Kamis 02 April 2020, 20:45 WIB

Perpanjangan Masa Studi Mahasiswa Hampir DO Dinilai Masih Kurang

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Perpanjangan Masa Studi Mahasiswa Hampir DO Dinilai Masih Kurang

MI/Bary Fatahilah
Mahasiswa Farmasi Universitas Indonesia (UI) saat membagikan hand sanitizer gratis bagi pengguna KRL di Stasiun UI

 

Pakar pendidikan Universitas Paramadina Totok Amin Soefianto menilai kebijakan pemerintah memberi keringanan bagi mahasiswa yang hampir drop out (DO) berupa perpanjangan selama satu semester merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, dalam situasi yang tidak kondusif akibat penyebaran virus covid-19 memang menyulitkan mahasiswa dan dosen dalam melakukan kegiatan belajar mengajar.

“Dalam kondisi sekarang, kebijakan yang mau memahami kondisi mahasiswa dan dosen sangat dihargai,” kata Totok saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (2/4).

Namun, Totok berpendapat, perpanjangan selama satu semester belum tentu cukup. Pasalnya setiap mahasiswa yang hampir DO memiliki kasus yang berbeda-beda.

Baca juga: Unej Subsidi Kuota Data bagi Mahasiswa yang Rajin Kuliah

“Persoalannya, seberapa besar tunggakan SKS-nya. Mahasiswa mau DO itu banyak macamnya. Satu semester itu terlalu singkat untuk selesaikan skripsi atau tesis,” tuturnya.

Totok pun berpendapat mahasiswa yang hampir DO bisa diberi kesempatan untuk mendaftar ulang sebagai mahasiswa baru dengan NIM baru, tetapi SKS yang sudah diambil diakui untuk transfer.

“Jadi, (mahasiswa) tidak harus memaksa diri selesai 1 semester,” tandasnya. 9OL-14)

 

Baca Juga

MI/Angga Yuniar

Terhambatnya Imunisasi di Masa Pandemi Ancam Kesehatan Anak

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 02 Juni 2020, 16:15 WIB
Tertundanya pemberian imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan bagi anak di masa pandemi covid-19 mengancam kesehatan anak-anak. Sehingga...
ANTARA

Update Covid-19: Pasien Positif Covid-19 27.549, Sembuh 7.935

👤Nur Azizah 🕔Selasa 02 Juni 2020, 16:10 WIB
Adapun jumlah kasus positif secara keseluruhan bertambah 609 orang. Penambahan kasus ini berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase...
AFP

Muhammadiyah Nilai Pembatalan Haji 2020 Langkah Tepat

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 02 Juni 2020, 16:05 WIB
Keputusan tersebut secara undang-undang juga tidak melanggar. Pasalnya, dengan belum adanya keputusan Pemerintah Arab Saudi mengenai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya