Kamis 02 April 2020, 13:58 WIB

BPJS Kesehatan Tunggu Perpres Baru Terkait Iuran JKN

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
BPJS Kesehatan Tunggu Perpres Baru Terkait Iuran JKN

ANTARA
Layanan di BPJS Kesehatan

 

MAHKAMAH Agung (MA) telah membatalkan iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Putusan MA tersebut juga sudah ditayangkan melalui website resmi Mahkamah Agung pada Selasa (31/3).

Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan pihaknya telah mempelajari dan siap menjalankan putusan MA tersebut.

Baca juga: Masyarakat Diminta Dukung Tenaga Medis Covid-19

“Saat ini Pemerintah dan Kementerian terkait dalam proses menindaklanjuti Putusan MA tersebut dan sedang disusun Perpres pengganti,” kata Iqbal dalam pernyataan resmi yang diterima Media Indonesia, Kamis (2/4).

Iqbal menjelaskan, hal ini dilakukan mengingat sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2011 Pasal 8 ayat (1); Panitera Mahkamah Agung mencantumkan petikan putusan dalam Berita Negara dan dipublikasikan atas biaya Negara, dan ayat (2); dalam hal 90 (Sembilan puluh) hari setelah putusan Mahkamah Agung tersebut dikirim kepada Badan atau Pejabat Tata Usaha negara yang mengeluarkan Peraturan Perundang-undangan tersebut, ternyata pejabat yang bersangkutan tidak melaksanakan kewajibannya, demi hukum Peraturan Perundangundangan yang bersangkutan tidak mempunyai kekuatan hukum.

Melihat aturan di atas, tindak lanjut Putusan MA dapat dieksekusi oleh tergugat dalam kurun waktu 90 hari melalui aturan baru, atau apabila jika tidak terdapat aturan baru dalam kurun waktu tersebut, maka Pepres 75/2019 pasal 34 dianggap tidak memiliki kekuatan hukum atau dibatalkan.

“Intinya dalam waktu 90 hari ke depan setelah salinan keputusan diumumkan resmi, BPJS Kesehatan menunggu terbitnya Perpres pengganti. Saat ini sedang berproses,” terangnya.

BPJS Kesehatan juga telah bersurat kepada Sekretaris Negara untuk menetapkan langkah-langkah yang dapat dilakukan BPJS Kesehatan selanjutnya dalam mengeksekusi putusan tersebut. Iqbal mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir karena BPJS Kesehatan telah menghitung selisih kelebihan pembayaran iuran peserta segmen PBPU atau mandiri dan akan dikembalikan segera setelah ada aturan baru tersebut atau disesuaikan dengan arahan dari Pemerintah.

“Teknis pengembaliannya akan diatur lebih lanjut, antara lain kelebihan iuran tersebut akan menjadi iuran pada bulan berikutnya untuk peserta,” tandasnya. (OL-6)

Baca Juga

MI/Angga Yuniar

Terhambatnya Imunisasi di Masa Pandemi Ancam Kesehatan Anak

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 02 Juni 2020, 16:15 WIB
Tertundanya pemberian imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan bagi anak di masa pandemi covid-19 mengancam kesehatan anak-anak. Sehingga...
ANTARA

Update Covid-19: Pasien Positif Covid-19 27.549, Sembuh 7.935

👤Nur Azizah 🕔Selasa 02 Juni 2020, 16:10 WIB
Adapun jumlah kasus positif secara keseluruhan bertambah 609 orang. Penambahan kasus ini berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase...
AFP

Muhammadiyah Nilai Pembatalan Haji 2020 Langkah Tepat

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 02 Juni 2020, 16:05 WIB
Keputusan tersebut secara undang-undang juga tidak melanggar. Pasalnya, dengan belum adanya keputusan Pemerintah Arab Saudi mengenai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya