Rabu 01 April 2020, 19:02 WIB

300 Siswa Corona, Masyarakat Sekitar Lemdikpol Jangan Khawatir

Benny Bastiandy | Nusantara
300 Siswa Corona, Masyarakat Sekitar Lemdikpol Jangan Khawatir

MI/DEPI GUNAWAN
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono (tengah)

 

MABES Polri mengimbau masyarakat yang ada di sekitar komplek Setukpa Lemdikpol Kota Sukabumi, Jawa Barat, tak perlu khawatir dengan informasi adanya 300 siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) yang terindikasi positif korona (covid-19). Pasalnya, ke-300 siswa tersebut saat ini sedang mendapat penanganan khusus dengan cara diisolasi mandiri.

"Jadi pada prinsipnya bahwa masyarakat di sekitar Setukpa khususnya, tidak perlu khawatir, karena dari 300 siswa yang terindikasi positif itu sudah kita lakukan langkah-langkah kedokteran dan psikologi. Semuanya dalam kondisi baik dan dalam situasi yang baik pula," terang Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, kepada wartawan saat konferensi pers di halaman Setukpa Lemdikpol Kota Sukabumi, Rabu (1/4).

Argo menuturkan, telah diambil langkah-langkah yang dilakukan Setukpa Lemdikpol serta Pusat Dokes Mabes Polri terhadap 300 siswa tersebut. Di antaranya melakukan isolasi mandiri serta pemberian vitamin C berupa injeksi dan tablet, melakukan rontgen, serta melaksanakan olahraga ringan seperti berjemur.

"Itu semua sudah kita lakukan," tegas Argo.

Ke-300 siswa yang sedang menjalani pendidikan di Setukpa Lemdikpol Kota Sukabumi, itu terindikasi positif korona setelah dilakukan rapid test. Tes cepat Covid-19 itu dilakukan setelah sebelumnya terdapat 7 orang siswa Setukpa Lemdikpol yang lebih dulu diduga positif.

Argo mengatakan berkaitan dengan pemberitaan adanya siswa Setukpa Lemdikpol Kota Sukabumi yang terindikasi positif korona, Kapolri langsung memerintahkan menindaklanjuti dengan mengecek langsung ke Setukpa Lemdikpol Kota Sukabumi. Argo menuturkan, kondisi tersebut berawal adanya satu orang siswa SIP yang diduga terjangkit demam berdarah.

Namun dari hasil rontgen, terdapat semacam flek sehingga akhirnya siswa tersebut dirujuk ke RS Polri Kramat Jati. Setelah itu, terdapat 8 siswa lainnya yang mengalami demam. Tindakan rontgen juga dilakukan terhadap 8 siswa tersebut. Hasilnya sama dengan satu orang siswa yang diperiksa lebih awal.

"Jadi ada 9 orang yang dirujuk ke RS Polri Kramat Jati. Kemudian ada 2 orang dikirim ke RS Bhayangkara Brimob. Jadi, ada 7 di RS Polri Kramat Jati dan 2 di RS Bhayangkara Brimob," terang Argo.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, dari semua siswa Setukpa Lemdikpol yang berjumlah 1.550 orang, dilakukan rapid test korona terhadap 300 orang. Hasilnya, 300 siswa tersebut terindikasi positif.

"(Sebanyak) 300 siswa itu ada di Setukpa ini. Sisanya, ada 1.250 siswa cuti," pungkas Argo.

Baca juga: Pakar Statistik UGM Estimasi Puncak Pandemi Korona 29 Mei

Kapusdokes Mabes Polri, Brigjen Musyafak, menjelaskan beberapa waktu lalu dilaksanakan rapid test terhadap siswa SIP Setukpa Lemdikpol. Langkah rapid test itu dilakukan menyusul terlebih dulu ada 7 siswa Setukpa Lemdikpol yang terindikasi positif korona dan sekarang dirawat di RS Polri Kramat Jati.

"Perlu diketahui bahwa pelaksanaan rapid test ini tidak menjamin bahwa meskipun positif, yang bersangkutan positif covid-19. Rapid test ini akurasinya hanya kurang lebih 80% dan itu tidak khusus covid-19," terang Musyafak.

Saat ini ke-300 siswa yang terindikasi positif korona itu sedang diisolasi mandiri. Selain itu, lanjut Musyafak, kepada mereka diberikan menu makanan tambahan dan obat-obatan dengan tujuan meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.

"Kemarin kami memberikan vitamin C dengan cara injeksi dengan harapan ada daya tahan tubuh yang tinggi. Kalau memang terinfeksi virus, tubuh bisa meng-counter," ungkapnya.

Isolasi mandiri akan dilaksanakan selama 14 hari. Bagi 300 siswa terindikasi positif itu juga sudah dirontgen untuk mengetahui terdapat gangguan pada bagian paru-paru atau tidak.

"Ternyata hasil foto rontgen yang dilaksanakan, semuanya masih dalam batas normal. Artinya, tanda-tanda covid-19, pneumonia, negatif. Meskipun demikian, kita tetap memberlakukan dan menangangi sebagaimana ODP. Setiap seminggu sekali kami injeksi vitamin C. Kemudian terakhir nanti di hari ke-14, kita akan melakukan pemeriksaan swab. Pemeriksaan dengan CVR untuk mengetahui apakah memang positif Covid-19 atau tidak," bebernya.

Musyafak pun mengimbau masyarakat di sekitar Setukpa Lemdikpol tidak perlu khawatir dan panik. Dengan luas komplek yang mencapai 400 hektare, Musyafak menjamin masyarakat tidak akan terpapar.

"300 siswa ini diisolasi di suatu tempat. Kegiatannya hanya olahraga ringan dan berjemur. Setelah itu kembali lagi ke kamar untuk diisolasi. Masyarakat tak perlu khawatir," tandasnya. (A-2)

 

Baca Juga

DOK MI

Polda Jambi Siap Tegakan Aturan Tatanan New Normal

👤Solmi 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 00:50 WIB
Polda Jambi berharap seluruh masyarakat bisa menerima dan mendukung kebijakan new normal yang akan...
DOK MI

Pemkab Banyumas Waspadai Munculnya Klaster Baru Virus Korona

👤Lilik Darmawan 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 00:40 WIB
Di Desa Sokawera, kasus positif dialami seorang perempuan berusia 26 tahun yang baru datang dari...
MI/Adi Kristiadi

Pemkot Tasikmalaya Perpanjang PSBB di Wilayah Zona Merah

👤Kristiadi 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 00:25 WIB
Perpanjangan PSBB dilakukan di Cigantang, Sambongjaya, Kahuripan, Argasari, Empangsari, dan Cilembang yang masih berada di zona merah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya