Jumat 03 April 2020, 15:05 WIB

Pemangkasan 51 Perusahaan Anak-Cucu BUMN Terus Jalan

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi
Pemangkasan 51 Perusahaan Anak-Cucu BUMN Terus Jalan

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Menteri BUMN Erick Thohir

 

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memangkas sekitar 51 anak cucu perusahaan plat merah dari tiga perusahaan yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Pertamina (Persero).

Menurutnya, efisiensi BUMN harus tetap dijalankan sesuai dengan KPI yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini juga dilakukan agar perusahaan BUMN fokus menjalankan core bisnis sesuai prinsip good corporate governance. Efisiensi BUMN harus tetap dijalankan sesuai dengan KPI yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pada GCG (good corporate and governance), fokus pada core bisnis, efisiensi yang berkelanjutan, agar kita terus sehat,” ujar Erick saat teleconference, Jumat (3/4).

Diketahui Garuda akan memangkas 6 perusahaan, Pertamina akan memangkas 25 perusahaan dan Telkom sebanyak 20 perusahaan. Pemangkasan dilakukan menggunakan skema merger (penggabungan), likuidasi ataupun divestasi.

"Ada 49 anak dan cucu perusahaan terkonsolidasikan ke Telkom. Ada beberapa yang overlapping kurang efisien. Kita juga pertimbangkan ke depan Telkom seperti apa, apakah di-merger atau apa agar Telkom fokus ke core bisnis," kata Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah.

Hal yang sama pun dikatakan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati yang akan mengkaji kembali perusahaan mana yang bisa di merger. "Kami sedang melihat kembali efisiensi dan fokus kepada core, mana yang bisa merger dan akuisisi, mana saja yang secara strategis bisa dilakukan untuk memperkuat bisnis utamanya," ujar Nicke.

Ia juga mengatakan darri 25 perusahaan yang bisa dipangkas, Pertamina menargetkan akan melakukan likuidasi 7 perusahaan dan divestasi 1 perusahaan untuk tahun ini. Sedangkan sisanya akan dilakukan pada tahun depan.

Sementara itu, perusahaan yang telah pasti dilakukan pemangkasan adalah PT Garuda Tauberes Indonesia, perusahaan yang berfokus pada usaha digital di bidang logistik yang mana usahanya seputar pengiriman paket dan jasa kargo pesawat.

“Garuda Tauberes online dari kargo, sebenarnya bisnis kargo Garuda sudah ada, kenapa mesti ada swicth off lagi, kan tinggal ditambahkan saja divisi yang ada,” kata Erick.

Upaya konsolidasi ini menurutnya tak lain untuk menguatkan bisnis dan transparansi perusahaan BUMN, terutama perusahaan pelat merah yang terdaftar di bursa efek.

"Karena Garuda ini kan perusahaan Tbk. Penting. Kalau kami bilang mesti buyback saham, kami mesti fokus juga ke bisnis intinya. Bagaimana pengelola saham bisa percaya, kalau tidak ada blue print yang jelas," ungkapnya. (OL-4)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Kebijakan New Normal Dongkrak Kesejahteraan Petani Kembali

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Juni 2020, 16:25 WIB
Faktor yang memengaruhi petani yakni harga produk pertanian mengalami tekanan diakibatkan oleh panen raya musim tanam...
DOK KEMENTAN

Di Masa Pandemi, Produksi dan Distribusi Pertanian Aman

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Juni 2020, 16:18 WIB
Diperkirakan stok beras akhir Juni 2020 adalah 6,84 juta...
DOK KEMENTAN

Program Kementan Dinilai Efektif, Ekspor Pertanian Terus Tumbuh

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Juni 2020, 16:03 WIB
Terjadinya ekspor karena produksi pangan surplus sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun juga pangan petani Indonesia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya