Sabtu 04 April 2020, 21:28 WIB

Ini Instruksi Gubernur Sumut ke Kepala Daerah dan Direktur RS

Yoseph Pencawan | Nusantara
Ini Instruksi Gubernur Sumut ke Kepala Daerah dan Direktur RS

Antara
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi

 

GUBERNUR Sumatra Utara Edy Rahmayadi mengeluarkan beberapa instruksi terkait penanganan pandemi virus korona (covid-19).

Selain mengenai regionalisasi rumah sakit (RS) rujukan covid-19, dia juga menginstruksikan bupati dan wali kota se-Sumut untuk mengawasi langsung seluruh rumah sakit di wilayah masing-masing.

Kemudian menanggung pembiayaan penanganan jenazah bagi penduduknya. Lalu memberikan tindakan tegas kepada rumah sakit yang tidak mengindahkan instruksi itu.

Baca juga: Sumut Pastikan Seorang Pasien Positif Korona Sembuh

Dalam instruksi itu, Gubernur juga menyampaikan kepada direktur RS se-Sumatra Utara agar tidak menolak pasien yang terindikasi mengidap covid-19.

Mereka juga diwajibkan memberikan pelayanan perawatan dan pertolongan kepada setiap pasien, terutama yang terindikasi terinfeksi covid-19 dengan kemampuan masing-masing.

Lalu mereka pun diinstruksikan menyediakan fasilitas kesehatan berupa ruangan khusus, alat pelindung diri (APD), atau perlengkapan lain yang dibutuhkan dalam penanganan pasien covid-19.

Baca juga: Wali Nagari di Agam Diwajibkan Beli Produk Pangan Lokal

Berikutnya, pasien rujukan yang terindikasi covid-19 harus dikomunikasikan dengan RS penerima rujukan. Sementara RS penerima rujukan harus menangani pasien sesuai dengan regionalisasi.

Jika tidak mampu menangani pasien covid-19, RS penerima rujukan dapat melakukan rujukan kembali ke RS rujukan atau rumah sakit darurat covid-19.

Baca juga: Wakapolres di Sumbar Undur Pernikahan Anak, Polwan Tunda Resepsi

Dalam instruksinya itu Gubernur pun mengatur setiap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau Orang Dalam Pemantauan (ODP) jika meninggal di rumah sakit wajib ditangani dengan Pedoman, Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Lalu setiap RS yang melakukan pemulasaran jenazah wajib melibatkan dokter spesialis forensik sebagai dokter yang bertanggungjawab terhadap pemulasaran. (X-15)

Baca Juga

Antara

Selain Risma. Khofifah Juga Telepon Doni Monardo soal Mobil Lab

👤Henri Siagian 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:43 WIB
"Kami mengirim surat permohonan dukungan percepatan penegakan diagnosis covid-19. Di dalam surat, kami mengajukan permohonan 15 unit...
Antara

Mobil Lab Dipakai di Daerah Lain, Risma Mengadu ke Doni Monardo

👤Henri Siagian 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:22 WIB
Awalnya, kata dia, mobil itu digunakan untuk pasien di Asrama Haji dan Dupak Masigit. Mobil laboratorium yang mestinya di Asrama Haji pada...
Antara

Amankan Pasokan Beras, Percepat Musim Tanam Kedua

👤Palce Amalo 🕔Jumat 29 Mei 2020, 21:55 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya melakukan gerakan percepatan tanam padi di lahan seluas 5,6 juta hektare...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya