Sabtu 04 April 2020, 06:25 WIB

Hati Emas Marcus Rashford

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola
Hati Emas Marcus Rashford

Seno
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group

 

PEMAIN nasional dan penyerang andalan Manchester United, Marcus Rashford, tidak pernah membayangkan istirahat karena cedera yang dialaminya Januari lalu akan terus berkepanjangan. Bintang sepak bola kelahiran Wythenshawe, 31 Oktober 1997, itu hanya bisa mengikuti arahan tim dokter agar segera pulih dari cederanya.

“Saya secara sungguh-sungguh melatih lagi otot-otot kaki dengan menggunakan sepeda statis. Saya mengikuti betul prog ram pemulihan yang diberikan klub. Sejak satu setengah bulan lalu, saya merasa bahwa saya merasa lebih baik dan siap turun kembali ke lapangan,” tutur Rashford.

Namun, semua harapan itu harus ditunda karena kompetisi diputuskan untuk dihentikan sejak 13 Maret lalu. Entah sampai kapan Rashford harus menunggu karena PM Inggris Boris Johnson sejak Senin lalu memutuskan me-lockdown Inggris demi mencegah penyebaran virus korona.

Sudah hampir tiga bulan ia tak merasakan empuknya rumput Old Trafford. Padahal sepak bola sudah menjadi penghidupannya. Sejak usia 7 tahun, Rashford memutuskan untuk menjadi bagian dari ‘Setan Merah’. Ia meng ikuti sejak awal pendidikan sepak bola di Akademi Manchester United.

Rashford mengaku gaya bermainnya sangat dipengaruhi bintang besar sepak bola Brasil, Ronaldo. Ia benar-benar mengidolakan El Fenomeno yang tiga kali ikut membawa tim ‘Samba’ lolos ke laga puncak Piala Dunia dan dua kali mempersembahkan gelar juara, yakni pada 1994 dan 2002.

Apalagi ia sempat menyaksi kan langsung penampilan Ronaldo saat membela Real Madrid di perempat final Liga Champions di Old Trafford. Ketika itu Ronal do membuat para penonton di Old Trafford memberikan standing ovation dengan mencetak hattrick ke gawang Manchester United.

“Saya tumbuh dengan banyak menonton Ronaldo dan menyaksikan permainannya. Dia selalu tampil bebas. Kalau kita bisa melakukan itu, pasti kita akan mampu menampilkan permainan sepak bola terbaik kita,” ujar Rashford memuji idolanya.

Mirip Ronaldo

Tidak usah heran apabila gaya bermain Rashford mirip Ronaldo. Gaya dribbling meliuk dari sayap untuk masuk ke kotak penalti lawan dan melepaskan tendangan mematikan.

Rashford kini menjadi mesin gol andalan ‘Setan Merah’. Di musim ini, dia sudah mencetak 19 gol, yakni 14 gol di Liga Primer, 4 gol di Piala Carabao, dan 1 gol di Liga Eropa. Kalau tidak harus istirahat karena cedera, pasti akan lebih banyak gol yang bisa ia ciptakan.

Pelatih Ole Gunnar Solskjaer sangat terpukul ketika penyerang andalannya itu cedera. Ia merasa bersalah ketika menurunkan Rashford sebagai pemain pengganti saat menghadapi Wolverhampton di ajang Piala FA 15 Januari lalu. Baru beberapa menit ia bermain, Rashford tertabrak pemain belakang Wolves sehingga cedera punggungnya.

Padahal, Rashford sangat dibutuhkan untuk tampil menghadapi Liverpool di Liga Primer beberapa hari kemudian. Pada putaran pertama, Rashford-lah yang mampu menjebol gawang the Reds sehingga Manchester United menjadi satu-satunya klub yang bisa mencuri dua angka dari Liverpool yang sedang menggila di musim kompetisi sekarang ini.

Bukan hanya Solskjaer yang merasa waswas dengan cederanya Rashford. Pelatih Inggris Gareth Southgate juga. Rashford menjadi andalan bagi the Three Lions untuk membawa pulang Piala Eropa ke Tanah Inggris. Pemain berusia 22 tahun ini sudah menyumbangkan 10 gol dari
38 kali penampilannya untuk St George Cross.

Rashford merupakan bintang muda harapan Inggris. Modal itu sudah terlihat ketika masuk tim utama Manchester United pada Februari 2016. Ia langsung mencetak dua gol dalam debut melawan Midtjylland di ajang Liga Europa dan Arsenal di Liga Primer tiga hari kemudian.

Penampilan gemilang Rashford itu membuat pelatih Roy Hodgson memanggilnya masuk ke tim nasional. Pada debutnya Mei 2016, Rashford juga langsung mempersembahkan gol sehingga ia menjadi pemain termuda yang mencetak gol bagi tim nasional Inggris.

Hati emas

Rashford ternyata bukan hanya memiliki kaki emas, melainkan juga hati emas. Di saat ia harus tinggal di rumah, pikirannya bukan bagaimana mencari kesenangan pribadi, melainkan bagaimana bermanfaat bagi banyak orang.

Perhatiannya di saat-saat suasana genting karena pandemi covid-19 ialah membantu anakanak miskin di Manchester. Akibat sekolah diliburkan, banyak anak yang tidak mendapatkan makan siang gratis.

Bersama para pemain Manchester City, Rashford tergabung ke dalam kelompok Fareshare. Tugasnya mengumpulkan uang untuk dibelikan makanan bagi anak-anak sekolah di sekitaran Manchester.

“Dalam situasi yang sulit seperti sekarang sangat baik apabila kedua klub bekerja bersama untuk membantu sesama. Dengan kekuatan sosial yang kedua klub miliki, ternyata kami bisa melakukan sesuatu yang lebih besar daripada sepak bola,” ujar Rashford.

Ia merasa gembira karena dana yang bisa dikumpulkan cukup besar. “Setidaknya dengan dana yang kami kumpulkan bisa memberi makan bagi sekitar 400 ribu anak-anak di Manchester,” tambahnya.

Apa yang membuat Rashford terpanggil untuk melakukan kegiatan sosial ini? “Saya dulu juga seperti mereka. Saya beruntung bisa mendapat makan siang gratis di sekolah. Ibu saya biasanya baru pulang pukul 6 sore sehingga saya baru bisa makan malam pukul 8 malam,” kata Rashford menceritakan masa lalunya.

Oleh karena itu, ia ingin membalas keberuntungan yang didapatkannya dulu dengan berbuat yang sama kepada anak-anak yang membutuhkan makan siang gratis. Ia sudah berkomitmen untuk terus bisa berbagi dengan banyak anak-anak.

Pemain atletis dengan tinggi 1,8 meter itu menempatkan kepedulian kepada anak-anak itu ke dalam daftar paling utama dalam kegiatannya sekarang ini.

Rashford ingat, bulan lalu ia pernah menjadi juri untuk lomba baca puisi bagi anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran. Namun, pengumuman pemenangnya ditunda karena virus korona. “Begitu nanti keadaan sudah membaik, saya akan kembali ke sekolah itu untuk menyerahkan hadiah kepada pemenangnya.’’

Lalu kegiatan apa lagi yang dilakukan Rashford di saat vakum seperti sekarang ini? “Saya membaca banyak buku tentang mentalitas karena dalam profesi saya itulah salah satu poin kunci. Saya selalu ingin terus berkembang dan meningkatkan kemampuan saya, tetapi secara fisik saya tidak bisa melakukan itu sekarang,” jawabnya.

Satu lagi yang hari-hari ini Rashford lakukan ialah menonton pertandingan sepak bola. “Saya mencoba melihat lagi pertandingan-pertandingan yang telah dimainkan sepanjang satu tahun kemarin. Saya harus katakan dengan jujur, saya dan anak-anak United kangen untuk bisa bermain bola lagi.”

Baca Juga

Dok MI

PSSI: Liga Dilanjutkan Demi Piala Dunia U-20

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Juni 2020, 09:15 WIB
Untuk Piala Dunia U-20, PSSI ingin menyiapkan tim terbaik agar timnas Indonesia mengukir prestasi di ajang dua tahunan...
AFP/Oli SCARFF

Solskjaer Pupuk Modal Tantang Spurs

👤Deden Mohamad Rojani 🕔Minggu 07 Juni 2020, 06:50 WIB
JURU taktik Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer yakin timnya akan kembali berlaga dengan performa terbaik ketika Liga Primer...
Dok. Wikipedia

Piala Dunia U-20 Sesuai Jadwal Awal

👤Agus Triwibowo 🕔Minggu 07 Juni 2020, 06:45 WIB
PSSI mengklaim FIFA mengapresiasi kerja yang telah dilakukan untuk Piala Dunia U-20...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya