Kamis 02 April 2020, 20:57 WIB

Anies: Tingkat Kematian akibat Covid-19 amat Memprihatinkan

Selamat Saragih | Megapolitan
Anies: Tingkat Kematian akibat Covid-19 amat Memprihatinkan

Antara
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

 

GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) akibat covid-19 di Jakarta dua kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka kematian secara global.

Anies menyampaikan hal itu dalam video conference dengan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin yang disiarkan melalui akun YouTube Wapres RI, Kamis (2/4).

Baca juga: Ketika Portal Panjang di Jakarta Halangi Ibu Mencari Pisang

"Case fatality rate-nya itu sekitar 10%, Pak Wapres. 10% itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan angka rata-rata global. Angka global itu 4,4%," ujar Anies.

Menurut Anies, sebanyak 3,7 juta warga DKI mesti dibantu karena terdampak covid-19. Karena itulah, ungkap Anies, angka 10% merujuk pada data terbaru kasus covid-19 di Jakarta.

Hingga hari ini, kata Anies, pasien positif covid-19 di Jakarta sudah tercatat 885 orang. Dari jumlah itu, 53 orang dinyatakan sembuh, sementara 90 pasien lainnya meninggal dunia.

"Jadi Jakarta ini angkanya di atas 10% case fatality rate-nya. Ini sangat mengkhawatirkan," kata dia.

Anies menambahkan, jenazah yang dimakamkan dengan prosedur pemakaman jasad pasien covid-19 mencapai 439 orang hingga Kamis siang.

Baca juga: Anies Minta Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta

Sebanyak 439 jenazah itu belum tentu merupakan pasien covid-19, sebagian masih berstatus suspect (dicurigai) covid-19, karena belum dites atau hasil tes belum rilis saat meninggal.

Jika merujuk pada data tersebut, Anies menyatakan, kondisi di Jakarta sudah sangat mengkhawatirkan. Karena itu, pada awal pekan lalu, Pemprov DKI mengusulkan karantina wilayah kepada Presiden Joko Widodo.

Kini, dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, Pemprov DKI mengusulkan status PSBB kepada Kementerian Kesehatan pada hari ini.

Usul PSBB untuk Jakarta kepada Menkes dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, Pemprov DKI mengusulkan status PSBB kepada Kementerian Kesehatan pada hari ini.

Anies meminta Kemenkes segera menetapkan status PSBB untuk Jakarta dan sekitarnya. Dengan demikian, Pemprov DKI bisa segera membuat kebijakan untuk mencegah meluasnya penyebaran virus korona tipe 2 (SARS-CoV-2) itu.

Baca juga:Beda dengan Jubir Presiden, Mensesneg Ajak Masyarakat tidak Mudik

"Yang kami butuhkan terkait dengan pemerintah pusat, pertama adalah menyegarakan untuk mendapatkan status PSBB agar kami bisa keluarkan peraturan," ujar Anies. (Ssr/A-3)

Baca Juga

MI/Vicky Gustiawan

Ragunan Batasi Pengunjung 5.000 Orang per Hari Saat Normal Baru

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:10 WIB
Mekanisme untuk mengatur batasan jumlah pengunjung ke Ragunan dilakukan dengan mewajibkan pengunjung mendaftar secara...
MI/ Barry F

Masa Tanggap Darurat Depok Diperpanjang hingga 30 Juni

👤Kisar Rajagukguk 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:06 WIB
Sementara itu, Idris menyampaikan hingga saat ini terjadi penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 4 kasus menjadi 551...
Antara/Adfitya Pradana Putra

Total Denda Pelanggaran PSBB DKI Jakarta Hampir Rp600 Juta

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 29 Mei 2020, 22:38 WIB
" Jumlah Total Denda capai Rp599.850.000, hampir 600 juta. Paling banyak tempat usaha ya," kata...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya