Kamis 02 April 2020, 20:18 WIB

Ribuan Buruh Industri Masih Bekerja di Tengah Covid-19

Hilda Julaika | Humaniora
Ribuan Buruh Industri Masih Bekerja di Tengah Covid-19

Antara
Buruh pabrik

 

IMBAUAN pemerintah untuk melakukan social distancing melalui bekerja dari rumah (work from home) belum dirasakan oleh semua pekerja. Menurut Ketua Umum Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) Jumisih masih terdapat ribuan buruh industri padat karya yang bekerja secara berhimpitan. Artinya belum ada kebijakan social distancing seperti yang dianjurkan oleh pemerintah.

“Kebijakan pemerintah untuk Work From Home (kerja di rumah) ternyata tidak berlaku di kami. Ribuan buruh industri padat karya masih harus masuk ke pabrik untuk bekerja berhimpitan dengan buruh yang lain. Hal ini memprihatinkan sekali,” ujarnya kepada Media Indonesia, Kamis (2/4).

Persoalan lain timbul terhadap buruh yang merupakan seorang ibu. karena selain bekerja di pabrik, buruh ibu juga harus memikirkan pendampingan putra-putrinya untuk belajar di rumah (sekolah online) karena sekolah juga tidak beroperasi.

“Hal ini membuat buruh ibu memutar otak dan memeras tenaga lebih. Selain itu mereka juga punya kekhawatiran lebih karena putra-putrinya tidak ada yang mendampingi, di saat sang ibu di pabrik,” imbuhnya.

Belum adanya kebijakan WFH atau penerapan social distancing saat bekerja menciptakan potensi untuk mengurangi hak anak mendapat perhatian serta rawan terhadap keamanan. Namun, jika buruh Ibu memilih tidak masuk bekerja demi mendampingi anak, hal ini berkonsekwensi buruh ibu kehilangan upah dan pekerjaan. Artinya, sambung Jumisih, keberlanjutan isi perut akan terganggu.

Untuk itu, menurut Jumisih, berbagai kebijakan pemerintah, baik itu Keppres No.11/2020, Perpu no.1/2020, PP No.21/2020, termasuk Surat Edaran Menaker No.M/3/HK.04/III/2020 belum menjangkau hal-hal detail ini, supaya hak anak terpenuhi, hak ibu pun terpenuhi atas upah dan keberlanjutan kerja.

“Oleh karena itu, kami menuntut pemerintah, untuk tidak melakukan praktek diskriminasi atas buruh industri padat karya. Pada saat putra-putri belajar di rumah, maka orangtua selayaknya di rumah juga dengan jaminan upah, keberlanjutan kerja dan Tunjangan Hari Raya (THR),” tandasnya. (OL-2)

Baca Juga

Thinkstock

Menag: Berangkatkan 50 Persen Jamaah Haji Opsi Memungkinkan

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Minggu 07 Juni 2020, 15:57 WIB
Kemenag bakal mengatur pelaksanaan haji 2021 jika vaksin virus korona (covid-19) belum ditemukan. Memberangkatkan 50 persen jamaah menjadi...
MI/SUSANTO

Persiapan New Normal, KPAI Sampaikan Masukan kepada Presiden

👤Ihfa Firdausya 🕔Minggu 07 Juni 2020, 15:30 WIB
Masukan dan pertimbangan ini dibuat berdasarkan hasil telaah dan pengawasan KPAI terhadap bahaya penyebaran virus korona baru (covid-19)...
DOK MI

Sebagian Wilayah Jakarta Bakal Diguyur Hujan Malam Ini

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 07 Juni 2020, 14:15 WIB
Dilihat dari situs BMKG, pada siang hari cuaca di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur berawan. Sementara, di Jakarta Pusat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya