Jumat 03 April 2020, 03:30 WIB

Tiongkok Siap Uji Coba Vaksin Covid-19

Nur Aivanni | Internasional
Tiongkok Siap Uji Coba Vaksin Covid-19

AFP

 

TIONGKOK tengah berharap bisa menguji calon vaksin covid-19 di luar negeri karena para ilmuwan mereka berupaya melakukan uji coba berskala besar untuk menguji efektivitas vaksin tersebut.

Virus korona pertama kali diidentifikasi di Kota Wuhan di Tiongkok dan telah menyebar secara global. Setidaknya 900.000 kasus telah dikonfirmasi dan lebih dari 45.000 orang telah meninggal. Jumlah kasus yang tercatat di Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat kini telah melampaui angka Tiongkok.

Ilmuwan militer Tiongkok telah menguji coba vaksin dan hasil uji klinis tahap pertamanya akan diumumkan akhir bulan ini. Chen Ling, seorang ahli virologi di State Key Laboratory of Respiratory Disease, mengatakan uji coba tahap kedua dan ketiga
akan membutuhkan ribuan subjek dan melakukan tes itu di negara-negara yang paling terdampak akan membantu menghasilkan hasil yang lebih cepat dan lebih akurat.

“Kami telah menahan virus begitu cepat, dan sekarang kami tidak memiliki cukup kasus yang dikonfirmasi untuk pengujian vaksin lebih lanjut,” katanya seperti dikutip Harian South China Morning Post, kemarin.

Chen Wei, seorang ahli epidemiologi dan virologi terkemuka dengan Akademi Ilmu Kedokteran Militer, mengatakan kepada surat kabar milik pemerintah China Daily, bahwa jika hasil awal membuktikan bahwa vaksin itu aman dan menghasilkan efek yang diinginkan, Tiongkok akan mencoba menguji keefektifannya di luar negeri jika epidemi global terus menyebar.

Dia mengatakan bahwa banyak negara telah menyatakan minat untuk bekerja dengan tim penelitiannya untuk uji vaksin rekombinan yang menggunakan virus atau bakteri yang tidak berbahaya untuk memperkenalkan bahan genetik patogen ke dalam tubuh untuk membangun kekebalan tetapi dia tidak menyebutkan nama negara itu.

Tao Lina, seorang ahli vaksin yang berbasis di Shanghai, mengatakan akan lebih baik untuk melakukan uji klinis di masa depan di negara-negara ini, atau negara maju lainnya, seperti Inggris dan Jerman. Tao mengatakan AS kemungkinan tidak mau bekerja sama dengan Tiongkok, tetapi Beijing dapat bekerja dengan negara-negara lain yang terdampak, seperti Inggris.


Perlu kerja sama

Tahap pertama dari uji klinis untuk vaksin dimulai di Wuhan pada 16 Maret, dengan 108 sukarelawan menerima suntikan. Tes dimulai sehari setelah Institut Kesehatan Nasional AS mengumumkan bahwa kemungkinan vaksin lain, yang dikembangkan Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular dan sebuah perusahaan bioteknologi di Amerika Serikat, juga telah memulai uji klinis.

Analis militer yang berbasis di Beijing, Zhou Chenming, mengatakan bahwa idealnya para ilmuwan Amerika akan bekerja dengan rekan-rekan Tiongkok mereka untuk mengembangkan vaksin.

“Senjata terbaik untuk memerangi pandemi adalah operasi bersama antara Tiongkok dan AS, menyampingkan ketidaksepakatan politik mereka,” kata Zhou.

“Sekarang seluruh dunia, bukan hanya Tiongkok atau AS, menghadapi musuh bersama, yaitu covid-19,” tambahnya. (X-11)
 

Baca Juga

AFP/Handout / Zydus Cadila

AS Ogah Gandeng Tiongkok Kembangkan Vaksin Covid-19

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 07 Juli 2020, 06:42 WIB
Keengganan Perna untuk berkolaborasi dengan Tiongkok dalam krisis kesehatan global adalah pernyataan paling keras dari pemerintahan...
Dok Medcom

Mahasiswa Asing di AS Terancam Diusir

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 07 Juli 2020, 06:15 WIB
Kementerian luar negeri AS tidak akan mengeluarkan visa bagi mahasiswa yang seluruh mata kuliahnya dilakukan secara...
AFP

Beijing Siap Hadapi Ancaman Washington di Laut China Selatan

👤MI 🕔Selasa 07 Juli 2020, 02:10 WIB
TIONGKOK menuduh Amerika Serikat (AS) memiliki motif tersembunyi ketika mengirim dua kelompok kapal induk ke Laut China...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya