Kamis 02 April 2020, 20:38 WIB

"Vina Garut" Divonis 3 Tahun Penjara.

Antara | Nusantara
"Vina Garut" Divonis 3 Tahun Penjara.

Dok.MI
Ilustrasi

 

MAJELIS Hakim Pengadilan Negeri Garut, Jawa Barat, memvonis terdakwa wanita pemeran dalam kasus video "Vina Garut" selama tiga tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider tiga bulan penjara karena terbukti melanggar Undang-undang Pornografi.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dikenai hukuman pidana tiga tahun dan denda Rp1 miliar subsider tiga bulan penjara," kata Ketua Majelis Hakim Hasanuddin saat sidang putusan di Pengadilan Negeri Kabupaten Garut, hari ini.

Pelaksanaan sidang putusan terhadap terdakwa inisial V itu digelar secara virtual, yaitu telekonferensi, karena adanya aturan mencegah penyebaran wabah COVID-19 di Garut.

Sidang secara jarak jauh itu yakni ketua majelis hakim dan anggota melaksanakan sidang di Pengadilan Negeri Garut, kemudian jaksa penuntut umum dan pengacara di Kantor Kejaksaan Garut, sedangkan terdakwa di Rumah Tahanan Garut.

Ketua Majelis Hakim Hasanudin menyatakan, terdakwa bersalah secara sah terlibat dalam adegan video asusila itu sehingga melanggar Pasal 8 Undang-undang Pornografi.

"Terdakwa bersalah secara sah dan turut serta dalam objek yang mengandung pornografi," katanya.

Pengacara terdakwa dalam sidang itu mengajukan banding atas putusan majelis hakim, sedangkan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Garut masih pikir-pikir tentang putusan hakim yang lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni lima tahun penjara.

Kepala Kejari Garut, Sugeng Hariadi, menghormati putusan hakim itu apalagi kasus video asusila yang diperankan terdakwa V dan beberapa lelaki menjadi perhatian publik setelah tersebar di media sosial.

Namun putusan hakim yang lebih ringan dari tuntutan jaksa itu, kata Sugeng, menjadi pertimbangan jaksa untuk dipikir-pikir banding dengan batas waktu yang diberikan majelis hakim selama tujuh hari.

"Kami menuntut lima tahun penjara potong masa tahanan, putusannya tiga tahun, untuk itu tim jaksa kami nyatakan pikir-pikir," kata Sugeng usai sidang virtual.

Sebelumnya, dua pemeran pria sudah divonis Pengadilan Negeri Garut dengan kurungan dua tahun sembilan bulan penjara dan denda Rp1 miliar subsider tiga bulan penjara.

Kasus video pornografi itu ramai setelah menyebar di media sosial dengan pemeran satu wanita dengan empat pria. Polisi berhasil mengungkap kasus tersebut dengan menangkap pemeran perempuan dan mantan suaminya yang akhirnya meninggal karena sakit saat proses penyidikan.

Selanjutnya polisi menangkap dua orang pemeran laki-laki di Garut dan Bandung, sedangkan satu pemeran lagi yang menggunakan topeng dalam video tersebut belum berhasil ditangkap polisi.(OL-4)

Baca Juga

DOK MI

Lonjakan Kasus Covid-19 Berpotensi Terjadi di Jawa Barat

👤Bayu Anggoro 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 00:10 WIB
Emil menargetkan sedikitnya terdapat 300 ribu warga Jawa Barat yang akan di tes Covid-19. Masifnya pengetesan ini berpotensi meningkatkan...
Antara

Selain Risma. Khofifah Juga Telepon Doni Monardo soal Mobil Lab

👤Henri Siagian 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:43 WIB
"Kami mengirim surat permohonan dukungan percepatan penegakan diagnosis covid-19. Di dalam surat, kami mengajukan permohonan 15 unit...
Antara

Mobil Lab Dipakai di Daerah Lain, Risma Mengadu ke Doni Monardo

👤Henri Siagian 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:22 WIB
Awalnya, kata dia, mobil itu digunakan untuk pasien di Asrama Haji dan Dupak Masigit. Mobil laboratorium yang mestinya di Asrama Haji pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya