Selasa 31 Maret 2020, 23:55 WIB

Inovasi Produk Baja untuk Tangkal Penyebaran Wabah Covid-19

Syarief Oebaidillah | Teknologi
Inovasi Produk Baja untuk Tangkal Penyebaran Wabah Covid-19

Dok. Tatalogam
Vice President PT. Tatalogam Stephanus Koeswandi

MEREBAKNYA wabah Covid -19 dan bahaya yang ditimbulkan membuat resah banyak negara termasuk di Indonesia. Apalagi, banyak penelitian menyebutkan virus ini bisa bertahan di berbagai macam permukaan sehingga meningkatkan risiko penularan.

Studi yang diterbitkan di New England Journal of Medicine menyebutkan virus ini dapat bertahan pada permukaan benda, seperti logam, kaca, atau plastik hingga 9 hari lamanya.

Kondisi itu membuat banyak orang cemas. Karena semakin tinggi peluang mereka tertular menyentuh permukaan yang terkontaminasi di tempat-tempat umum seperti rumah sakit dan transportasi publik.

Terkait itu, PT Tatalogam Lestari, salah satu produsen baja ringan di Indonesia meluncurkam sebuah inovasi yang diharapkan bisa menghambat penyebaran virus tersebut.

Sejak 1 bulan terakhir, PT Tatalogam Lestari memproduksi baja ringan antivirus yang mampu meredam perkembangbiakan virus yang menempel pada logam.

Dari hasil uji laboratorium diketahui, baja ringan antivirus ini terbukti dapat menangkal berbagai macam virus dan bakteri berbahaya termasuk virus Covid-19 yang saat ini tengah mewabah.

Stephanus Koeswandi, Vice President PT Tatalogam Lestari mengatakan, produk baja ringan antivirus produksi mereka dilapisi cairan anti-virus khusus yang dapat menutup pori-pori baja sehingga virus tidak dapat berkembang biak di permukaannya.

"Virus ini (Covid-19) bisa hidup pada permukaan logam hingga 72 jam, bahkan bisa lebih. Ini karena celah pori-pori benda tersebut jadi tempat hinggap bakteri dan virus. Virus membelah diri dan bisa bertahan lama. Kami dari Tatalogam berinovasi setiap tahun memikirkan apa solusinya kalau untuk melapisi logam, karena memang kami ada di produsen hilir baja, bagian pelapisan. Maka pada kesempatan ini kami mengembangkan satu produk baja ringan anti virus yaitu Nexalume Antivirus dan Sakura Truss Avico," terang Stephanus dalam keterangan resminy.

Baca juga : UGM Berkoloborasi Kembangkan Sistem Covid-19 Tracing

Nexalume Anti Virus sendiri merupakan bahan baku baja ringan yang sudah dilapisi cairan antivirus, di coating 3 kali dengan nano-coating.

Bahan baku itu nantinya bisa digunakan dalam berbagai keperluan seperti meja peralatan medis di rumah sakit, dan bahkan transportasi umum yang rawan dihinggapi dan menjadi tempat berkembang biak virus pembawa penyakit.

Sementara Sakura Truss Avico merupakan rangka atap baja ringan yang sudah dilapisi cairan antivirus. Rangka atap baja ringan antivirus itu diharapkan juga dapat melindungi masyarakat dari bakteri dan virus yang ditularkan dari binatang yang hidup di atap rumah seperti tikus, dan lain-lain.

"Produk ini memang untuk membuat permukaan baja ini jauh lebih aman digunakan. Jadi bisa mengurangi inhabitant rate atau tempat virus berkembang sampai 99,91 persen. jadi kalau virus nempel bukan dia mati yah, tapi media tersebut (baja yang sudah dilapisi) oleh teknologi dari nexalum anti virus ini bisa membuat virus ini jadi tidak bisa berkembang biak. Otomotis ini punya satu anti microbrial dipermukaan tersebut," ungkap Stephanus.

Ia mengungkapkan inovasi seperti ini sebenarnya pernah diterapkan saat Hongkong, China dilanda wabah SARS pada 2002-2004 silam.

Saat itu Tiongkok mencegah penyebaran virus dengan teknologi pelapisan baja dengan cairan antivirus untuk digunakan di transportasi umum seperti MRT, kereta dan tempat umum lain.

Teknologi ini yang kemudian dikembangkan agar dapat diproduksi di pabrik bahan baku baja ringan PT Tata Metal Lestari grup dari Tatalogam di Cikarang.

"Jadi teknologi ini kami kembangkan lagi. Jadi yang tadinya hanya bisa diproduksi dengan kuantiti terbatas, tapi dengan kami aplikasikan di mesin pelapisan (CGL) kami, bisa diproduksi lebih cepat dan lebih banyak. Sehingga satu bulan kapasitasnya 18 ribu ton. Dan ini kami harap bisa digunakan di mana-mana," pungkas Stephanus.(RO/OL-7)

Baca Juga

123rf

Celah Rawan dalam Aktivitas Digital

👤Fetry Wuryasti 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 00:10 WIB
PANDEMI covid-19 telah memaksa lahirnya pola hidup kenormalan baru atau new normal. Hampir seluruh kegiatan seperti belajar...
Ilustrasi

Tren Kejahatan Siber Ikut Naik saat Lonjakan Konsumsi Internet

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 28 Mei 2020, 23:58 WIB
Teknik itu menyasar pengguna yang kurang waspada dalam bertransaksi daring dan memancing korban untuk memberikan informasi pribadi seperti...
Dok. Ajaib

Akuisisi Primasia, Ajaib Perkuat Ekosistem Jual-Beli Saham Daring

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 28 Mei 2020, 18:30 WIB
Pengalaman Primasia Sekuritas sebagai pialang selama puluhan tahun, bersinergi dengan keahlian Ajaib Group di ranah digital, dipercaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya