Rabu 01 April 2020, 17:25 WIB

Virus Covid-19 Ubah Wajah New York

Nur Aivanni | Internasional
Virus Covid-19 Ubah Wajah New York

AFP/ANGELA WEISS
Emergency Field Hospital untuk pasien covid-19 di Central Park New York, selasa (31/3)

 

Rumah sakit (RS) darurat disiapkan di Central Park New York dan di wisma turnamen tenis Amerika Serikat (AS) Terbuka. Dua RS darurat ini disiapkan ketika jumlah kematian orang Amerika akibat pandemi virus covid-19 melonjak melewati 4.000.

Pandemi covid-19 telah merenggut nyawa lebih dari 1.700 warga New York. Diketahui New York menjadi daerah yang paling terpukul akibat pandemi covid-19. Alhasil pemerintah tengah bergegas untuk meningkatkan kapasitas RS sebelum kasus virus covid-19 semakin meningkat.

Sekitar selusin tenda yang dilengkapi dengan 68 tempat tidur dan 10 ventilator telah dipasang di taman ikonik di Manhattan itu.

"Anda melihat film 'Contagion' dan Anda pikir itu sangat jauh dari fakta yang sebenarnya. Hal itu tidak akan pernah terjadi. Namun, kini Anda melihat itu benar-benar terjadi di sini. Itu semua sangat nyata," kata seorang pejalan kaki Joanne Dunbar kepada AFP, Selasa (31/3).

Menurut penghitungan Johns Hopkins University, kasus virus covid-19 di seluruh AS melonjak jadi 189.510 pada Rabu (1/4) pagi. Jumlah pasien yang meninggal 4.076 orang.

Negara bagian New York mengumumkan infeksi covid-19 pertamanya pada 1 Maret. Kasus covid-19 langsung menyebar cepat, sehingga dianggap sebagai pusat wabah covid-19 di AS.

Baca juga: WHO: AS Berpotensi Jadi Pusat Pandemi Covid-19

Sebelumnya, Walikota New York City Bill de Blasio mengatakan bahwa kota New York menyiapkan kapasitas RS tiga kali lipat untuk bersiap-siap menghadapi puncak pandemi yang diperkirakan akan terjadi dalam dua hingga tiga minggu.

"(Kami) akan membutuhkan tingkat kapasitas rumah sakit yang belum pernah kami lihat, bahkan tidak pernah terbayangkan," katanya kepada NBC.

Di sebelah selatan Central Park, sekarang ada Javits Convention Center. Fasilitas kesehatan ini memiliki hampir 3.000 tempat tidur setelah 'dimodifikasi' oleh Army Corps of Engineers. Tempat tersebut akan menangani pasien non covid-19, sehingga mengurangi beban RS yang fokus menangani pasien covid-19.

Akibat pandemi covid-19, jalan-jalan New York yang biasanya penuh sesak kini hampir kosong. Orang-orang mengenakan masker menjadi pemandangan umum di antara beberapa orang yang terlihat, termasuk para pekerja kebersihan yang bekerja lebih keras dari sebelumnya.

Di supermarket D'Agostino di First Avenue, manajer Larry Grossman telah memasang partisi kaca untuk melindungi kasir dari pelanggan yang sakit dan memasang peringatan (imbauan) tentang social distancing atau jaga jarak sosial. (AFP/OL-14)

 

Baca Juga

AFP/Tarso Sarraf

Sistem Kesehatan Amerika Latin Berisiko Gagal Tangani Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 02 Juni 2020, 15:52 WIB
WHO memperingatkan sistem kesehatan di seluruh Amerika Latin, lantaran kasus kematian akibat covid-19 sudah mencapai 50.000...
AFP/Dave Chan

Kanada Tolak Undang Rusia dalam KTT G7

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 02 Juni 2020, 15:15 WIB
Rusia dikeluarkan dari G7 setelah menginvasi Crimea beberapa tahun yang...
AFP/Roslan Rahman

Sekolah Kembali Dibuka di Singapura,Tiap Murid Wajib Periksa Suhu

👤Deri Dahuri 🕔Selasa 02 Juni 2020, 15:12 WIB
Kini kasus Covid-19 di ‘Negeri Singa’ itu tercatat lebih dari 35 ribu kasus. Namun negara yang berada di kawasan Asia Tenggara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya