Rabu 01 April 2020, 09:25 WIB

Pemerintah Luncurkan Aplikasi Berbasis AI untuk Perangi Korona

mediaindonesia.com | Ekonomi
Pemerintah Luncurkan Aplikasi Berbasis AI untuk Perangi Korona

Dok Kemenkominfo
Menkominfo Johnny G Plate dan Kepala KSP Moeldoko saat peluncuran aplikasi 10 Rumah Aman

 

PEMERINTAH meluncurkan aplikasi 10 Rumah Aman yang menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) yang bisa digunakan dalam menghadapi pandemi virus korona (covid-19).

Aplikasi berbasis komunitas itu diluncurkan secara online oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan Menteri Johnny G Plate dari tempat berbeda melalui video conference di Jakarta, Selasa (31/3).

Johnny menjelaskan, teknologi AI menghubungkan data berbasis peta dan lingkungan sekitar melalui perangkat telepon seluler (ponsel) dan terhubung dengan platform media sosial (medsos).

"Aplikasi 10 Rumah Aman mengoptimalkan teknologi AI untuk membantu masyarakat memeriksa secara mandiri menggunakan alat diagnosis berbasis AI atau melihat peta untuk menghindar dari paparan covid-19," jelas Johnny dalam teleconference dari kediaman di Jakarta Selatan.

Setidaknya, jelas dia, ada lima fitur yang bisa dimanfaatkan pengguna aplikasi 10 Rumah Aman. "Ada pengukuran suhu berkala, berbagi masakan/makanan, inspirasi hidup sehat, periksa mandiri, dan update peta sebaran individu berdasarkan suhu tubuh normal atau di atas normal," tuturnya.

Di dalam aplikasi 10 Rumah Aman itu, jelasnya, juga menyediakan informasi terbarukan setiap saat agar setiap orang merasa nyaman ketika berada #diRumahSaja. 

Aplikasi 10 Rumah Aman merupakan kolaborasi perusahaan anak negeri dari beragam sektor yaitu WIR Group, COMPRO, Prixa.ai, Disrupto serta perusahaan komunikasi dan konten anak negeri, Kennedy Voice Berliner (KVB). 

"10 Rumah Aman menghadirkan toko daring yang menjual kebutuhan sehari-hari dengan harga resmi tanpa ada permainan harga. Semisal bahan makanan dari para petani Rego Pantes dari 8Villages, Sayur Box, dan TaniHub. Lalu, ada konsultasi kesehatan dari Prixa, program edutech dari Cakap, donasi bersama Wahid Foundation, obat-obatan dan alat kesehatan dari Kimia Farma, Mediv-Kimia Farma, Alfa Group, Alfamind, DAV, serta konten kolaborator dari anak negeri yaitu WIR Group, Compro, DISRUPTO dan Kennedy Voice Berliner," jelas Johnny. 

Untuk memudahkan akses masyarakat, aplikasi 10 Rumah Aman juga terintegrasi dengan beberapa aplikasi lain seperti ChatBot covid19.go.id, PeduliLindungi, Halodoc, Alodokter, Good Doctor, Sahabatdokter, SehatQ, Sehatpedia, dan KlikDokter.

Sehingga, menurut Johnny, aplikasi itu memastikan seluruh masyarakat tetap berada di dalam rumah untuk bekerja, belajar, dan beribadah, saling mengingatkan dan menjaga agar selalu dalam keadaan sehat dan baik dengan tetap menjaga jarak aman (social/physical distancing).

Pemerintah, lanjut dia, mengapresiasi setiap inisiatif kolaborasi dan gotong royong untuk mencegah penularan covid-19. Melalui aplikasi ini, kata Johnny, diharapkan upaya melawan covid-19 dengan pendekatan berbasis komunitas, teknologi AI, dan O2O (online to offline) akan lebih optimal.

Dan untuk mendapatkan aplikasi 10 Rumah Aman bisa diunduh di Google Play dengan tautan https://play.google.com/store/apps/details?id=com.sepuluh.rumahaman&hl=en dan di website: https://www.sepuluhrumahaman.id

Moeldoko menambahkan, 10 Rumah Aman merupakan aplikasi yang diharapkan akan menciptakan efek berantai dalam memutus penyebaran covid-19. "Bisa diterapkan dengan cepat, di mana saudara-saudara kita yang selama ini sulit untuk #diRumahSaja dapat terbantu untuk berada di rumah. Kemudian secara bersama-sama, kita mengalahkan covid-19," tandasnya dari Kantor Staf Presiden Jakarta.

Menurut Moeldoko, pendekatan berbasis komunitas yang dipakai Pemerintah dalam melawan Covid-19 melalui 10 Rumah Aman sangat sederhana. "Dengan cara sederhana yaitu dimulai dari rumah kita masing-masing, kemudian yang terdekat dengan rumah kita, yaitu rumah depan, kiri, kanan, belakang, dan sekitarnya," ungkapnya.

Moeldoko menyatakan, aplikasi 10 Rumah Aman perlu diterapkan bersama agar memiliki dampak yang optimal untuk mencegah paparan covid-19. "Dengan langkah-langkah yang ada dalam aplikasi, segala lapisan masyarakat di seluruh Tanah Air dari desa, kabupaten, kota, provinsi dengan dukungan pimpinan daerah dan pihak-pihak terkait perlu menerapkan 10 Rumah Aman," tutur Moeldoko.

Dan melalui aplikasi tersebut, jelas Moeldoko, diharapkan bisa menumbuhkan semangat gotong royong menghadapi pandemi virus covid-19. 

Gotong royong melalui aplikasi 10 Rumah Aman pada dasarnya menggunakan fitur aplikasi daring dengan aktivitas nyata sehari-hari. Setiap pengguna aplikasi dapat melakukan tahapan atau langkah-langkah sebagai berikut:

1. Ukur suhu tubuh sendiri

Memulai dengan mengukur suhu tubuh pada diri sendiri dan seluruh penghuni rumah setiap hari. Kemudian mengingatkan tetangga sekitar tentang keadaan dan kesehatan melalui telepon atau aplikasi pesan instan sehingga kondisi ksehatan beberapa rumah tangga selalu terpantau. Selanjutnya setiap penghuni rumah tersebut saling memantau tetangga lain di sekitarnya.

2. Inspirasi gaya hidup sehat

Memberi inspirasi tentang gaya hidup sehat. Selalu mencuci tangan dengan sabun atau cairan pembersih tangan berbahan alkohol, menjaga jarak aman ketika bertemu orang lain dan membagikan perilaku itu di aplikasi 10 Rumah Aman.

3. Berbagi makanan

Mengajak masyarakat untuk memasak, makan di rumah, dan berbagi. Setiap keluarga bisa memasak dan makan di rumah. Kemudian membagikan hasil masakan ke tetangga atau masyarakat sekitar yang kurang beruntung agar mereka tetap di rumah sambil menjaga jarak aman (social/physical distancing).

4. Pemeriksaan mandiri

Melakukan pemeriksaan mandiri dengan menggunakan alat diagnosis berbasis AI. Tujuannya agar tidak terburu-buru pergi menemui petugas kesehatan di rumah sakit sekaligus menerapkan semangat membantu dan meringankan kerja petugas kesehatan.

5. Peta persebaran

Melihat dan memantau peta persebaran setiap individu yang memiliki suhu normal atau suhu di atas normal. Selain itu membantu memantau individu yang telah melakukan isolasi mandiri dan dalam perawatan agar menghindarkan diri dari paparan covid-19. (X-15)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Kebijakan New Normal Dongkrak Kesejahteraan Petani Kembali

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Juni 2020, 16:25 WIB
Faktor yang memengaruhi petani yakni harga produk pertanian mengalami tekanan diakibatkan oleh panen raya musim tanam...
DOK KEMENTAN

Di Masa Pandemi, Produksi dan Distribusi Pertanian Aman

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Juni 2020, 16:18 WIB
Diperkirakan stok beras akhir Juni 2020 adalah 6,84 juta...
DOK KEMENTAN

Program Kementan Dinilai Efektif, Ekspor Pertanian Terus Tumbuh

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Juni 2020, 16:03 WIB
Terjadinya ekspor karena produksi pangan surplus sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun juga pangan petani Indonesia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya