Rabu 01 April 2020, 02:30 WIB

Demam Berdarah masih Harus Diwaspadai

Media Indonesia | Humaniora
Demam Berdarah masih Harus Diwaspadai

ANTARA/AHMAD SUBAIDI
Ratusan siswa-siswi SDN 10 Mataram mengikuti edukasi bahaya demam berdarah yang diadakan Dinas Kesehatan Provinsi NTB

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan agar masyarakat tidak hanya terpaku pada pandemi covid-19, tapi juga tetap mewaspadai ancaman demam berdarah (DB). Kemenkes mencatat, kasus DB dari Januari hingga 30 Maret 2020 terdapat 38.463 kasus, dengan total kematian sebanyak 251.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyatakan, pihaknya terus melakukan upaya untuk menekan angka kasus DBD. “Kita mendorong untuk tetap mengingatkan melakukan 3Mplus, dan teman teman di PKM tetap melakukan prosedur yang sudah menjadi standar seperti penyelidikan epidemiologi,” kata Nadia kepada Media Indonesia, kemarin.

Nadia memerinci terdapat lima provinsi dengan kasus DBD paling tinggi, yakni Jawa Barat 5.894, NTT 4.433, Lampung 3.563, Jawa Timur 2.997, Bali 2.173, dan Sumatra Selatan 1.410. DBD, lanjut Nadia, merupakan penyakit musiman. Ia meyakini bulan April mendatang merupakan akhir dari musim DBD.

Secara terpisah, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama dengan Relawan Siaga Sandiaga Uno mengajak masyarakat untuk terus mendonorkan darah. Wakil Kepala Unit Transfusi Darah PMI Provinsi DKI Jakarta Ni Ken Ritchie menambahkan, meluasnya pandemi covid-19 menyebabkan stok darah menurun hingga 90 persen untuk seluruh golongan darah.

Senada, Sekretaris Jendral PMI Sudirman Said menyampaikan hal tersebut dalam acara Donor Darah bersama Relawan Siaga Sandiaga Uno di Markas PMI Provinsi DKI Jakarta, Selasa (31/3). Sudirman Said mengatakan, idealnya stok darah secara nasional adalah 2% dari total keseluruhan penduduk Indonesia, tetapi saat ini stok darah di Unit Donor Darah PMI tidak mencukupi.

‘Kami sangat mengerti dengan kondisi saat ini, masyarakat mematuhi imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah, terkait dengan wabah covid-19. Tapi faktanya stok memang sedang turun. Seperti di PMI DKI Jakarta, kebutuhan per hari mencapai 1.000 kantong, saat ini hanya sekitar 30 persen yang tersedia,’ jelas Sudirman dalam keterangan tertulis, kemarin.

Sandiaga Uno menambahkan, Relawan Siaga mengajak untuk masyarakat yang sehat untuk mendonorkan darahnya, karena banyak penderita talasemia atau yang terkena DB membutuhkan transfusi darah. “PMI telah menyiapkan protokol penanganan covid-19 terkait dengan donor darah, jadi kami mengajak masyarakat untuk mendatangi unit donor darah PMI terdekat,” jelasnya. (Ata/H-3)

Baca Juga

ANTARA Jatim/HO/WI

Dewan Pers Ingatkan Perlindungan Jurnalis Selama Normal Baru

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 00:24 WIB
Empat pilar jurnalistik harus dijaga, karena apabila terdapat pilar yang terganggu, kualitas kemerdekaan pers akan...
Dok. Istimewa

Penerapan New Normal Harus Dilakukan Hati-Hati

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 00:00 WIB
New normal diberlakukan secara bertahap dimulai dari daerah yang sudah mulai menunjukkan kurva kasus covid-19 melandai dan...
DOk. Pirbadi/Ardi Teristi Hardi

Link & Match dengan Industri, Kemendikbud Buka Prodi S-2 Terapan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:09 WIB
Hal ini dilakukan guna membangun “Link and Match” dengan kalangan dunia usaha dan dunia industri ( DUDI) lebih kuat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya