Rabu 01 April 2020, 17:19 WIB

Malaysia Lockdown, WNI Buruh Harian Paling Terdampak

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Malaysia Lockdown, WNI Buruh Harian Paling Terdampak

Antara/Aswaddy Hamid
Sejumlah penumpang kapal dari Port Dickson, Malaysia, yang didominasi WNI tiba di Pelabuhan Dumai, Riau.

 

PEMERINTAH Malaysia telah memperpanjang Movement Control Order (MCO) hingga 14 April mendatang. Kementerian Luar Negeri RI menilai kebijakan itu tidak hanya berdampak bagi penduduk setempat, melainkan juga warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Negeri Jiran.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI, Judha Nugraha, mengatakan mayoritas WNI di Malaysia adalah pekerja migran. Menurutnya, golongan yang paling terdampak MOC ialah WNI yang bekerja sebagai buruh harian lepas.

Baca juga: Pemerintah Minta WNI di Malaysia Jangan Pulang Dulu

“Sedangkan mayoritas pekerja migran Indonesia yang memiliki majikan dalam kondisi relatif baik,” ujar Judha melalui telekonferensi, Rabu (1/4).

Merespons persoalan di tengah pandemi covid-19, seluruh perwakilan Indonesia di Malaysia telah memberikan bantuan logistik kepada pekerja migran Indonesia (PMI) yang paling rentan. Hingga Rabu (1/4),  perwakilan Indonesia di Malaysia telah menyalurkan 3.143 paket bantuan logistik dan menyiapkan hamper 3.000 paket tambahan.

Terkait kepulangan WNI dari Malaysia, sepanjang 18-31 Maret tercatat 34.696 orang pulang ke Tanah Air. Mayoritas adalah warga negara Indonesia pemegang fasilitas bebas visa 30 hari. “Jadi bukan pekerja migran kita yang menetap di Malaysia yang memiliki izin tinggal tetap dan izin kerja tetap,” pungkas Judha.

Baca juga: Wabah Covid-19 Meningkat, Malaysia Terapkan Lockdown

Direktur Timur Tengah Kemenlu, Achmad Rizal Purnama, menuturkan Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, telah melakukan komunikasi intensif dengan sekitar delapan Menlu dari berbagai negara dalam 10 terakhir. Terbaru, Retno berkomunikasi dengan Menlu Inggris dan Menlu India pada Rabu (1/4) ini.

Fokusnya ialah menggarisbawahi arti penting kerja sama dan kolaborasi internasional dalam mengantisipasi pandemic covid-19. “Ibu Menlu selalu menggarisbawahi pentingnya jangan ada hambatan bagi perdagangan. Karena meskipun kondisi global seperti ini, lalu lintas orang terbatas. Tetapi lalu lintas barang dalam hal ini ekonomi harus tetap didorong agar berjalan,” jelas Rizal.(OL-11)

 

 

Baca Juga

AFP/MANAN VATSYAYANA

Media Jerman Jelaskan Keberhasilan Vietnam Perangi Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 02 Juni 2020, 16:16 WIB
Portal Marzahn-hellersdorf di Jerman telah menerbitkan artikel yang menjelaskan faktor-faktor yang berkontribusi pada keberhasilan Vietnam...
AFP/Tarso Sarraf

Sistem Kesehatan Amerika Latin Berisiko Gagal Tangani Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 02 Juni 2020, 15:52 WIB
WHO memperingatkan sistem kesehatan di seluruh Amerika Latin, lantaran kasus kematian akibat covid-19 sudah mencapai 50.000...
AFP/Dave Chan

Kanada Tolak Undang Rusia dalam KTT G7

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 02 Juni 2020, 15:15 WIB
Rusia dikeluarkan dari G7 setelah menginvasi Crimea beberapa tahun yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya