 ribu orang dinyatakan positif.

Pusat epidemi adalah di Negara Bagian New York, rumah bagi lebih dari 3 ribu dari 7 ribu kematian di 'Negeri Paman Sam' itu akibat virus korona.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan pemerintah Tiongkok memfasilitasi pengiriman 1.000 ventilator ke sana.

Italia dan Spanyol tetap menjadi negara yang paling terpukul di dunia, dengan angka kematian gabungan lebih dari 27 ribu jiwa.

Infeksi telah melonjak hingga hampir seperempat juta, membuat petugas layanan kesehatan mengambil risiko luar biasa ketika mereka berjuang untuk mengobati antrian pasien yang tampaknya tak berujung.

Di Roma, kepala persatuan dokter rumah sakit Italia berusaha menahan air mata saat ia merinci korban krisis yang telah menimpa mereka yang ada di garis depan.

"Ini adalah kondisi stres yang tidak terlukiskan," kata Carlo Palermo, mengutip laporan dua perawat yang melakukan bunuh diri.

"Saya dapat memahami mereka yang melihat kematian di hadapan mereka setiap hari, yang berada di garis depan, yang bekerja dengan seseorang yang mungkin telah terinfeksi, kemudian beberapa hari kemudian Anda melihatnya di ICU atau meninggal."

Di Spanyol, Kementerian Kesehatan mengatakan lebih dari 18 ribu petugas kesehatan terinfeksi, yang mencakup sekitar 15% dari kasus yang dikonfirmasi di negara itu.

Pejabat di Jerman melaporkan sedikit penurunan dalam kasus baru, dari 6.174 sehari sebelumnya menjadi 6.082 kasus. Kanselir Angela Merkel mengatakan lockdown nasional dapat melampaui Paskah.

Di Inggris, tempat angka kematian harian melonjak 20% menjadi 708 pada Sabtu (4/4) menjadi total 4.313 kematian, seorang penasihat pemerintah terkemuka berspekulasi lockdown dapat berlaku hingga Mei.

Dari Timur Tengah, setelah melaporkan 2.179 kasus dan 29 kematian, para pejabat di Arab Saudi, Sabtu, mengumumkan lockdown dan jam malam sebagian di tujuh lingkungan kota Jeddah di Laut Merah.

Sementara itu kantor berita pemerintah Dubai melaporkan rencana untuk lockdown dua pekan. (The Guardian/OL-1)

Baca Juga

AFP

Pasar Malam di Jepang di Era Normal Baru

👤MI 🕔Kamis 28 Mei 2020, 02:10 WIB
KETIKA pasar malam di Jepang perlahanlahan dibuka kembali, sekelompok operator taman bermain telah merilis pedoman...
AFP

Amerika Latin Jadi Pusat Baru Pandemi Global

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 28 Mei 2020, 01:45 WIB
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa Benua Amerika menjadi pusat baru pandemi...
AFP/Ahmad Gharabli

Masjidil Aqsa Akan Dibuka Kembali Akhir Pekan ini

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 27 Mei 2020, 22:09 WIB
"Semua pintu di Masjidil Aqsa akan dibuka sejak subuh pada Minggu," kata Direktur Masjidil Aqsa Omar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya