Kamis 02 April 2020, 13:35 WIB

Kementan Dorong Pengunaan KUR untuk Tingkatkan Usaha Peternakan

Denny Parsaulian S | Ekonomi
Kementan Dorong Pengunaan KUR untuk Tingkatkan Usaha Peternakan

DOK KEMENTAN
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita.

 

Kabar gembira bagi peternak untuk mengembangkan usahanya. Kementerian Pertanian menargetkan dana untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) bidang peternakan sebesar Rp9,01 triliun. Kementan menetapkan target ini dalam rangka menciptakan pemerataan ekonomi serta meningkatkan iklim berusaha yang kondusif dan berkeadilan di sektor peternakan, pada 2020.

“KUR ini adalah salah satu kebijakan Pemerintah untuk pemerataan ekonomi. Sumber dananya berasal dari penyalur KUR, sedangkan Pemerintah berperan memberikan subsidi bunga,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita di Jakarta, Kamis (2/4/2020). 

Menurut Ketut, dengan bunga 6%, KUR ini sangat menarik dan membantu banyak peternak dalam mengembangkan usahanya. Terbukti sampai dengan Maret, realisasi KUR untuk sektor peternakan tercatat mencapai Rp3,03 triliun atau 33,63% dari target, dengan jumlah debitur mencapai 107.891 debitur.

Baca Juga:  Kementerian Pertanian Berjanji Bantu Proses Jaminan KUR Petani

Ketut menerangkan bahwa realisasi KUR sektor peternakan banyak digunakan untuk usaha produktif pembibitan dan budidaya sapi, ternak perah, kambing/domba, unggas dan kombinasi pertanian/perkebunan dengan peternakan yang diunggah di Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).

"Kepercayaan lembaga pembiayaan terhadap usaha peternakan semakin meningkat. Hal ini terlihat dari grafik realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang semakin naik dari tahun ke tahun," tambahnya. 

Ia kemudian membeberkan data realisasi KUR pada 2019. Saat itu  tercatat penyaluran KUR sektor peternakan mencapai Rp7,5 triliun. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan realisasi KUR tahun 2018 sebesar Rp5,06 triliun. 

"Realisasi KUR tahun 2019 tersebut meningkat sebesar 48,22% dibandingkan realisasi 2018. Dan angka realisasi itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun 2017 sebesar Rp2,02 triliun," ucapnya. 

Baca Juga: Mentan Harap KUR dan Kostratani Percepat Pembangunan Pertanian

Sementara itu, Fini Murfiani, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen PKH menambahkan bahwa KUR merupakan kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada debitur individu/perseorangan, badan usaha dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak, namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup. 

"Fasilitas KUR bertujuan untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja," jelasnya. 

Fini kemudian memberikan beberapa contoh penyalur KUR antara lain Bank Pemerintah (BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN), Bank Umum Swasta, Bank Pembangunan Daerah, dan Perusahaan Pembiayaan serta Koperasi Simpan Pinjam.

“Melalui KUR ini kita berupaya menciptakan pemerataan ekonomi di sektor peternakan dan menciptakan iklim berusaha yang kondusif dan berkeadilan, dengan membantu para peternak kecil dan kelompok usaha peternakan mikro/kecil,” lanjutnya.

Keuntungan dan syarat akses KUR
Lebih lanjut, Fini menjelaskan bahwa cicilan KUR ini dapat dibayar setelah panen (“yarnen”), hal ini menyesuaikan karakteristik usaha peternakan yang baru dapat dipanen setelah ternak beranak, ternak besar dan siap potong, setelah ternak bertelur atau setelah menghasilkan susu. 

"Penerima KUR dapat melakukan pembayaran pokok dan bunga secara angsuran berkala dan/atau pembayaran sekaligus saat jatuh tempo sesuai dengan kesepakatan antara Penerima dan Penyalur KUR," imbuhnya. 

Ia kemudian menjelaskan bahwa KUR dapat dimanfaatkan untuk usaha peternakan mulai dari hulu sampai dengan hilir atau tidak terbatas pada usaha budidaya saja. Namun dapat juga untuk pengolahan hasil peternakan, pengolahan pupuk, usaha pakan ternak, atau untuk pemasaran bahkan untuk pembiayaan ekspor.

Untuk mendapatkan KUR, menurut Fini, cukup mudah dengan syarat yang tidak membebani peternak. Untuk individu (perorangan), persyaratan berupa kepemilikan usaha produktif dan layak, serta telah melakukan usaha secara aktif minimal 6 bulan. Peternak juga tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan Kartu Kredit, serta melengkapi persyaratan administrasi yaitu identitas berupa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat izin usaha. 

Adapun untuk izin usaha peternakan yang mikro dan kecil dapat langsung menghubungi dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan terdekat. Sementara bagi usaha skala menengah harus daftar melalui OSS (online single submission). 

Setelah persyaratan lengkap, peternak dapat langsung menghubungi bank, perusahaan pembiayaan, atau koperasi simpan pinjam penyalur KUR. 

"Bagi peternak yang memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang KUR dapat menghubungi bank penyalur atau koperasi penyalur terdekat," pungkasnya.  (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara

Food Estate Tak Efektif Tingkatkan Produktivitas Pertanian

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 08:30 WIB
Rencana pemerintah untuk membangunan food estate itu tidak efektif untuk meningkatkan produktifitas pertanian di...
MI/Supardji Rasban

Pemerintah Perlu Bangun Rantai Pasok di Kawasan Industri

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 07:35 WIB
Pemerintah disarankan membangun rantai pasok pada kawasan industri, antara industri kecil menengah (IKM) dan industri besar dan sedang...
DOK BNI SYARIAH

Bhakti BNI Syariah Lindungi Pesantren dari Covid-19

👤Dro/S1-25 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 04:57 WIB
BNI Syariah berkomitmen untuk menjalankan hasanah way, yakni terus menerus berupaya untuk memberikan kebermanfaatan dan kebaikan (hasanah)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya