Kamis 02 April 2020, 13:38 WIB

Dua Gempa Bumi di Maluku dan Bali tak Berpotensi Tsunami

Ihfa Firdausya | Humaniora
Dua Gempa Bumi di Maluku dan Bali tak Berpotensi Tsunami

ANTARA
Petugas BPBD Badung memeriksa kondisi bangunan SD No. 1 Ungasan yang rusak di bagian atap akibat gempa bumi di Badung, Bali, Selasa (16/7).

 

GEMPA bumi tektonik yang cukup signifikan dirasakan di dua wilayah Indonesia pagi ini, Kamis (2/4). Gempa pertama terjadi di Laut Banda, Kepulauan Maluku, pukul 09.13 WIB dengan magnitudo 5,5. Gempa lain terjadi di Kuta Selatan, Bali, pukul 11:34 WITA dengan magnitudo 4,3.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan keduanya tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hasil analisis BMKG terhadap gempa di Laut Banda menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=5,5.

Baca juga: BMKG Catat 8 Gempa Tektonik Signifikan di Akhir Maret

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.0 LS dan 125.69 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 76 km arah Barat Kota Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku pada kedalaman 15 km," kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, Kamis (2/4).

Menurut Rahmat, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi di Laut Banda merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktifitas sesar lokal.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike slip)," jelasnya.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Timor Leste III MMI dan Alor II-III MMI. Hingga kini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

"Hingga hari Kamis 2 April 2020 pukul 09.50 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," pungkas Rahmat.

Sementara itu, gempa di Kuta Selatan memiliki episenter pada koordinat 9,42 LS dan 114,69 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 91 km Barat Daya Kuta Selatan, Bali pada kedalaman 17 km.

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar, Taufik Gunawan, menyebut bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktifitas sesar di dasar laut.

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Kuta II MMI.

Baca juga: Masyarakat Diminta Dukung Tenaga Medis Covid-19

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 11.50 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas Gempa bumi susulan," jelas Taufik.

"Kepada Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya," tutupnya. (OL-6)

Baca Juga

ANTARA/Syaiful Arif

Kemenag Siapkan Protokol Kesehatan untuk Pesantren

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 12:45 WIB
Penyusunan protokol kesehatan dilakukan guna menghindari warbah covid-19 merebak di lingkungan...
Ist/Dok.MI

Ikatan Pesantren Indonesia Tunggu Protokol Kesehatan Normal Baru

👤Antara 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 12:10 WIB
Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan pemerintah sedang mengkaji untuk kembali membuka pesantren secara...
MI/Dwi Apriani

Sebanyak 63 Ribu Desa Telah Terima BLT

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 12:00 WIB
"Jumlah ini artinya sudah 85% dari total 74.953...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya