Sabtu 04 April 2020, 05:52 WIB

FIFPro Ingatkan Banyak Pemain Bola Tidak Layak Gajinya Dipotong

Antara | Sepak Bola
FIFPro Ingatkan Banyak Pemain Bola Tidak Layak Gajinya Dipotong

AFP/Tolga Akmen
Dua orang berjalan di depan Stadion Tottenham Hotspur, London. Sejak wabah korona, Liga Inggris dihentikan dan gaji pemain dipotong.

 

SERIKAT pesepak bola dunia, FIFPro, mengingatkan kembali bahwa banyak pesepak bola profesional di dunia yang tak bisa memenuhi kebutuhan hidup jika gajinya dipotong karena krisis ekonomi dampak pandemi virus korona. Liga Premier baru saja mengumumkan kesepakatan seluruh klub soal rencana pemotongan gaji hingga 30 persen, tetapi Sekretaris Jenderal FIFPro Johan Baer-Hoffmann menegaskan hal itu tidak bisa dipukul rata ke belahan dunia lainnya.
  
"Sebagian besar pemain bola sama seperti pekerja pada umumnya, tak memungkinkan gaji mereka dipotong," kata Baer-Hoffmann, Jumat (3/4) atau Sabtu WIB.

"Pendapatan mereka tidak seperti yang diperkirakan oleh banyak orang," ujarnya menambahkan.
  
Di Inggris, para pemain Liga Premier setiap pekannya menerima gaji berkali-kali lipat dibandingkan yang diperoleh pekerja pada umumnya dalam setahun.Tetapi hal itu tidak berlaku sama di liga-liga di negara lain. Sebab menurut Baer-Hoffmann kebanyakan pesepak bola profesional hanya memperoleh di angka rata-rata penghasilan nasional negara tempat mereka bermain.
  
"Mereka dibayar jauh lebih kecil, mungkin di kisaran rata-rata pendapatan nasional. Gaji minim terjadi di seluruh belahan dunia dan bagi mereka pemotongan gaji bisa berdampak besar untuk pengeluaran ongkosbkontrakan ataupun belanja harian," kata Baer-Hoffmann.

Ia menyebutkan di Italia, keuangan Juventus berbeda jauh dibandingkan tim-tim penghuni zona degradasi. Baer-Hoffmann sebelumnya menyuarakan sikap FIFPro yang mendesak agar musim berjalan dirampungkan demi menghindari dampak pendapatan bagi pemain dan karyawan pada umumnya. Oleh karena itu, ia cukup kaget dengan keputusan Liga Pro Belgia yang merampungkan musim secara prematur kemarin.
  
"Kami tidak mendukung keputusan semacam itu, jika dilakukan ada konsekusensi besar. Itu bukan situasi menyenangkan bagi pemain, juga suporter," pungkasnya.

baca juga: Liga Primer Inggris Bergulir Ketika Situasi Kembali Aman
  
Kompetisi sepak bola di seluruh belahan dunia saat ini sebagian besar masih ditangguhkan karena kekhawatiran pandemi virus korona terus mengancam. Liga Premier misalnya, memperpanjang penangguhan dan kini tanpa tenggat waktu yang jelas, setelah menilai tidak memungkinkan melanjutkan musim 2019/20 pada Mei seperti rencana sebelumnya. (OL-3)

Baca Juga

AFP/VIRGINIE LEFOUR

UEFA Nyatakan Swiss Kalahkan Ukraina di Laga Liga Negara

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 26 November 2020, 08:44 WIB
Berkat kemenangan WO itu, Swiss terhindar dari degradasi dari Liga A meski tidak sekalipun meraih kemenangan di lapangan. Adapun Ukraina...
AFP/MIGUEL MEDINA

Conte Akui Real Madrid Beda Kelas

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 26 November 2020, 08:32 WIB
Inter, saat ini, berada di posisi terbawah grup Liga Champions setelah hanya meraih dua poin dari empat...
Twitter @FCBarcelona

Barcelona Sebut Maradona Ikon Sepak Bola Dunia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 26 November 2020, 07:56 WIB
Maradona bermain untuk Barcelona antara 1982 dan dan 1984, memenangkan satu gelar Copa del Rey, Copa de la Liga, dan Piala Super...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya