Rabu 01 April 2020, 14:55 WIB

Disusupi Pornografi dan Ujaran Kebencian, Zoom Dilaporkan ke FBI

Fathurrozak | Weekend
Disusupi Pornografi dan Ujaran Kebencian, Zoom Dilaporkan ke FBI

Olivier DOULIERY / AFP)
Ilustrasi logo zoom

DI tengah popularitasnya sebagai aplikasi video konferensi pada masa pandemi ini, Zoom dilaporkan para penggunanya atas kasus peretasan.

Aplikasi video konferensi Zoom merupakan salah satu yang paling banyak digunakan selama masa pandemi ini. Banyak pertemuan virtual dilakukan menggunakan Zoom yang menjadikan aplikasi tersebut populer. Namun, di tengah popularitasnya, Zoom menghadapi tuduhan serius ketika ada pengguna yang melaporkan ke FBI. Pengguna melaporkan, bahwa mereka dikejutkan dengan konten porno saat konferensi menggunakan Zoom.

Jaksa Agung New York Letitia James mengirim surat ke perusahaan tersebut di California. “Dengan sejumlah pertanyaan untuk memastikan perusahaan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan privasi dan keamanan pengguna," ungkap seorang juru bicara.

Juru bicara tersebut enggan membeberkan informasi lebih lanjut mengenai isinya. Tetapi, ia menambahkan pada Selasa kantor James "berusaha untuk bekerja dengan perusahaan" untuk menyelesaikan masalah ini.

Penyelidikan dilakukan setelah kantor FBI di Boston memperingatkan pada hari Senin bahwa pihaknya menerima beberapa laporan konferensi yang diganggu oleh gambar-gambar porno dan gambar yang menyimbulkan kebencian serta bahasa yang mengancam.

FBI mencantumkan dua contoh kasus ketika peretas melakukan ‘zoombombed’ ke sekolah-sekolah yang melakukan pembelajaran daring. Sebuah sekolah menengah di Massachusetts melaporkan bahwa seseorang yang tidak dikenal bergabung di kelas virtual dan meneriakkan kata-kata kotor pada guru sebelum meneriaki alamat rumah guru tersebut. Sekolah lain, di negara bagian yang sama melaporkan penampilan orang tak dikenal dengan tato swastika bergabung di pembelajaran daring mereka.

Menggunakan tagar "zoombombed," pengguna media sosial memberikan kesaksian mereka yang tiba-tiba melihat gambar porno atau rasis di layar mereka saat menggunakan aplikasi. FBI merekomendasikan agar pengguna Zoom menjadikan semua rapat secara privat, dan menghindari berbagi layar untuk mencegah peretas.

Perusahaan yang berbasis di Silicon Valley ini menyatakan bahwa mereka memperhatikan privasi, keamanan, dan kepercayaan penggunanya dengan sangat serius.

"Selama pandemi covid-19, kami bekerja sepanjang waktu untuk memastikan bahwa rumah sakit, universitas, sekolah, dan bisnis lainnya di seluruh dunia dapat tetap terhubung dan beroperasi. Kami menghargai keterlibatan Jaksa Agung New York dalam masalah ini dan dengan senang hati memberikan informasi yang dimintanya," kata seorang juru bicara Zoom kepada AFP.

Sejak kebijakan untuk tetap di rumah diketatkan di Amerika, Zoom mengalami penaikan unduhan, melonjak 252% menjadi 4,2 juta. Lonjakan ini naik dratsis bila dibandingkan dengan periode pekan sebelum kebijakan tetap di rumah diketatkan. Di Eropa, Zoom juga mengalami penaikan unduhan. Dari data yang disajikan Sensor Tower, hingga akhir Maret ada 6,5 juta pengunduh Zoom di Eropa. (M-4)

Baca Juga

Instagram @stephenmarley

Galang Dana Covid-19, Anak Bob Marley Rilis Ulang "One Love"

👤Fathurrozak 🕔Kamis 09 Juli 2020, 18:55 WIB
One Love adalah salah satu lagu hit di album Exodus, yang menampilkan beberapa hit terbesar Bob Marley, termasuk  lagu Jamming dan...
Dok. Labiennale.org

Tetap Berlangsung, Festival Film Venesia Lakukan Penyesuaian

👤Fathurrozak 🕔Kamis 09 Juli 2020, 17:15 WIB
Salah satu penyesuaian adalah dengan pengurangan jumlah film yang...
Unsplash/ Peter Dlhy

Ini Alasan Pentingnya Para Ayah Bermain dengan Anak

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 09 Juli 2020, 16:55 WIB
Studi menemukan jika kegemaran para ayah untuk mengajak bermain fisik, berguna bagi anak untuk mengelola...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya