Jumat 03 April 2020, 17:24 WIB

Tips Menumbuhkan Budaya Ramah Anak saat Pandemi Covid -19

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Tips Menumbuhkan Budaya Ramah Anak saat Pandemi Covid -19

ANTARA
Dua orang anak berjemur bersama orang tuanya di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (2/4/2020).

 

MENUMBUHKAN dan mengembangkan budaya ramah anak harus terus dilakukan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Dalam hal ini, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun kepeloporan masyarakat, orang tua dan keluarga juga sangat menentukan.

Bagaimana membangun budaya ramah anak dalam situasi pandemi Covid-19 ini?

Baca juga: Tukang Becak, Ojol, dan Ojek Pangkalan Purbalingga Dibagi Sembako

Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, ada beberapa tips yang bisa diterapkan dalam mewujudkan lingkungan ramah anak, seperti menumbuhkan budaya kepeloporan di lingkungan warga. Adanya sejumlah kepeloporan RT dan RW mengkonsolidasi warganya membiasakan hidup bersih dan sehat, tanggap, dan cepat mengambil langkah jika ada anggota warganya yang orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pemantauan (PDP) dan positif terpapar virus Covid-19 merupakan langah positif.

"Apalagi saat ini sebagian warga masyarakat secara sukarela mempelopori penyemprotan," kata Susanto dalam keterangannya, Jumat (3/4)

Hal ini merupakan bentuk kongkrit tumbuhnya rasa kolektifitas dan solidaritas masyarakat kita yang selama ini mulai terkikis. Kepeloporan ini akan menumbuhkan lingkungan warga yang sehat dan berdampak positif bagi upaya menumbuhkan budaya warga yang ramah anak.

Selanjutnya, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh budaya penting mempelopori tumbuhnya budaya positif untuk mencegah anak dari penularan Covid-19.

"Melakukan hal-hal positif mulai hal yang sederhana, seperti mengajak masyarakat dan anak mencegah kerumunan, mengimbau membudayakan hidup bersih dan sehat merupakan hal positif yang dapat menginspirasi anak," sebutnya.

Jadilah orang terdekat anak yang selalu menghadirkan teladan yang positif bagi anak-anak. Kata dia, mendidik anak dengan pembiasaan baik dan membahagiakan dapat mencegah anak dari paparan virus korona.

"Orangtua dan keluarga mesti konsistem menjaga dan meningkatkan imunitas anak," terangnya

Karena, sistem kekebalan tubuh atau imun yang baik merupakan pelindung yang paling optimal. Istirahat yang cukup, asupan gizi seimbang, berolahraga bersama keluarga, memberikan ASI (pada bayi), pola hidup bersih dan sehat merupakan hal positif untuk merawat dan meningkatkan imunitas anak.

Selanjutnya, pastikan guru mengembangkan pembelajaran jarak jauh secara inovatif dan menyenangkan untuk anak. Anak untuk sementara waktu tetap belajar di rumah, sebagaimana anjuran pemerintah dan didampingi oleh orangtua atau dari keluarga. Tujuannya agar anak dalam menghadapi situasi Covid-19 tetap belajar, bahagia dan tidak tertekan.

"Pastikan anak bermain dengan aman dan edukatif. Hindari permainan yang mengandung kekerasan dan sadisme serta bentuk permainan lain yang negatif. Karena hal tersebut rentan mempengaruhi tumbuh kembang anak," lanjutnya

Pastikan anak tidak berada dalam kerumunan di mana kebijakan pemerintah yang menerapkan social distancing atau physical distancing sebagai cara untuk menghindari penyebaran virus korona lebih luas di tengah pandemi global yang mengancam keselamatan manusia termasuk usia anak.

"Maka, semua anak Indonesia harus ditumbuhkan kesadarannya dengan cara yang tepat sesuai usianya," tegasnya

Baca juga: Blokade Jalan di Tegal Dibuka, Satpol PP Cek Suhu Tubuh Pelintas

Begitu juga memastikan anak, menggunakan teknologi dan informasi secara sehat. Adanya kebijakan belajar di rumah saat ini, potensi anak menggunakan teknologi dan informasi sangat tinggi, maka orangtua dan keluarga mesti memastikan anak dapat mengelola waktu secara tepat, memiliki literasi dan resiliensi menggunakan gadget serta selalu dalam pantauan dan bimbingan keluarga.

"Budayakan berbagi informasi positif, edukatif dan membahagiakan, bukan membagikan informasi hoaks yang menimbulkan ketakutan bagi anak," pungkasnya. (OL-6)

Baca Juga

MI/RAMDANI

1.403 Pekerja Migran Indonesia Dirawat di Wisma Atlet

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 29 Mei 2020, 17:07 WIB
Sehari sebelumnya pada Kamis (28/5) ada 1.601 yang diinapkan di rumah sakit tersebut. Artinya ada pengurangan 198 pekerja...
MI/Cikwan Suwandi

Karawang Dapat Tambahan PCR untuk Percepat Diagnosa Covid-19

👤Cikwan Suwandi 🕔Jumat 29 Mei 2020, 17:00 WIB
PEMKAB Karawang mendapat tambahan alat Polymerase Chain Reaction (PCR). Alat yang diberikan dari Kementerian...
ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Update Covid-19: Tambahan 678 kasus, Terbanyak Jakarta 125 Kasus

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 29 Mei 2020, 16:34 WIB
"Sudah 414 kabupaten/kota pada 34 provinsi yang terdampak. Inilah yang menjadi beban kita penambahan kasus masih terus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya