Sabtu 04 April 2020, 20:13 WIB

Suasana Haru di Pelepasan Napi di Lembata

Alexander P Taum | Nusantara
Suasana Haru di Pelepasan Napi di Lembata

MI/Alexander P Taum
Pelepasan warga binaan LP Lembata, NTT

 

SEBANYAK 25 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas III Lembata, Nusa Tenggara Timur, dilepaskan dalam suasana haru.

Sebagian dari warga binaan juga menangis saat menjalani proses pelepasan pada Sabtu (4/4).

Pelepasan itu adalah bagian dari pencegahan penyebaran virus korona (covid-19) yang menjadi program nasional.

Baca juga: Rapat belum Video Call, Bupati Taput: Belum Semua Kades Bisa

Di Lembata, pelepasan sudah berlangsung sejak Jumat (3/4) terhadap empat warga binaan. Adapun empat warga binaan lain yang masih menjalani sidang oleh Tim Pengamat pemasyarakatan (TPP) akan dilepaskan pada Minggu (5/4).

Pembebasan narapidana dilaksanakan terkait program asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19 sesuai Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 dan Kepmenkumham N. M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020.

Baca juga: Pantai Kuta Ditutup Total

Mengomentari suasana haru, Kepala LP Kelas III Lembata Andrea Wisnu Saputro menilai karena seluruh aspek kehidupan di LP Kelas III Lembata dibangun dalam nuansa kekeluargaan.

"Kami di sini juga adalah teman, sahabat, dan keluarga mereka. Kadang menjadi orang tua mereka. Memang ada suasana Bahagia tapi juga ada suasana sedih. Ini pendekatan  pembinaan yang tetap harus dijaga dan dilanjutkan," kata dia.

Baca juga: Pemprov DIY Siapkan Makam Pasien Korona di Sleman dan Bantul

Dalam kesepatan itu, Andrea mengingatkan para narapidana tentang status asimilasi.

"Kalau asimilasi masih ada ikatan dengan LP. Program ini dijalankan oleh Kementerian Hukum dan Ham dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19. Maksudnya untuk mengurangi kepadatan di LP," ujar Andrea.

Ia mengingatkan para narapidana untuk tidak bepergian dari rumah jika tidak ada kebutuhan sangat penting.

Dia juga berharap warga binaan dapat memberi manfaat kepada keluarga. Ia juga mengingatkan warga binaan untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi pidana sebab asimilasi dapat dicabut sewaktu-waktu.

Andrea menambahkan, karena masih dalam tahap asimilasi, para narapidana masih dalam pantauan pihak LP.

"Sewaktu-waktu petugas akan mengunjungi di rumah mereka masing-masing untuk memantau keadaan," ungkap Wisnu. (X-15)

Baca Juga

Antara

Awasi PSDD, Anggota Polisi di Jayapura Ditabrak Pemabuk

👤Henri Siagian 🕔Selasa 02 Juni 2020, 16:16 WIB
Saat itu, korban Bripda Tri Indra Pamungkas, 19, sedang mengawasi PSDD di perempatan Dok...
MI/Lilik Dharmawan

Purbalingga belum akan Terapkan New Normal

👤Lilik Dharmawan 🕔Selasa 02 Juni 2020, 15:30 WIB
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan sampai sekarang kasus positif covid-19 di Purbalingga masih...
dok.medcom

Banjarmasin Urung Terapkan New Normal Covid-19

👤Denny S 🕔Selasa 02 Juni 2020, 15:25 WIB
TERUS bertambahnya angka penderita virus korona (Covid-19) membuat Pemerintah Kota Banjarmasin mengurungkan penerapan kebijakan new...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya