Sabtu 04 April 2020, 12:04 WIB

Kementan Jaga Supply-Demand Ayam Ras Seimbang Saat Wabah Covid-19

Denny Parsaulian S | Ekonomi
Kementan Jaga Supply-Demand Ayam Ras Seimbang Saat Wabah Covid-19

DOK KEMENTAN
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita.

 

Menghadapi wabah COVID-19, Kementerian Pertanian meminta semua pihak berkepentingan untuk terus memperjuangkan keseimbangan pasokan-permintaan ayam ras. Salah satu yang akan dilakukan adalah yang mendorong integrator mengalokasikan CSR dalam bentuk karkas beku untuk petugas medis dan masyarakat di wilayah terdampak wabah COVID-19. 

"Kita sedang membahas rencana ini, mudah-bisa segera membahas kita mewujudkan kerangka antisipasi ekonomi dan sosial COVID-19," jelas I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan di Jakarta, Sabtu (4/4/2020). 

Lebih lanjut, Ketut menjelaskan langkah-langkah penting lainnya di dalam persyaratan keseimbangan pasokan dan permintaan Ditjen PKH akan terus mendorong integrator untuk mendukung pemotongan di RPHU, dengan cara menambah waktu pemotongan operasional menjadi 15 jam per hari dan menyimpan karkas beku di cold storage. 

Baca Juga:  Kementan Pastikan  Stok Daging  Ayam dan Telur Jelang HBKN Aman

"Ini penting dilakukan sebagai upaya mengurangi peredaran livebird di pasar becek, sehingga stabilisasi harga livebird dapat dicapai," tambahnya.

Ketut juga mengatakan tentang kerangka keseimbangan pasokan-permintaan ayam ras ini, Ditjen PKH telah menerbitkan Surat Edaran Dirjen Peternakan dan Keswan Nomor 2669 tentang Pengurangan (pemotongan) Telur Penetasan (HE) berumur 19 hari pada bulan Maret sebesar 17,5 juta butir untuk menemukan perusahaan pembibit. 

"Realisasinya mencapai 22,8 juta butir atau 130,3% melebihi target. Ini bisa langsung mengurangi produksi DOC FS sebanyak 21,6 juta ekor dibandingkan dengan ayam broiler pada bulan April sebesar 23,8 ribu ton," jelasnya.

Baca Juga: Stok Daging masih Aman hingga 6 Bulan ke Depan

Sementara itu, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Sugiono mengatakan bahwa bersamaan dengan keluarnya Surat Edaran tersebut, dilakukan juga dengan menjalankan pengaturan tunda yang digunakan sebagai CSR perusahaan pembibit untuk digunakan ke sekolah, pesantren, dan masyarakat yang terdampak sebagai wabah COVID-19. Menurutnya jenis telur untuk pengaturan tunda adalah telur tetas fertil (tertunas) yang sebenarnya untuk ditetaskan namun layak untuk dikonsumsi. 

"Selama bulan Maret telah terealisasi penyaluran telur tetas sebesar 4,5 juta butir atau 45% dari target 10 juta butir, setara dengan DOC FS sebanyak 3,6 juta ekor atau setara dengan daging ayam broiler sebanyak 4 ribu ton," imbuhnya. 

Berdasarkan potensi produksi, hasil pemotongan HE berumur 19 hari dan pengaturan tunda pada bulan Maret, maka terealisasi DOC FS sebanyak 25,3 juta ekor atau setara dengan daging ayam broiler sebanyak 27,9 ribu ton. Implementasi kebijakan tersebut menjadikan potensi produksi daging ayam broiler bulan April sebesar 340,9 ribu ton.

"Dengan perkiraan kebutuhan daging pada bulan April sebesar 291,2 ribu ton, maka masih ada surplus sebesar 49,7 ribu ton. Surplus ini akan sangat baik untuk digunakan pada cadangan pangan saat ada wabah Covid-19 ini" jelas Sugiono. 

Pada Bulan Maret 2020, juga telah dilakukan setelah PS berumur lebih dari 60 minggu oleh perusahaan pembibit dan terealisasi sebanyak 1,02 juta ekor betina PS (34,24%) dan 88,4 ribu ekor PS jantan (35,15%). Dari 27 perusahaan pembibit, saat ini baru 8 perusahaan yang sudah merealisasikan afkir PS (realisasi 8-69%).

"Kita sudah layangkan surat teguran kepada seluruh perusahaan pembibit, agar segera melakukan pembayaran PS umur> 60 minggu sesuai SE Dirjen No. 2106 / SE / PK.230 / F / 02/2020," tambahnya.

Sementara untuk Mei, menurut Sugiono potensi produksi ayam broiler adalah sebesar 332,7 ribu ton dengan kebutuhan sebanyak 305,2 ribu ton sehingga masih ada surplus sebesar 27,5 ribu ton. 

"Kami berusaha untuk mengatasi Ramadhan dan Idul Fitri, stok daging ayam mencukupi," pungkasnya. (RO / OL-10)

Baca Juga

Istimewa

Tips agar Bisnis Berkelanjutan Dalam Pandemik Covid-19

👤Muhammad Fauzi 🕔Selasa 02 Juni 2020, 21:50 WIB
PANDEMIK Covid-19 membawa perubahan dalam bisnis kedepan. Khususnya dalam perilaku konsumen dan...
Dok Setpres

Presiden Bersyukur Perekonomian masih Bertumbuh

👤Nur Azizah 🕔Selasa 02 Juni 2020, 20:42 WIB
Selain aktivitas perekonomian, tempat ibadah pun akan segera dibuka secara...
Antara/Hafidz Mubarak

Luhut: Ekspor Besi dan Baja Bantu Ekonomi Indonesia

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 02 Juni 2020, 20:36 WIB
Saat ini, sejumlah kontributor utama PDB mengalami pelemahan. Mulai dari perdagangan, pertanian, konstruksi, hingga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya