Selasa 31 Maret 2020, 22:05 WIB

Ibarat Mendaki Gunung, Taklukkan Covid-19 Butuh Persiapan

Irana Shalindra | Weekend
Ibarat Mendaki Gunung, Taklukkan Covid-19 Butuh Persiapan

ANT/Umarul Faruq
Sektor wisata gunung diprediksi mengalami penurunan omzet hingga 86% di masa pandemi covid-19 ini.

Pandemi covid-19 yang berlangsung sejak awal Maret ini di Tanah Air telah berimbas signifikan ke sektor pariwisata, termasuk wisata petualangan. Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) mencatat adanya penangguhan seluruh aktivita wisata gunung dan penutupan di sekitar 120 destinasi wisata gunung di Nusantara.

Menurut Sekjen DPP APGI Rahman Mukhlis, pihaknya telah melakukan rapid assesment pada 25-29 Maret silam mengenai dampak Covid-19 terhadap sektor Pariwisata (Profesi Pemandu Gunung dan Industri Wisata Gunung di Indonesia).

Salah satu kesimpulan mereka ialah proyeksi penurunan jumlah trip atau paket wisata gunung  sebesar 47% dari 19.855 trip per tahun menjadi 10.450 trip per tahun. Juga, penurunan jumlah kunjungan wisatawan pendaki gunung dengan perkiraan sebesar 44% (111.815 menjadi 61.655).

“Akan ada penurunan omzet industri wisata gunung hingga 86% menjadi Rp46 miliar, dan kurang lebih 5.225 tenaga kerja pariwisata di sektor wisata gunung akan terdampak,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Selasa (31/3).

Untuk menindaklanjuti hasil rapid assesment tersebut, APGI mengeluarkan maklumat untuk menjadi pedoman para pengurus dan anggota APGI dalam menghadapi situasi ini serta untuk diketahui para pemangku kepentingan terkait.

Isi maklumat itu antara lain, APGI siap berperan aktif dalam melaksanakan manajemen krisis kepariwisataan selama terjadinya wabah covid-19 di Indonesia. Kemudian, APGI juga bertanggung jawab penuh dalam rangka menjalankan fungsi konsultasi, advokasi dan sosial kepada anggota pada khususnya, umumnya terhadap profesi pemandu gunung serta industri wisata gunung selama masa penanggulangan covid-19 di Indonesia.

Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap tenang, tidak panik, selalu waspada dan proaktif dalam melakukan penanggulangan covid-19 sesuai kebijakan dan protokoler dari pemerintah

“Menghadapi tantangan pandemi covid-19 ibarat menghadapi tantangan mendaki puncak gunung tertinggi yang penuh risiko dan ketidakpastian. Namun, kita pasti sama-sama percaya dan optimistis bahwa tantangan ini dapat kita hadapi dengan baik, seperti halnya kita dapat menghadapi tantangan-tantangan menuju puncak gunung dengan adanya persiapan yang matang,” ucap Rahman. (RO/M-2)

Baca Juga

AFP/JOHANNES EISELE (STF)

Arloji Cerdas dikembangkan untuk Deteksi Corona

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 29 Mei 2020, 19:35 WIB
Fitbit, bersama dengan Apple, juga berkolaborasi dengan Stanford Healthcare Innovation Lab dalam COVID-19 Wearables...
Unsplash/ William Iven

Tabungan Bertambah Saat WFH? Anda Tetap Disarankan Berhemat

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 29 Mei 2020, 16:55 WIB
Meski banyak orang yang turun pendapatan karena pandemi, banyak pula yang tabungannya justru bertambah karena beruntung masih bergaji penuh...
A Jamieson

Ada Penampakan Spesies Gurita Langka di Palung Sunda

👤Bagus Pradana 🕔Jumat 29 Mei 2020, 13:10 WIB
Mereka menjuluki spesies gurita laut dalam yang mereka temui ini dengan sebutan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya