Kamis 02 April 2020, 20:57 WIB

Puluhan Ribu Peternak Ayam Terancam Gulung Tikar akibat Covid-19

Ahmad Maulana | Nusantara
Puluhan Ribu Peternak Ayam Terancam Gulung Tikar akibat Covid-19

Antara
Peternak memanen telur di kandang ayam petelur di Malang, Jawa Timur, Sabtu (29/2/2020).

 

PANDEMI covid 19 yang mulai melanda Indonesia sejak pengumuman pasien positif pada 1 Maret 2020 telah memukul perekonomian puluhan ribu peternak ayam. Mereka bahkan terancam gulung tikar akibat permintaan warga yang semakin berkurang.

Kadma Wijaya, salah satu peternak ayam mengatakan, harga ayam hidup di tingkat peternak Rp11 ribu/kilogram, jauh di bawah biaya pokok produksi yang berkisar Rp18 ribu.

Baca juga:Fraksi NasDem DPRD Flotim Alihkan Dana Reses buat Perangi Korona

“Kita susah mengeluarkan ayam karena permintaan turun. Pasar sudah banyak yang tutup, warung-warung makan banyak yang tidak buka, karena masyarakat sudah tidak boleh ke mana-mana. Perusahaan besar juga mengandalkan pasar becek untuk menjual ayamnya,” kata Kadma di Jakarta, Kamis (2/4).

Menurut dia, pemerintah perlu mengembalikan harga di tingkat peternak menjadi minimal Rp18 ribu sebagai harga acuan. Setidaknya bila harga jual mencapai Rp18 ribu peternak tidak merugi. 

Selain itu, selama pandemi covid-19 di mana masyarakat mengalami penurunan daya beli, pemerintah diminta membeli ayam dari peternak kecil untuk dijadikan pasar murah dan menyediakan pangan hewani kepada masyarakat kecil yang terkena dampak pandemi korona.

“Kami tidak aneh-aneh permintaannya. Beli ayam-ayam kami saja sudah membuat kami senang  dengan harga acuan sesuai biaya produksi. Kalau diberi pinjaman lunak, kalau ayamnya tidak ada yang membeli juga percuma,” kata Kadma yang punya peternakan di Bogor dan Sukabumi ini.  

Baca juga:Universitas Udayana Targetkan 10 Ribu Liter Bio-Hand Sanitizer

Ketua Umum Perhimpunan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Singgih Januratmoko menambahkan, peternak rakyat paling terpukul menghadapi pandemi covid 19. “Kami peternak ayam skala UMKM ini terancam gulung tikar bila pemerintah tidak melakukan apa-apa," ujarnya.

Padahal, peternak skala UMKM ini menyerap sekitar 12 juta tenaga kerja. Ia mengusulkan bantuan pemerintah selama darurat pandemi covid-19, dialokasikan juga untuk peternak rakyat. Caranya dengan membeli ayam yang ada di peternak kecil. “Pemerintah buat pasar murah bentuknya tidak hanya beras, uang tunai tapi juga dalam bentuk daging ayam,” kata Singgih. (RO/A-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

Ponpes dan Sekolah Terapkan Aturan Ketat

👤PS/YH/DW/PO/JI/X-10 🕔Jumat 10 Juli 2020, 04:25 WIB
Kebijakan tersebut diambil untuk menghindari penyebaran covid-19 seperti yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor, Jawa...
Dok Inibaru.id

Jenazah ABK Asal Lampung Ditemukan di Freezer Kapal Ikan Tiongkok

👤Henri Siagian 🕔Kamis 09 Juli 2020, 22:57 WIB
Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Aris Budiman mengaku menerima informasi ABK asal Indonesia diduga meninggal dunia akibat...
Antara

Warga Payakumbuh Boleh Gelar Resepsi Pernikahan Selama Pandemi

👤Yose Hendra 🕔Kamis 09 Juli 2020, 21:38 WIB
Syaratnya, pernikahan harus mematuhi protokol kesehatan dan tentu saja harus punya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya