Sabtu 04 April 2020, 06:15 WIB

BPBD Lebak Waspadai Bencana Alam Dalam 24 Jam

Antara | Nusantara
BPBD Lebak Waspadai Bencana Alam Dalam 24 Jam

ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Warga berjalan di antara longsoran tanah di Kampung Cinyiru, Lebak, Banten, Sabtu (28/3/2020).

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mewaspadai bencana alam di daerah itu dalam 24 jam karena menghadapi cuaca ekstrem yang disertai hujan lebat, angin kencang dan sambaran petir.
  
"Semua petugas kebencanaan dan relawan berada di posko utama untuk melayani masyarakat jika terjadi bencana alam," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi di Lebak, Jumat (3/4).
  
Diprakirakan cuaca ekstrem berlangsung satu pekan ke depan, sehingga perlu diwaspadai bencana banjir, longsor, pergerakan tanah dan angin kencang. Selama ini, wilayah Kabupaten Lebak menjadikan daerah langganan bencana alam jika menghadapi cuaca ekstrem. Bahkan, awal 2020 diterjang banjir bandang dan longsor hingga dilaporkan sembilan orang meninggal dunia dan ribuan warga mengungsi. Selain itu juga infrastruktur jembatan, sekolah, pesantren, tempat ibadah hingga perumahan rusak berat hingga hanyut.
  
Oleh karena itu, BPBD Lebak mewaspadai cuaca ekstrem tersebut untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa.
  
"Kami bergerak cepat melayani evakuasi pertolongan warga jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam," kata Kaprawi. 
  
Ia mengatakan, saat ini, warga yang rawan terdampak bencana alam karena mereka tinggal di pemukiman yang lokasinya berdekatan dengan bantaran sungai, perbukitan dapat pegunungan,termasuk di wilayah hutan konservasi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Selama ini, warga yang tinggal di daerah itu jika curah hujan tinggi maka sebaiknya mengungsi ke lokasi yang lebih aman dan nyaman.
  
"Kami minta warga tetap waspada agar tidak menjadi korban bencana alam sehubungan memasuki cuaca ekstrem itu,"; katanya.

baca juga: Cianjur Geser Sejumlah Anggaran
  
Ia menyebutkan, BPBD Lebak menyiapkan peralatan evakuasi guna menyelamatkan masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana banjir dan longsor. Peralatan evakuasi itu, di antaranya perahu karet, pakaian pelampung, genset, gas,kendaraan operasional dan alat berat. Selain itu juga tenda, persediaan logistik dan obat-obatan agar tidak menimbulkan kerawanan pangan dan serangan penyakit.
  
"Kami mengutamakan penanganan keselamatan sehingga peralatan evakuasi itu harus dalam kondisi baik," terang Kaprawi. (OL-3)


 

Baca Juga

Dok.MI

Gempa 6,1 SR Guncang Jepara, Jateng

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 07 Juli 2020, 06:29 WIB
Adapun lokasi gempa adalah 53 kilometer arah Barat Laut Jepara,...
(Rendy Ferdiansyah)

Ekspor Hasil Pertanian Jalan Terus

👤(RF/N-2) 🕔Selasa 07 Juli 2020, 06:25 WIB
TEKANAN berat wabah covid-19 tidak memperlambat laju ekspor hasil pertanian dari Bangka...
 LILIK DARMAWAN

Hadapi Kemarau, Lebih Baik dari Tahun Lalu

👤(HT/LD/RF/GL/N-2) 🕔Selasa 07 Juli 2020, 06:15 WIB
KABUPATEN Wonogiri, Jawa Tengah, lebih siap menghadapi kemarau dan bencana...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya