Jumat 03 April 2020, 15:48 WIB

1.139 Bisnis Hotel Ambruk Akibat Korona, Pengusaha Minta Insentif

Hilda Julaika | Ekonomi
1.139 Bisnis Hotel Ambruk Akibat Korona, Pengusaha Minta Insentif

MI/Akhmad Safuan
Wabah Virus Korona Membuat Hotel dan Restauran di Jateng Tiarap

 

KETUA Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdani menyampaikan data terbaru sebanyak 1.139 hotel telah tutup karena pandemi Covid-19. Menurut Haryadi sektor hotel memang merupakan yang terdampak oleh pandemi ini. Karena masyarakat sudah takut melakukan baik aktivitas sehari-hari maupun aktivitas ekonomi.

“Kalau update terakhir hotel yang tutup naik menjadi 1.139 hotel. Data ini belum termasuk tutupnya 286 restoran, tempat wisata, dan hiburan,” ujarnya pada Media Indonesia, Jumat (3/4).

Atas kondisi ini, pihaknya menyampaikan setuju dengan opsi pemerintah untuk mengeluarkan insentif bagi pekerja atau karyawan yang dirumahkan. Berupa pemberikan kartu prakerja yang terdiri dari insentif uang sebesar Rp650 ribu dan Rp1 juta berbentuk pelatihan. Namun, Haryadi mengusulkan untuk sebaiknya insentif diberikan dalam uang tunai saja karena karyawan sangat membutuhkan.

“Kita sih lebih bagus yang prakerja itu ya. Itu sangat dibutuhkan sekali untuk karyawan kita yg dirumahkan karena hotel tutup maka otomatis mereka gak kerja. Ini yg seang kita usulkan. Yg kita usulkan mereka sebaiknya tunai aja. Kalau pelatihan juga situasinya sedang seperti ini, jadi gak mungkin,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PHRI DKI Jakarta Krishandi meminta pemerintah memberikan keringanan bagi karyawan berupa pelonggaran pajak PPh 21. Termasuk meminta pemerintah untuk menyuntikan dana bagi pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) karyawan. Menurutnya, saat ini karyawan di sektor hotel menjadi sangat terdampak.

Di lain sisi, berbicara dari sisi badan usaha. Pihaknya meminta keringanan untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia berpandangan sebentar lagi akan memasuki batas waktu pembayaran PBB. Pasalnya, pelaku usaha diklaimnya saat ini akan lebih mementingkan untuk menutupi kewajiban kepada karyawan seperti pemberian gaji dan tunjangan hari raya (THR) nanti bagi pekerja yang berstatus karyawan.

“Listrik juga kami meminta keringanan karena kalau berdasarkan kemarinkan ada minimum payment. Sementara dari kondisi sepi saat ini hanya ada beberapa kamar yang terjual, pastikan penggunannya listrik kecil sekali. Jadi ingin disesuiakn saja dengan penggunannya,” ungkapnya.

Begitu pun saat pandemi wabah ini berakhir, Haryadi mengusulkan agar pemerintah memberikan suntikan modal kerja. Insentif ini siberikan pada bidang usaha yang memang sudah tidak memiliki modal lagi pasca pandemi ini. Misalnya, dengan memberikan pinjaman modal kerja.

“Nanti kita usul ke pemerintah andaikata wabah berhenti 29 mei ini. Berarti Juni atau Juli ke depan pemulihan. Nah, itu juga harus dipikirkan. Karena banyak bidang usaha yang mereka gak punya modal kerja lagi. ya termasuk hotel restoran ini. Ini perlu diberikan pinjaman modal kerja karena mereka sudah habis,” tandas Haryadi. (OL-4)

Baca Juga

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian/Tim Riset MI-NRC

89 Proyek Penggerak Ekonomi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 05:24 WIB
Selama 2020-2024, proyek strategis nasional ditargetkan bisa menyerap 4 juta tenaga kerja setiap...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/wsj.

Sensus Penduduk Daring Berakhir

👤(Mir/E-3) 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 04:30 WIB
BADAN Pusat Statistik (BPS) menutup sensus penduduk daring tadi malam pukul 23.59 WIB. Hingga kemarin siang, sensus yang dimulai sejak 15...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

Pasar Optimistis Prospek Ekonomi ke Depan

👤HILDA JULAIKA 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 04:20 WIB
RENCANA pembukaan kembali sejumlah aktivitas perekonomian dan terjaganya stabilitas sistem keuangan Indonesia menimbulkan optimisme...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya